Isolasi sosial merupakan sesuatu yang dinikmati oleh beberapa orang – karena saat Anda mulai mencobanya, akan sulit untuk keluar dari dalamnya. Dalam kesendirian, orang-orang merasa tidak perlu berurusan dengan orang lain dan drama kehidupan mereka.

Kecanduan ini merupakan alasan yang melatarbelakangi kekhawatiran para peneliti, dengan menyatakan bahwa kesendirian akan mengalahkan obesitas dan menjadi masalah kesehatan paling penting yang memengaruhi manusia.

Epidemik menyendiri

Realita ini sudah banyak melanda negara-negara sehingga mereka menyebutnya 'epidemik menyendiri'. Fakta mengejutkan ini berasal dari penelitian jangka panjang yang dipresentasikan dalam Pertemuan Asosiasi Psikolog Amerika Tahunan ke-25, oleh Julianne Holt-Lunstad dari Universitas Brigham Young di Utah.

Dua meta-analisis besar, termasuk 149 penelitian pada 300.000 orang; dan 70 penelitian pada 3,4 juta orang, digabungkan untuk tujuan penelitian. Penelitian ini berfokus pada efek hubungan sosial ke keluarga atau komunitas dan outcome kesehatan dari tipe orang berbeda.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa orang-orang yang tinggal sendirian atau terpengaruh oleh rasa sendiri, isolasi sosial memiliki 50% kecenderungan untuk meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang kuat.

Implikasi negatif kesehatan dari kesendirian dan isolasi sosial juga didiskusikan, yang meliputi risiko menderita masalah kesehatan mental dan menderita penyakit jantung.

Mengenai hasil penelitiannya, Julianne mengomentari, "Berinteraksi dengan orang lain merupakan kebutuhan manusia. Hal ini penting agar bisa hidup dan bertahan hidup."

Penelitian ini bukan satu-satunya penelitian yang sudah dilakukan Julianne mengenai efek kesehatan dari menyendiri. Di tahun 2015, ia mempublikasikan hasil penelitian dalam Perspective on Psychological Science yang menggali efek kesehatan menyendiri.

Penelitian ini sudah banyak membantu mengubah mitos yang meliputi kesendirian, termasuk kondisinya dan penyebabnya. Saat itu diketahui bahwa menyendiri memiliki risiko 32% kematian prematur.

Penyebab dan definisi sebenarnya dari kesendirian dan isolasi sosial adalah tantangan yang sangat sulit dilakukan untuk penelitian ini karena ekspresi individual berbeda yang disampaikan dalam ranah ini. Hasilnya tidak akurat meskipun sudah digunakan daftar centang untuk menemukan akar masalah ini.

Apakah hubungan sosial harus masuk dalam daftar kesehatan dokter?

Selain itu, ini tidak mengubah fakta bahwa kasus menyendiri semakin meningkat dan implikasi kesehatannya sangat serius. Survey tahun 2016 yang dilakukan di Australia untuk membantu organisasi Lifeline – melaporkan bahwa bahkan orang-orang yang hidup dengan pasangan atau memiliki anak seringkali merasa sendiri.

Penelitian lain menyimpulkan bahwa banyak orang dari keluarga tradisional jarang menyendiri dibandingkan orang-orang yang tinggal di rumah dengan individualisme dan kebebasan tinggi.

Meskipun hasil berbeda menunjukkan bahwa disimpulkan dari implikasi penelitian mengenai kesendirian, kebanyakan orang memiliki risiko isolasi lebih tinggi saat usianya bertambah.

Mengenai hal ini, Julianne mengomentari bahwa situasi ini menjadi semakin buruk saat orang yang lebih tua mengisi sebagian besar proporsi populasi. Sudah dilaporkan bahwa di Amerika, India, dan Inggris, kebanyakan orang berusia tua hidup sendiri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menghindari peningkatan populasi dengan kesendirian akut, anak-anak harus melalui pelatihan kemampuan sosial di sekolah. Sudah direkomendasikan bahwa hubungan sosial harus masuk dalam daftar periksa dokter.

Michelle Lim dari Universitas Teknik Swinburne menjelaskan, "Cara menjanjikan lain untuk melawan kesendirian adalah untuk meningkatkan kualitas hubungan kami secara spesifik dengan membangun intimasi dari mereka yang berada di sekitar kita."

"Memanfaatkan pendekatan psikologi positif yang berfokus untuk meningkatkan emosi positif dalam hubungan atau meningkatkan sikap sosial bisa memicu terciptanya koneksi yang lebih dalam dan berarti dengan orang lain." MIMS

Bacaan lain:
Peneliti Rusia menginjeksi dirinya sendiri dengan bakteri berusia 3,5 juta tahun demi "hidup panjang"
Seorang wanita alergi ke suaminya sendiri karena gangguan autoimun langka
Bukan "Wonder Woman": Dokter yang hamil ini membantu melahirkan bayi wanita lain sebelum persalinannya sendiri

Sumber:
https://cosmosmagazine.com/society/loneliness-epidemic-set-to-become-a-public-health-crisis
http://www.sciencealert.com/widespread-loneliness-is-killing-people-and-we-need-to-start-taking-this-seriously
http://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/loneliness-as-deadly-as-obesity/articleshow/59950690.cms
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/08/170805165319.htm