Sistem ultrasound, mesin yang digunakan dokter untuk mengambil gambar struktur tubuh internal sebagai penunjang diagnosis biasanya diberikan kepada pasien dalam bentuk bagan. Saat ini, ultrasound medis memiliki inovasi baru – Butterfly iQ – teknologi ultrasound mini berbentuk chip yang terhubung dengan smartphone, memberikan pencitraan diagnosis dengan ultrasound yang lebih baik.

Smartphone ultrasound scanner –  Butterfly iQ

Butterfly iQ adalah ultrasound dalam chip yang mempertahankan prinsip dasar sistem ultrasound biasa, dengan menambahkan dua inovasi baru. Pertama, teknologi ini menggantikan kristal piezoelektrik dalam sistem ultrasound biasa dengan mesin mini yang berfungsi seperti drum kecil untuk menghasilkan getaran. Hal ini memungkinkan penggunaan aplikasi klinis yang lebih luas, bukan menyetel kristal pada saat pembuatan untuk menghasilkan jenis gelombang ultrasonik untuk pencitraan pada kedalaman tertentu, Butterfly iQ dapat disetel untuk aplikasi klinis yang berbeda kapan saja.

Kedua, ultrasound dalam chip ini memiliki sirkuit terintegrasi dimana mesin mini-nya terpasang secara langsung ke lapisan semikonduktor yang berisi amplifier, prosesor sinyal dan sebagainya. Bisa dikatakan, semuanya ada pada sebuah chip – dalam Butterfly iQ. Sangat berbeda dengan sistem ultrasound biasanya yang menggunakan kabel penghubung kristal ke komputer untuk menghasilkan gambar.

Dengan menghubungkan Butterfly iQ dengan iPhone, pengguna bisa memeriksa bagian tubuh yang mereka inginkan dimana saja dan kapan saja. Pengguna hanya perlu meletakkan Butterfly iQ pada bagian tubuh yang diinginkan, maka gambar ultrasound hitam-putih akan muncul pada layar smartphone. Gambar yang dihasilkan dari chip akan ditransfer ke penyimpanan Butterfly, dan diinterpretasikan oleh dokter atau ke perusahaan software pembelajaran artificial intelligence (AI). (Sistem iQ menggabungkan tiga transduser dalam satu perangkat, dokter tidak perlu mengganti transduser untuk melakukan pencitraan pada bagian tubuh yang berbeda, hal ini dapat menghemat waktu. Gambar kemudian akan tersimpan dalam perangkat).


'Scan sendiri' menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter

Butterfly iQ mudah dan nyaman digunakan, sehingga pasien bisa melakukan scan sendiri di rumah dengan perangkat portable ini di masa depan. Hal ini bisa mempercepat terapi bagi orang yang cenderung tidak mementingkan ketidaknyamanannya. Manfaat perangkat ini dirasakan oleh dokter spesialis bedah vaskular Amerika, John Martin, MD, yang berhasil mengidentifikasi sel kanker di lehernya menggunakan Butterfly iQ. Sehingga ia dapat menerima terapi lebih dini; dan dengan demikian, menyelamatkan nyawanya.

Namun, seperti teknologi lainnya – 'perangkat' baru ini justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter. Menurut penelitian, meskipun beberapa dokter di ruang gawat darurat  menggunakan perangkat ultrasound portabel, namun perangkat ini tidak akan populer di kalangan dokter. Salah satu alasan ketidakpopulerannya adalah kualitas gambar inferiornya yang tidak sebagus sistem ultrasound biasa.

The new system is only available to doctors and medical clinics. Photo credit: Butterfly Network/New Atlas
The new system is only available to doctors and medical clinics. Photo credit: Butterfly Network/New Atlas

"Bahkan jika gambar yang dihasilkan lebih baik, masalahnya adalah penggunaan yang tidak tepat. Bagi beberapa pasien yang menemukan kejanggalan pada tubuhnya saat menggunakan perangkat ini, justru akan mengarah pada lebih banyak tes, lebih banyak kekhawatiran, dan mungkin menjadi lebih berisiko, seperti biopsi, "kata Dr Eric Topol dari Scripps Research Institute. Ia berpendapat jika teknologi ini digunakan oleh publik, "berbagai macam masalah bisa saja timbul". Hasil positif palsu akibat teknologi ini dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Lebih jauh lagi, masalah ini mungkin tidak dapat dipecahkan oleh AI, setidaknya saat ini.

Dokter juga menghadapi kesulitan dalam mentransmisikan gambar ke database rumah sakit untuk penyimpanan, yang memerlukan biaya untuk scan. Selain itu, jika perangkat ini digunakan oleh publik, yang tidak memiliki latar belakang relevan, mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami gambar yang ditampilkan. "Bahkan kebanyakan dokter pun tidak pandai menginterpretasikan ultrasound ", tambah Dr Eric Topol.

Meskipun demikian, pengumuman bahwa perangkat ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat diharapkan dapat membuat beberapa pihak lega. Butterfly iQ dapat digunakan untuk diagnosis dalam 13 aplikasi klinis, termasuk muskuloskeletal, jantung dan pembuluh darah perifer. Ini adalah persetujuan FDA terbanyak hingga saat ini untuk transduser ultrasound.

"Dengan menyisihkan masalah harga, saya berharap Butterfly dapat menggantikan stetoskop dalam praktik kedokteran sehari-hari. Sekarang kami dapat menyediakan sistem diagnosis untuk mencegah jutaan anak-anak yang berisiko meninggal karena pneumonia setiap tahunnya dan ratusan ribu wanita yang berisiko meninggal saat melahirkan, ini hanya dua contoh dampak dari teknologi ini, "komentar Martin, kepala petugas medis Butterfly. MIMS

Bacaan lain:

Teknologi terapi kanker terbaru lebih mengutamakan akurasi dan presisi
5 teknologi yang bisa digunakan di rumah sakit
6 alat yang mengubah dunia kesehatan

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/10/27/ultrasound-chip-home-butterfly-iq/
https://www.cnet.com/news/a-surgeon-has-diagnosed-his-own-cancer-with-an-iphone/
https://newatlas.com/butterfly-iq-smartphone-ultrasound/51962/
https://www.forbes.com/sites/matthewherper/2017/10/27/an-entrepreneur-aims-to-peer-inside-the-body-with-a-small-simple-cheap-device/#1b83dc1b5e5a
http://bgr.com/2017/10/30/iphone-cancer-scanner-device-butterfly-iq/
http://www.ibtimes.com/doctor-uses-iphone-ultrasound-device-find-out-he-has-cancer-2607282
https://spectrum.ieee.org/the-human-os/biomedical/imaging/new-ultrasound-on-a-chip-tool-could-revolutionize-medical-imaging