World Health Organisation (WHO) mengumumkan daftar pertama resistensi antibiotik "prioritas patogen" pada 27 Februari, berisi 12 famili bakteri yang dikatakan ahli bisa menjadi ancaman terbesar dalam kelangsungan hidup manusia dan menjadi penyebab kematian dari jutaan orang setiap tahunnya.

Daftar ini telah dibagi menjadi tiga kategori - priotitas kritis, tinggi, dan menengah - berdasarkan status darurat untuk kebutuhan antibiotik baru. Daftar ini dibuat sebagai panduan dan untuk mempromosikan penelitian dan pengembangan obat baru, ungkap pemerintah.

Daftar tertinggi berisi bakteri gram negatif yang resisten terhadap beragam antibiotik, seperti Acinetobacter, Pseudomonas dan berbagai Enterobacteriaceae lain, yang bisa menyebabkan infeksi darah letal dan pneumonia pada pasien di rumah sakit. Daftar ini akan didiskusikan kembali pada pertemuan G20 di Jerman bulan Juli.

Daftar dibuat setelah mempertimbangkan banyak faktor

"Kami sudah hampir kehabisan pilihan terapi," kata Dr Marie-Paule Kieny, asisten direktur umum WHO, "Jika kami menyerahkan sepenuhnya ke pasar, antibiotik baru yang kami butuhkan tidak akan didapatkan tepat pada waktunya."

Ia menambahkan bahwa resistensi antibiotik telah mencapai tingkat "gawat darurat" dan sumber untuk mengatasinya masih tidak ada.

WHO mendaftarkan superbug sebagai prioritas kritis karena superbug ini menyebabkan infeksi parah dan menyebabkan tingginya angka mortalitas, khususnya pada pasien yang dirawat inap di unit perawatan intensif atau menggunakan ventilator dan kateter darah, begitu juga di antara resipien transplantasi dan pasien yang mendapat kemoterapi.

Daftar ini dibuat bersama dengan Division of Infectious Disease di University of Tübingen, Jerman, berdasarkan tingkat resistensi obat yang ada sekarang, lama rawat inap, angka kematian di seluruh dunia, prevalensi infeksi dalam komunitas manusia, masalah yang disebabkan penyakit dalam sistem kesehatan, dan angka transmisi antara hewan-hewan, hewan-manusia dan manusia-manusia.

Tuberkulosis tidak dimasukkan dalam daftar pencarian terapi baru karena tuberkulosis telah mendapat banyak program berdedikasi lain.

Mengatasi superbug dari semua sisi

Ahli kesehatan publik menyambut berita ini, khususnya kebutuhan untuk mengatasi masalah superbug secara keseluruhan. Pemerintah menyebutkan bahwa sekarang mereka lebih berfokus ke kebutuhan klinis, sehingga mereka memperingati agar industri farmasi tidak mengembangkan terapi yang lebih mudah dan mengembangkan obat demi keuntungan lebih tinggi.

"Kami tidak bisa hanya menemukan dan mengembangkan cara untuk keluar dari krisis ini," kata Helen Boucher, seorang dokter penyakit infeksi di Tufts University dan seorang pembicara untuk Infectious Diseases Society of America. Metode lain seperti pencegahan, penggunaan antibiotik dan pengawasan merupakan hal yang penting diperhatikan, tambahnya.

Baru-baru saja, Amerika melaporkan kasus fatal seorang wanita terinfeksi bakteri Klebsiella yang resisten terhadap carbapenem, dan tidak bisa diterapi dengan 26 antibiotik berbeda, yang membunyikan alarm tanda bahaya di seluruh dunia. MIMS

Berikut daftar dari WHO:

Prioritas 1: Kritis
1. Acinetobacter baumannii, carbapenem-resistant
2. Pseudomonas aeruginosa, carbapenem-resistant
3. Enterobacteriaceae, carbapenem-resistant, ESBL-producing

Prioritas 2: Tinggi
4. Enterococcus faecium, vancomycin-resistant
5. Staphylococcus aureus, methicillin-resistant, vancomycin-intermediate and resistant
6. Helicobacter pylori, clarithromycin-resistant
7. Campylobacter spp., fluoroquinolone-resistant
8. Salmonellae, fluoroquinolone-resistant
9. Neisseria gonorrhoeae, cephalosporin-resistant, fluoroquinolone-resistant

Prioritas 3: Menengah

10. Streptococcus pneumoniae, penicillin-non-susceptible
11. Haemophilus influenzae, ampicillin-resistant
12. Shigella spp., fluoroquinolone-resistant


Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Terlalu banyak resep antibiotik karena kesalahan interpretasi antara dokter dan pasien
Bahayanya menulis resep untuk bayi yang baru lahir