Saat perawat Muslim berpuasa untuk kegiatan keagamaan mereka, ada juga perawat non-Muslim yang ikut berpuasa untuk tujuan kesehatan.

Dengan panasnya udara sekarang, aktivitas harian yang melelahkan, perawat mungkin merasa kesulitan dalam menyeimbangkan aktivitas mereka. Berikut beberapa tips berguna yang bisa membantu perawat tetap energik selama bulan puasa.

1. Jangan melewatkan sahur

Ada dua waktu makan yang perlu diperhatikan perawat: satu selama sahur (saat subuh) dan selama iftar (saat berbuka). Kunci makanan yang disajikan saat sahur harus meliputi makanan yang lambat dicerna dan menghasilkan cukup energi untuk beraktivitas sehari-hari.

Makanan yang lebih lambat dicerna akan membantu mengatur tingkat energi perawat. Perawat juga disarankan untuk bangun setidaknya satu setengah jam lebih awal sebelum subuh - sehingga ada cukup waktu untuk mempersiapkan makanan mereka.

Selain itu, untuk sahur, perawat bisa memastikan mereka mengonsumsi makanan kaya karbohidrat, protein, serat dan kalium. Buah kering seperti kurma dan kacang polong bisa membantu menyimpan energi; sedangkan pisang kaya kalium bisa menekan rasa haus.

Alternatifnya, mereka bisa mengonsumsi telur atau daging ayam dan sapi tanpa lemak sebagai sumber protein, sehingga tidak menyebabkan rasa kembung dan merasa kekenyangan setelah sahur. Perawat yang sedang bekerja dan mungkin tidak memiliki cukup waktu mempersiapkan makanan, bisa mencoba mengonsumsi roti gandum utuh dan bubur gandum sebagai pengganti.

2. Sedikit berolahraga setelah sahur, dan hindari tidur kembali

Setelah sahut, cobalah untuk berjalan sedikit ke luar rumah untuk membantu pencernaan. Ambillah napas panjang untuk membangunkan Anda.

Selain itu, hindari kembal ke kasur atau tidur karena pola hidup ini bisa membuat Anda merasa lebih lelah bahkan sebelum bekerja.

3. Makanan nutrisi seimbang saat berbuka

Saat berbuka, perawat bisa memulainya dengan memakan beberapa kurma, jus buah dan satu mangkuk sup. Makanan nutrisi seimbang ini merupakan sumber karbohidrat dan lebih penting lagi, membantu mengembalikan glukosa darah ke tingkat normal.

Karena perut kosong seharian, maka tidak disarankan untuk makan dalam jumlah besar pada satu waktu. Cobalah untuk makan dalam porsi sedang. Hindari makan makanan yang diproses, makanan yang cepat dicerna karena mengandung karbohidrat buatan (gula dan tepung putih), dan juga makanan berminyak dan berlemak.

4. Menjaga hidrasi dan membatasi minuman berkafein

Perawat tidak boleh lupa minum air delapan gelas sehari bahkan di saat mereka berpuasa. Meskipun air tidak bisa diminum di siang hari, namun air saat sahur dan iftar bisa menjaga hidrasi seseorang.

Hindari asupan minuman tinggi kafein, seperti teh, kopi dan cola, karena minuman jenis ini memberi efek diuretik yang menstimulasi pengeluaran air melalui urinasi. Keluar-masuk kamar mandi bisa mengganggu rutin pekerjaan Anda dan membatasi profesionalisme Anda.

Perawat bisa memanfaatkan bulan puasa untuk kepentingan kesehatan dan meningkatkan kesehatan spiritual. Melalui artikel ini, perawat diingatkan agar jangan menjadikan puasa sebagai alasan agar menjadi tidak aktif; tetapi sebaliknya, masih ada banyak cara untuk menjaga energi dan semangat beraktivitas. MIMS

Bacaan lain:

6 manfaat puasa Ramadan untuk kesehatan
Tips berjaga malam untuk perawat
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru

Sumber:
http://indianexpress.com/article/lifestyle/life-style/simple-guidelines-to-stay-healthy-and-active-during-ramadan/
https://tallypress.com/fun/10-tips-to-stay-healthy-and-energetic-during-fasting-month/
http://aboutislam.net/family-society/self-development/7-healthy-eating-tips-stay-energetic-ramadan/