Apoteker : Bagaimana cara memilih obat yang aman untuk ibu hamil?

20170112110000, Hannah Lim
Pharmacists: How do you decide if a medication is safe for pregnant mothers?
Pharmacists: How do you decide if a medication is safe for pregnant mothers?
Wanita yang sedang hamil dituntut agar selalu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan atau apoteker apabila mereka mengonsumsi obat atau ingin mulai menggunakan beberapa obat, yang juga termasuk produk obat bebas (OTC), produk makanan maupun herbal. Data keamanan obat terhadap kehamilan masih rancu dan seringkali diperdebatkan, karena itulah apoteker merekomendasikan obat berdasarkan kualitas sumber daya yang tersedia dan perbandingan antara risiko dan manfaat dari obat-obatan. Dengan adanya inisiatif  "Treating for Two1" oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), memberikan dampak positif pada banyak organisasi di seluruh dunia yang turut berkomitmen untuk memahami lebih lanjut mengenai penggunaan obat pada masa kehamilan.

Memahami permasalahan dasar- Penggunaan obat pada kehamilan

Kebanyakan wanita hamil setidaknya pernah menggunakan satu obat selama kehamilan, bahkan pada wanita usia akhir 30-an penggunaan obat meningkat menjadi 4 atau lebih. Banyak wanita hamil memiliki penyakit penyerta seperti epilepsi dan asma2. Kondisi medis normal Anda dapat berubah selama kehamilan. Oleh karena itu apoteker dituntut agar lebih memahami informasi tentang profil keamanan obat dan memberikan rekomendasi terbaik untuk pasien mereka.

Penyusunan kategori obat untuk kehamilan

Sistem klasifikasi obat Food and Drug Administration (FDA) yang lama, dikembangkan pada 1970-an dan mengklasifikasikan obat menggunakan huruf alfabet untuk menunjukkan tingkat risiko, dimana X adalah substansi yang paling berbahaya dan A adalah substansi yang paling aman. Namun, sistem ini memiliki banyak kekurangan, karena banyak obat jatuh ke Kategori C, dan sebagian besar data penggunaan obat selama kehamilan masih sangat kurang, atau kasus tidak relevan dengan data yang ada3. Apoteker masih harus mendalami melalui literatur primer seperti PubMed dan kemudian mengkonsolidasikan dan menimbang risiko yang terdeteksi dalam laporan kasus tersebut. Selain itu, risiko teratogenisitas hanya sedikit dibahas pada sistem lama, padahal, informasi tersebut merupakan hal yang paling penting untuk menentukan rasio risiko dan manfaat obat.

Pada tahun 2014, FDA merubah sistem ini dan sistem baru ini dinamakan sebagai "Pregnancy and Lactation Labelling Rule" (PLLR atau peraturan terakhir). PLLR menghapus kategori yang menggunakan huruf A, B, C, D dan X. Sistem pelabelan saat ini akan mencakup informasi kontak mengenai produk kehamilan terdaftar. Database baru ini mengumpulkan dan memperbaharui data mengenai efek dari obat yang digunakan oleh wanita hamil. Wanita hamil dianjurkan untuk mempelajari hal ini terutama jika mereka menggunakan obat atau produk biologi yang ada dalam daftar. Daftar baru ini juga akan mempublikasikan informasi mengenai potensi risiko obat terhadap reproduksi laki-laki dan wanita2. Sistem yang baru ini mungkin akan lebih bermanfaat bagi apoteker untuk mengevaluasi keamanan penggunaan obat pada wanita sebelum dan setelah melahirkan, serta untuk pasangan mereka.

Apakah langkah berikutnya?

Dalam beberapa tahun mendatang target yang akan dilakukan salah satunya adalah membuat FDA mengeluarkan peraturan agar setiap perusahaan farmasi mempublikasikan data tentang risiko obat terhadap kehamilan dengan sistem PLLR baru. Perusahaan farmasi juga disarankan untuk mengumumkan informasi terbaru dari obat mereka menggunakan laporan dari survey pasca-pemasaran.

Untuk saat ini, panduan apakah yang tepat dan terpercaya ?

Perubahan klasifikasi obat dan risiko obat terhadap kehamilan merupakan suatu upaya besar yang penyelesaiannya dapat memakan waktu beberapa tahun. Namun demikian, masih ada beberapa sumber informasi akurat yang dapat digunakan apoteker untuk menentukan tingkat keamanan obat :

1. Drugs in Pregnancy and Lactation4

Referensi ini seringkali dikutip dan digunakan dalam penilaian profil keamanan obat terhadap kehamilan dan laktasi. Buku ini diterbitkan kira-kira setiap tiga tahun. Meskipun begitu, versi terbaru dari buku ini masih mengikuti sistem lama FDA dimana tingkat keamanan obat terhadap kehamilan dikategorikan dengan huruf A sampai X.

2. Micromedex

Berupa portal langganan berbayar, referensi ini sangat mudah diakses melalui internet. Micromedex memperbaharui informasi mereka secara berkala. Katalog obat teratogenik TERIS dan Shepard yang tersedia dalam laman ini, memberikaninformasi yang lebih lengkap mengenai tingkat teratogenisitas suatu substansi (dari rendah ke risiko tinggi), dan kualitas dan kuantitas data (dari buruk hingga sangat baik). Klasifikasi keamanan obat terhadap kehamilan di laman ini berlaku di Amerika Serikat dan Australia. MIMS

Bacaan lain:
Menteri Kesehatan Singapuran memonitor bayi dari ibu terinfeksi Zika hingga berusia 3 tahun
PBB: Hapuskan hukum anti-aborsi di dunia
Transplantasi rahim sekarang bisa dilakukan pada manusia
Kesalahan medis: Kelalaian menyebabkan tercampurnya pasien