Tuberkulosis merupakan penyakit mematikan yang bisa berakibat fatal, jika tidak diterapi dengan regimen dosis antibiotik yang tepat.  Baru-baru ini, 1.500 anak di Afrika ditawarkan vaksin Tuberkulosis sebagai bagian dari percobaan eksperimental yang dilakukan oleh ilmuwan Oxford. Serta dengan jelas menyatakanbahwa vaksin tersebut telah memiliki bukti keamanan. 

Monyet uji sakit parah setelah menerima vaksin

Sebagai bagian dari percobaan, beberapa monyet yang menderita TB diberikan vaksin baru. Beberapa monyet ini menjadi sakit setelah vaksinasi dan akhirnya harus dilakukan euthanasia. Sementara peneliti tetap menyatakan bahwa kematian monyet sepenuhnya disebabkan oleh pemberian vaksin, namun kejadian ini merupakan satu hal serius yang perlu dipikirkan.

Meskipun demikian, jumlah monyet ujidalam penelitian ini sangat kecil. Oleh karena itu, tidak diketahui dampak pasti vaksin tersebut. Profesor Peter Beverly menyatakan bahwa monyet-monyet itu "mati dengan cepat" setelah menerima vaksin.

Keluarga tidak tahu hasil percobaan sebelumnya

Percobaan ini memicu kontroversi etika, karena anak-anak dan pihak keluarga yang berpartisipasi dalam penelitian tidak menyadari risikokonsekuensi. Ditemukan bahwa data mengenai hasil pemberian vaksin yang tidak diantisipasi terhadap monyet tidak diberikan.

Informasi yang diberikan kepada keluarga adalah bahwa vaksin tersebut telah diuji sebelumnya dan terbukti "aman dan efektif" pada hewan. Prof Beverly selanjutnya mengungkapkan bahwa "tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin ini bisa dikatakan efektif."

Angka kematian lebih rendah daripada vaksin BCG konvensional

Pada monyet uji, satu kelompok monyet diberikan vaksin Tuberkulosis terbaru, sedangkan kelompok kedua diberikan vaksin BCG disamping vaksin baru dan kelompok terakhir tidak diberikan vaksin apapun. Bacillus Calmette Guerin (BCG) secara tradisional digunakan sebagai vaksin untuk Tuberkulosis yang berisi Mycobacterium hidup yang dilemahkan sehingga memberikan kekebalan tubuh untuk meghadapi infeksi Tuberkulosis di masa depan.

Sementara lima dari enam monyet harus dikeluarkan dari penelitian, dua monyet lainnya dinyatakan mati saat percobaan. Hal ini menunjukkan perbedaan tingkat keselamatan yang signifikan antara kedua vaksin tersebut. Meskipun demikian, percobaan perlu dilakukan percobaan lebih lanjut sebelum vaksin baru dapat diimplementasikan dengan aman dalam skala global.

Menegakkan standar keamanan setiap saat

Tuberkulosis merupakan kondisi yang sangat lazim terjadi pada masyarakat kurang mampu, di mana kebersihan dan jarak antar rumah memainkan peran penting dalam penyebarandan penularan penyakit. Karena orang yang berada di komunitas ini mungkin tidak mengetahui risiko dan manfaat vaksinasi – sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa mereka mendapatinformasi akurat sehingga dapat membuat keputusan yang baik. 

Perkembangan bayi dalam percobaan berlangsung hingga dua tahun, dan ini dianggap sebagai waktu yang cukup untuk mengetahuiefek vaksin. Pada tahun 2013, saat percobaan selesai, disimpulkan bahwa vaksin tidak memberikan perlindungan tambahan terhadap tuberkulosis. Prof Beverly mengajukan keluhan kepada universitas mengenai percobaan tersebut, dan sebuah penyelidikan dimulai untuk menyimpulkanbahwa "lebih baik jika efek merugikan yang berpotensi muncul saat percobaan terhadap monyet  dilaporkan kepada pihak berwenang secara tepat waktu”.

Disamping belum disampaikannya informasi hasil penelitian pada monyet uji, universitas juga mengaku bahwa informasi tersebut telah diberikan kepada Pemerintah Afrika Selatan. Ditambah dengan pertanyaan bahwa tidak ada kekhawatiran penting yang terkait dengan keamanan vaksin saat memulai percobaan, dan telah berhasil digunakan pada hewan uji. Meskipun juga terjadi kesalahan komunikasi atau kelalaian klinis, standar keselamatan harus selalu dipastikan terjaga - dan pasien harus diberi tahu risiko eksperimen atau percobaan apa pun yang mereka ikuti. MIMS

Bacaan lain:
Kebanyakan tuberkulosis mengalami resistensi obat karena transmisi manusia
Terobosan terapi untuk tuberkulosis resisten obat sedang dalam proses penelitian
Istirahat dan berhenti meminta antibiotik, saran ahli kesehatan

Sumber:
http://www.netdoctor.co.uk/medicines/infections/a8587/bcg-vaccine-ssi/ 
http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/health-news/oxford-university-scientists-trial-tb-vaccine-babies-monkeys-did-not-work-a7928911.html 
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/09/03/oxford-university-scientists-gave-babies-trial-tb-vaccine-did/