Setelah dialisis, tujuh pasien meninggal dan seorang wanita dirujuk ke unit perawatan intensif di rumah sakit di Vietnam Utara bulan ini. 18 orang menjalani dialisis di rumah sakit saat beberapa dari pasien ini mengeluhkan sesak napas, mual dan nyeri abdominal pada sekitar 45 menit setelah terapi. Enam pasien meninggal di sore hari tanggal 29 Mei dan satu orang lagi di malam hari yang sama.

Kejadian ini dianggap sebagai malapetaka medis terburuk di beberapa tahun terakhir, 11 orang masih diobati setelah insiden di Rumah Sakit Umum Provinsi Hoa Binh dimana hal ini terjadi. Semua korban diduga mengalami syok anafilaksis.

Tragedi di rumah sakit

Truong Quy Duong, seorang direktur dari Rumah Sakit Umum Provinsi Hoa Binh mengatakan, "Saya ingin meminta maaf kepada keluarga dan seluruh masyarakat, kami sangat terkejut dengan kejadian langka ini."

Penyelidikan sudak dilakukan dan dilaporkan ke polisi, serta Menteri Kesehatan Vietnam baru-baru ini memeriksa adanya dugaan kesalahan penggunaan obat. Alat medis dan obat di departemen perawatan ginjal juga sudah disimpan di rumah sakit pemerintah. Polisi diminta untuk menjaga unit perawatan intensif.

Petugas menyatakan bahwa 10 pasien sudah dirujuk ke rumah sakit di Hanoi dan dikatakan berada dalam kondisi stabil. Rumah Sakit Umum Provinsi Hoa Binh tidak akan menerima pasien ginjal selama penyelidikan berlangsung.

Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam mengunjungi rumah sakit Hoa Binh dan memanggil semua sumber yang ada untuk membantu pasien.

Dokter dan pasien menceritakan kejadian dari sudut pandang mereka

Seorang pasein, Nguyen Thi Bich Nguyen yang bekerja sebagai huru sekolah, mendatangai rumah sakit untuk terapi dialisis yang biasa ia lakukan. Kemudian sesuatu terjadi dan menyebabkan ia berada di unit perawatan intensif.

Saat menunggu dengan khawatir di rumah sakit, suaminya, Le Tien Dung mengatakan, "Ia mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya, dan mengalami sakit perut dan muntah. Harapan terbesar saya adalah istri saya bisa melalui ini semua." Nguyen yang berusia 47 tahun masih berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Berlokasi 80 kilometer dari Hanoi, rumah sakit ini harus mengatasi kerumunan pasien yang sedang menunggu untuk mendapat perawatan. Quang, yang saudara sepupunya mendatangi bangsal ginjal untuk dialisis sebelum ditutup mengatakan, "Pasien lain sangat beruntung ... semuanya merasa sangat terkejut."

Mengenai kejadian mengejutkan, Dr Hoang Cong Tinh yang merawat pasien mengatakan mereka mengalami kesakitan dan situasi tersebut merupakan suatu "mimpi buruk", mengingat bagaimana kami bekerja keras untuk menjaga nyawa pasien.

"Ini merupakan kerugian besar. Saya merasa sedih, sama seperti saya kehilangan keluarga saya sendiri," katanya.

Menurut petugas, keluarga dari pasien yang meninggal diberikan kompensasi sebesar USD$ 660.

Nama tenaga kesehatan semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir

Rumah Sakit Vietnam dibagi menjadi rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Meskipun demikian, fasilitas rumah sakit disebut sebagai memiliki perawatan kualitas rendah, khususnya di daerah tertinggal.

Desember lalu, seorang anak berusia 7 tahun meninggal di provinsi Ca Mau Selatan setelah mendapat injeksi antibiotik untuk penyakit gangguan napas yang dideritanya. Dua pasien juga meninggal di bulan yang sama setelah diberikan anestesia di rumah sakit swasta di Hanoi. Di tahun 2013, tiga anak di Quang Tri terbunuh karena mendapat vaksinasi yang salah. MIMS

Bacaan lain:

5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Rumah sakit dituduh merahasiakan alasan kematian bayi berusia 11 bulan karena kelebihan dosis
Kesalahan ringan menyebabkan meninggalnya ribuan bayi di Inggris

Sumber:
http://www.bbc.com/news/world-asia-40094611
http://www.channelnewsasia.com/news/asiapacific/vietnam-kidney-patients-recall-horror-after-dialysis-deaths-8895912
http://vietnamnews.vn/society/377355/six-out-of-18-dialysis-patients-died-during-treatment.html#u2Wk4mG35rEOGrtK.97
http://www.theborneopost.com/2017/05/30/six-dead-after-dialysis-treatment-in-vietnam/