Transplantasi rahim, satu dari tren terbaru telah banyak diteliti selama beberapa tahun belakangan ini. Berhasilnya manusia untuk melakukan transplantasi rahim mengimplikasikan bahwa di masa depan akan ada terapi untuk mengatasi fertilitas.

Berhasilnya transplantasi rahim pada wanita tanpa rahim

Dokter bedah di Pusat Medis Universitas Baylor, Texas, berhasil memberikan intervensi ke wanita tanpa uterus sehingga mereka dapat mengandung anak. Intervensi yang diberikan berupa operasi yang dilakukan bulan lalu sebagai bagian dari penelitian klinis pada total sepuluh wanita yang lahir tanpa uterus fungsional. Meskipun rahim dari tiga wanita harus dibuang karena buruknya aliran darah, keempat wanita lain masih memiliki rahim mereka. Untungnya, tubuh mereka tidak menunjukkan tanda penolakan.

Di dunia tercatat setidaknya ada 16 transplantasi uterus, dengan lima dari transplantasi ini dilakukan di Swedia, oleh dokter Swedia Mats Brannstrom, yang sekarang sedang bekerjasama dengan dokter di Fakultas Kedokteran Harvard dan Mayo Clinic untuk membantu wanita di luar Swedia agar dapat mengakses prosedur ini. Dua dari anggota tim sebelumnya sedang melakukan penelitian Baylor. Donor rahim bisa jadi berupa orang yang masih hidup atau sudah meninggal.

Wanita pertama harus melewati fertilisasi in-vitro (FIV) untuk mengambil embrio dan kemudian dibekukan untuk penggunaan selanjutnya, hingga satu tahun setelah transplantasi. Bayi hasil transplantasi uterus dilahirkan melalui operasi caesarean.

Penggunaan rahim transplantasi untuk jangka panjang belum bisa dilakukan; untuk menghindari penolakan rahim, wanita harus menggunakan obat poten yang jika digunakan dalam jangka panjang memiliki risiko mengganggu kesehatan. Dengan demikian, uterus akan dibuang setelah satu hingga dua kehamilan.

Dokter yang menjadi pelopor

Ide transplantasi rahim muncul dari pertanyaan berani pasien warga negara Australia ke Brannstrom; ia bertanya apakah ia bisa mendapat transplantasi rahim, sehingga ia bisa mengandung bayinya. Pasien ini diketahui pernah mengalami kanker serviks sehingga uterusnya sudah dibuang.

"Saya pikir pasien ini agak gila," kata Brannstrom.

Namun, ia tetap mencari inspirasi dengan mempelajari dan meneliti proyek ini ketika ia kembali ke Swedia. Meskipun ada banyak kritik yang mengatakan bahwa prosedur ini mengancam nyawa, tidak penting dan tidak mungkin dilakukan secara medis.

Brannstrom baru-baru saja menjadi tenaga kesehatan pertama yang berhasil melahirkan bayi dari rahim hasil transplantasi. Namun tidak ada transplantasi rahim yang berhasil dilakukan di Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki, Cina, Inggris, Perancis, dan Republik Ceko.

Brannstrom telah mencoba mulai dari transplantasi rahim pada tikus tahun 1999. Proses operasinya sangat kompleks sehingga dibutuhkan empat alat khusus untuk melakukan operasi mikroskopik. Setelah dua tahun, ia berhasil melakukan transplantasi pada tikus. "Jika tidak berhasil pada tikus, saya mungkin akan berhenti mencoba," katanya.

Dekade setelahnya, Brannstrom dan tim berhasil melakukan transplantasi rahim ke hewan lain dan siap mencoba operasi ke sembilan wanita Swedia tahun 2012. Dua wanita mengalami komplikasi, sehingga ia harus membuang rahimnya. Lima wanita berhasil melahirkan bayi sehat dan dua wanita lain sedang berusaha hamil.

Keajaiban alam

Peneliti sekarang percaya bahwa hasil percobaan Brannstrom dapat membantu orang yang membutuhkan transplantasi dan mempelajari bagaimana implan embrio di uterus dapat dilakukan setelah pembuahan, tahap yang belum dipahami sepenuhnya namun merupakan tahap penting dalam kehamilan.

Kemungkinan, ini merupakan keajaiban alam ketika bayi bisa lahir dari organ yang sudah dibekukan - mengartikan sel sudah mati secara teknis - sebelum masukkan ke penerima.

"Keguguran sering terjadi tetapi disini uterus mati bisa mengandung seorang bayi," kata Dr. Tommaso Falcone dari Cleveland Clinic.

Yang dapat dipahami adalah bahwa rahim wanita menopause dapat digunakan untuk mengandung bayi sehat setelah ditransplantasi. Organ lebih muda mungkin akan bekerja lebih baik, tetapi dalam kasus transplantasi rahim, organ wanita yang lebih tua dapat "diremajakan kembali" setelah diberikan hormon dengan dosis tertentu.

Menurut Dr. Stefan Tullius, ketua Operasi Transplantasi di Fakultas Kedokteran Harvard, ini dapat memberi pemahaman baru mengenai penggunaan organ lain.

Di Singapura, terapi fertilitas seperti FIV telah banyak digunakan. Menurut Menteri Kesehatan, 6.059 siklus Reproduksi Bantuan dilakukan di tahun 2014, 549 di tahun 2013, dan 1.099 di tahun sebelumnya. Faktanya, pemerintah Singapura secara aktif mendukung terapi ini sebagai bagian dari kebijakan mendukung kelahiran.

Perkembangan dan permintaan terapi fertilitas semakin berkembang di Singapura dan daerah Asia Pasifik lain, seiring dengan semakin banyaknya kasus infertilitas. Di tahun 2020 diperkirakan terapi FIV akan memberi keuntungan hingga $3.5 miliar. MIMS

Bacaan lain:
Aplikasi untuk manajemen eksim
Penipuan kodein seharga S$524 pada dokter klinik oleh seorang wanita Singapura
3 cara mendapat berita dan literatur terbaru untuk tenaga kesehatan
Ketua Yayasan Ginjal Nasional Singapura dipecat karena "tindakan tidak senonoh" pada seorang karyawan pria


Sumber:
http://www.apnewsarchive.com/2016/When-Dr-Mats-Brannstrom-began-developing-a-way-to-transplant-wombs-into-women-to-allow-them-to-give-birth-nearly-two-decades-ago-the-technique-was-largely-dismissed-as-science-fiction/id-ce18f93f962b4383b258485f13af5bc5
http://www.cbsnews.com/news/uterus-transplants-live-donors-first-in-us-baylor-university-medical-center-dallas/
http://www.medgadget.com/2016/09/in-vitro-fertilization-services-market-in-the-asia-pacific-forecast-to-reach-3-5-billion-by-2020-at-an-annual-growth-rate-of-10-8-during-2015-2020.html
http://singaporemotherhood.com/articles/2016/07/ivf-singapore-cost-getting-affordable/
http://www.healthxchange.com.sg/News/Pages/Fertility-business-booming-in-Singapore.aspx
http://www.themalaymailonline.com/malaysia/article/as-national-birthrate-declines-malaysians-urged-to-make-more-babies