UNICEF dan World Health Organization (WHO) memimpin gerakan vaksinasi di daerah konflik, Siria, dimana lebih dari 355.000 anak-anak terlindungi dari wabah penyakit polio.

Siria, sebelum konflik di tahun 2011, sudah terbebas polio dengan cakupan vaksinasi nasional mencapai 80%. Tetapi perang banyak memengaruhi infrastruktur kesehatan begitu juga dengan sistem kesehatan seperti imunisasi rutin, seperti yang terjadi di daerah Deir Ez Zor dan Raqqa.

Sekarang, WHO melaporkan angka cakupan nasional menurun hingga sekitar 40%, sehingga ribuan anak-anak menjadi rentan terhadap penyakit polio.

Tiga puluh tuga anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami paralisis sejak 18 Agustus silam, menurut Elizabeth Hoff, perwakilan WHO di Siria. Ia juga mencatat bahwa karena mereka bisa mendeteksi wabah alami di negara ini, berarti sistem keselamatan masih bekerja.

Petugas Komunikasi WHO untuk Inisiatif Eradikasi Polio Global, Oliver Rosenbauer menyatakan bahwa angka imunisasi harus mencapai angka 80% agar bisa melindungi populasi masyarakatnya.

"UNICEF menghargai kerja masyarakat lokal dan tenaga kesehatan atas usaha keras dan komitmen mereka dalam memvaksinasi anak-anak untuk melawan polio. Tidak satupun anak yang boleh hidup dengan menderita karena polio," kata Perwakilan UNICEF di Siria, Fran Equiza.

Untuk jangkauan kampanye, WHO dan UNICEF membiayai dan melatih lebih dari 1.000 sukarelawan ruangan untuk bekerja dalam vaksinasi anak-anak.

Organisasi ini juga menyediakan vaksin dan alat pndingin, dan memastikan vaksin dikirim dengan aman ke daerah konflik.

Poliomyelitis, atau polio, merupakan penyakit virus yang paling banyak infeksinya dan yang banyak menyerang anak-anak kecil. Patogen bisa menginvasi sistem saraf – dari usus dimana mereka membelah diri – dan kemudian menyebabkan paralisis.

"UNICEF dan WHO akan terus bekerjasama dengan pekerja dan tenaga kesehatan lokal di Raqqa dan Deir Ez-Zor untuk melindungi semua anak-anak dari polio. Kedua organisasi ini memanggil semua pihak berkonflik untuk menghasilkan akses penuh ke anak-anak yang membutuhkan," ungkap organisasi dalam suatu pres rilis.

UNICEF merupakan agen PBB yang berdedikasi untuk membantu ibu-ibu dan anak-anak. Aktif pada 190 negara dan teritori. MIMS

Bacaan lain:
PBB: Serangan ke rumah sakit dan tenaga kesehatan di Siria merupakan bentuk dari "kriminalitas dalam peperangan"
Serangan bom kimia di Suriah: AS akan mengambil tindakan
Inspeksi mendadak di rumah sakit bisa menurunkan angka kematian pasien

Sumber:
https://www.unicef.org/media/media_100680.html
http://www.who.int/topics/poliomyelitis/en/
https://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-polio/polio-outbreak-in-syria-poses-vaccination-dilemma-for-who-idUSKBN1902G8