Kanker masih menjadi penyakit paling mematikan bagi umat manusia. Dengan perkembangan di bidang teknologi dan pengambilan gambar, sekarang manusia bisa lebih banyak mendeteksi kanker terutama di tahap yang lebih awal. Di samping kemajuan dalam penelitian dan terapi kanker, ada fakta yang menyatakan bahwa kanker merupakan risiko substansial mortalitas.

Masalah kanker di dunia

Satu dari delapan kematian di dunia disebabkan oleh kanker. Menurut Yayasan Penelitian Kanker Internasional, ada 14,1 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta kematian disebabkan kanker di tahun 2012. Berdasarkan data tersebut, diprediksikan bahwa di tahun 2030, akan ada peningkatan kasus kanker menjadi 21,7 juta dan kematian hingga 13 juta.

Menurut data yang dikumpulkan oleh World Health Organisation, baik pria dan wanita, tiga penyebab mortalitas kanker tertinggi adalah kanker paru, kanker hati dan kanker kolorektal.

Alasan di balik peningkatan kasus kanker adalah karena bertambahnya usia dan pertumbuhan seseorang. Negara berkembang memiliki beban kanker lebih tinggi dengan lebih banyaknya pasien yang menderita kanker tingkat lanjut. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran publik dan kurangnya akses ke fasilitas kesehatan. Dengan tidak cukupnya strategi pencegahan, deteksi dan terapi, negara berkembang terus menghadapi masalah ini.

Wanita lebih rentan terhadap kanker dibandingkan pria

Penyebab kematian nomor satu untuk wanita di dunia adalah penyakit jantung dengan persentase sebesar 34%, dan neoplasma ganas berada di peringkat kedua dengan angka 14%. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah kematian akibat AIDS, tuberkulosis dan malaria jauh lebih rendah daripada kematian karena kanker.

Jenis kanker dengan jumlah kasus dan kematian terbanyak adalah kanker payudara. Kanker kolorektal berada di peringkat kedua untuk jumlah kasus terbanyak, sedangkan kanker paru, bronkus dan trakea berada di peringkat kedua jumlah penyebab kematian terbanyak.

Penelitian kanker Inggris telah memprediksikan bahwa dalam 20 tahun ke depan, akan ada peningkatan signifikan setidaknya enam kali kejadian kanker pada wanita dibandingkan pada pria.

Kepala petugas penelitian Kanker di Inggris, Sir Harpal Kumar, menyatakan bahwa, "Penelitian berusaha menemukan cara menurunkan beban kanker dan memastikan lebih banyak orang bisa sembuh, terutama untuk kanker yang sulit diterapi. Kami perlu terus bekerja keras untuk menurunkan pengaruh kanker yang menyedihkan yang bisa terjadi di semua keluarga."

Penelitian kontrol kasus oleh Eyre et al. menyatakan bahwa wanita memiliki risiko relatif lebih tinggi daripada pria, jika mereka merokok. Sepanjang sejarah kesehatan, wanita cenderung lebih banyak mengalami berat badan berlebih dibandingkan pria yang juga bisa meningkatkan risiko kanker.

Dalam hal kanker paru, penelitian telah membuktikan di tingkat selular bahwa perbedaan jenis kelamin juga membedakan pola DNA wanita. Meskipun disebut sebagai faktor risiko, namun wanita ditemukan memiliki risiko 1,5 lebih tinggi dibandingkan pria dalam mengembangkan kanker.

Meningkatkan kesadaran

Hari Kanker Dunia diselenggarakan setiap 4 Februari. Penelitian kanker Inggris mengadakan acara mewarnai dinding besar dan mengajak orang-orang untuk mewarnai sisi dinding dan mengenakan pita untuk mendukung kesadaran kanker. Biaya yang dikumpulkan digunakan untuk mendukung pencegahan, deteksi dan terapi kanker.

Meningkatkan kesadaran merupakan kunci. Bukan hanya bisa digunakan untuk mendeteksi kanker di tahap awal, tetapi juga mencegah timbulnya kanker pada orang-orang yang berisiko. MIMS

Bacaan lain:
Golongan darah non-O memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
3 cara tenaga kesehatan mencegah onset demensia digital

Sumber:
https://www.cancer.org/content/dam/cancer-org/research/cancer-facts-and-statistics/global-cancer-facts-and-figures/global-burden-of-cancer-in-women.pdf
https://www.cancer.org/health-care-professionals/our-global-health-work/global-cancer-burden.html
http://www.cancerresearchuk.org/about-us/cancer-news/press-release/2017-02-03-womens-cancer-rates-rising-faster-than-mens
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/
https://academic.oup.com/jnci/article/92/19/1560/2905965/Gender-Differences-in-Cancer-That-Don-t-Make-Sense