Di tahun 2011, International Business Machines (IBM) Watson menjadi sistem komputer pertama yang berhasil mengalahkan manusia dalam acara cerdas-tangkas "Jeopardy!". Merupakan sistem komputer penjawab pertanyaan, Watsons terus memperluas kemampuannya – termasuk kontribusi dalam kesehatan, pemroses bahasa alami, sebagai pengajar, ramalan cuaca, dan bahkan persiapan panjak. 

Dari kemajuan ini, salah satu kontribusi yang paling menarik, Watson Health, pekerjaan beberapa miliar dollar milik IBM untuk meningkatkan kesehatan global dengan bantuan kepintaran buatan (AI) dan mempelajari komputer. Sekarang, Watson Health ditujukan untuk membantu kepintaran buatan milik Watson untuk memerangi kanker. Dengan memanfaatkan Watson untuk mempelajari mutasi genetik kanker dan menemukan akar permasalahannya, IBM berharap mengembangkan terapi anti-kanker baru di masa depan.

Aplikasi superkomputer IBM untuk perawatan kanker

Tidak seperti metode dan sistem konvensional, Watson menghasilkan manfaat signifikan dalam mengidentifikasi tumor dengan melempar jaring untuk deteksi keganasan, dan kemudian mengasah variasi spesifik kanker saat ditemukan deteksi positif. "Kami harus mengubah keseluruhan sikap untuk memeriksa tumor. Kita kehilangan terlalu banyak dan terlalu sering memberikan terapi yang tidak berguna bagi pasien... Dengan Watson, semua onkogen menjadi target," jelas Dr Ravindra Kolhe, dokter patologi payudara dan molekular dan direktur dari Georgia Esoteric & Molecular Labs LLC dalam Departemen Patologi di Fakultas Kedokteran Georgia di Universitas Augusta.

Menurut teori, dokter bisa dengan cepat dan akurat mengetahui jenis kanker spesifik yang diderita pasien. Kemudian, pilihan terapi terbaik yang bisa diberikan oleh tenaga kesehatan, dan jika dibutuhkan, Watson bahkan bisa digunakan untuk menyediakan modalitas terapi terbaik dengan memeriksa semua literatur medis yang ada sesuai dengan jenis kanker yang diderita.

Sebaliknya dengan sistem dan manusia tradisional, Watson bisa menyelesaikan pemeriksaan sampel sel yang abnormal dalam waktu 20 menit dan menyusun laporan komprehensif mengenai kondisi yang ada – hal yang biasa dilakukan oleh 10 orang dalam 10 hari untuk menghasilkannya. "Di hampir semua kesempatan, kami hanya mengatakan kepada pasien bahwa mereka menderita kanker," ungkap Kolhe. "Watson bisa mengajarkan kami perawatan yang lebih komprehensif, dan terpersonalisasi ke pasien."

Watson has the ability to process a large amount of data rapidly while maintaining high accuracy. Photo credit: Phil Jones/ScienceDaily
Watson has the ability to process a large amount of data rapidly while maintaining high accuracy. Photo credit: Phil Jones/ScienceDaily


Watson Health: Pro dan Kontra

Meskipun demikian, Watson masih belum sempurna dan penggunaannya untuk penanganan kanker masih belum semulus yang diharapkan. Bahkan sekarang, tim IBM sedang bekerja untuk menyusun database medis dari US National Institutes of Health (NIH) dan PubMed untuk pemeriksaan kedua penemuan Watson. Lebih daripada itu adalah sebelum kami menyadarinya, Watson for Oncology sudah dirilis untuk penggunaan dalam sektor medis selama tiga tahun dan sudah berusaha dikembangkan selama enam tahun. Di samping itu semua, eksekutif IBM menyadari bahwa Watson for Oncology masih dalam tahap infant. Di akhit tahun ini, Watson bisa digunakan untuk menjadi panduan selama 80% untuk kasus kanker dunia – tetapi, masih ada banyak yang harus dilakukan agar bisa mengatasi gangguan sistem.

Pada mulanya, keputusan yang dibuat Watson dalam perawatan kanker tidak seluruhnya diarahkan oleh AI dimana beberapa puluh dokter di Memorial Sloan Kettering Cancer Centre di New York masih harus memasukkan rekomendasi terapi. Kemudian, juga ada kesulitan untuk memperbaharui Watson karena dibutuhkan banyak upaya hanya untuk mengubah panduan terapi yang sudah tersedia. Di rumah sakit yang menggunakan Watson, biaya superkomputer mungkin tampak terlalu mahal dengan biaya berada di rentang antara USD200 dan USD1.000 per pasien. Bahkan saat itu, tidak terlalu banyak dokter yang mengikuti rekomendasi Watson. Mengapa? Kemungkinan karena buruknya pemahaman mengenai Watson. Tidak seperti kelompok peneliti dan ilmuwan, Watson tidak ditujukan untuk dikaji oleh para ahli atau penelitian pada orang ketiga.

Di sisi lain, ada juga tenaga kesehatan yang khawatir akan Watson karena ia merupakan AI yang tidak memiliki empati dan tidak memeriksa kemungkinan yang ada. Pertanyaan yang seringkali muncul adalah: Apakah Watson bisa memastikan terapi yang dipilih aman bagi pasien? Selain menarik data dari seluruh dunia, Watson memiliki kesulitan untuk mempelajari penyakit yang menyerang populasi global. Mudahnya, terapi kanker untuk populasi Taiwan mungkin sangat berbeda dengan yang ditunjukkan oleh data global yang menunjukkan, dan secara tidak langsung bisa menganggu pasien. Kesalahan seperti ini bisa mengarahkan ke peningkatan mortalitas yang mana bagi Watson tidak seberapa, dan hanya dianggap masalah dasar.

Dengan segala kesulitan dan tantangan, ada juga tenaga kesehatan yang merasa ragu dengan kemampuan Watson atau AI di dunia kesehatan dalam hal perkembangan terbaru. Meskipun demikian, jika melakukan hal demikian, tenaga kesehatan akan kehilangan gambaran yang lebih luas. Meskipun tidak ada yang sempurna, namun AI ini sebenarnya masih dalam usia balita – dan apa yang ditawarkan Watson memang sangat menarik.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, Watson memiliki kemampuan untuk menyaring dan menseleksi melalui sejumlah besar informasi dalam periode waktu yang sempit. Selain itu, seperti sistem komputer lain, Watson hanya akan terus bertumbuh dan menjadi lebih cepat jika ada iterasi. Tidak seperti manusia, AI tidak memiliki puncak dalam hal belajar dan berkembang. Yang lebih penting lagi, Watson mampu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia – berada di dua tempat dalam waktu yang sama.

Tantangan yang ada

Perjalanan mencari penyembuh kanker masih menjadi perjalanan yang sulit. Dan berita baiknya dalam beberapa tahun terakhir ini, Watson milik IBM berhasil menjadi salah satu terobosan terbaru. Meskipun tidak kelihatan, namun potensi AI sedang bertumbuh dengan kecepatan yang nyata. Dengan kemampuan mengubah dalam dalam waktu beberapa menit dan terus belajar, tantangan medis terbesar selanjutnya hanya bisa dibuat dengan kepintaran buatan. MIMS

Bacaan lain:
Banyak informasi medis palsu tersebar di media online
Dokter dengan kepintaran buatan sekarang hanya ada dalam khayalan
'Perancang bayi' mungkin masih belum bisa ada sekarang – penelitian CRISPR

Sumber:
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/08/170807110400.htm
https://www.statnews.com/2017/09/05/watson-ibm-cancer/
https://spectrum.ieee.org/the-human-os/biomedical/diagnostics/ibm-watson-makes-treatment-plan-for-brain-cancer-patient-in-10-minutes-doctors-take-160-hours
https://www.technologyreview.com/s/607965/a-reality-check-for-ibms-ai-ambitions/