Skabies merupakan kulit gatal disebabkan infestasi kutu berkaki delapan, atau yang biasa disebut Sarcoptes scabiei. Rasa gatal yang parah dan menetap di malam hari merupakan tanda gejala infestasi skabies serta merupakan gelaja paling umum yang membuat pasien atau perawat mencari bantuan medis. Selain rasa gatal, pasien juga mungkin memiliki ruam, lesi berair akibat parasit yang menerobos masuk ke bawah kulit.

Infestasi skabies merupakan hal yang paling umum. Sebuah penelitian lokal di Malaysia menemukan bahwa anak-anak muda sangat rentan terhadap skabies, dengan prevalensi hingga 31% dalam penelitian. Wabah pada anak-anak sekolah sering terjadi, dan penyakit ini seringkali dihubungkan dengan status kemiskinan keluarga dan stigma sosial tertentu.

Bagaimana cara meningkatkan keberhasilan terapi? Eradikasi lengkap pada infestasi parasit membutuhkan usaha gabungan yang terdiri dari terapi, disinfeksi dan edukasi pasien serta anggota keluarga, begitu juga dengan mereka yang sering mengadakan kontak. Berikut empat tips yang bisa membantu meningkatkan keberhasilan terapi.

1. Obati semua anggota keluarga bukan hanya yang terinfeksi

Bagi individu yang tidak memiliki riwayat infestasi scabies sebelumnya, gejala biasanya muncul 2 hingga 6 minggu. Biasanya sulit untuk membedakan anggota keluarga mana atau siapa yang terinfeksi, karena mungkin mereka tidak merasakan tanda atau gejala meskipun sebenarnya sudah terkontraksi parasit.

Meskipun demikian, penting untuk memastikan bahwa parasit sudah berhasil dieradikasi dari rumah untuk mencegah reinfestasi. Skabies bisa menyebar melalui kontak langsung kulit-kulit, termasuk aktivitas seksual atau hanya dengan menyentuh/memeluk seseorang yang terinfeksi.

Panduan Manajemen Skabies pada Orang Dewasa dan Anak-anak (diperbaharui 2015) merekomendasikan terapi untuk semua orang yang mengadakan kontak jangka panjang (didefinisikan sebagai lebih dari 10 menit dalam kondisi apapun dalam dua bulan terakhir) dengan pasien bahkan meskipun mereka tidak menunjukkan gejala.

2. Higienitas diri merupakan hal paling penting

Parasit skabies mungkin tidak terbang atau lompat, tetapi mereka bisa merayap ke kasur atau baju dan menetap di sana selama beberapa waktu. Selain itu, sudah umum jika anak-anak tidur bersama dalam satu kasur atau bahkan bertukar baju dengan saudara mereka – kondisi ini menjadi situasi ideal bagi parasit untuk menyebarkan infeksinya.

Secara umum, kutu parasit tidak bisa bertahan selama lebih dari 72 jam dari kulit manusia, dengan demikian memperkecil kemungkinan infeksi melalui kontak non-kulit-kulit. Meskipun demikian, tetap perlu diperhatikan bahwa, meskipun jarang, namun ada beberapa kasus infeksi skabies melalui penggunaan handuk atau pakaian yang bersamaan dengan penderita.

3. Kasur, handuk dan pakaian harus dibersihkan dengan benar

Sebagaimana yang sudah dijelaskan, kutu mungkin bersembunyi dalam sprei kasur, handuk atau pakaian dari seseorang yang terinfeksi. Maka dari itu, akan sangat penting untuk melakukan disinfeksi untuk memastikan eradikasi parasit secara total.

Panduan Malaysia merekomendasikan agar pasien menggunakan kain yang baru, bersih atau pakaian setelah menerima terapi atau mengenakannya setelah sudah dicuci dalam suhu tinggi, setidaknya 50 derajat celcius. Untuk produk yang tidak bisa dicuci, produk tersebut perlu disimpan rapat-rapat dalam kantung plastik selama 72 jam.

4. Mencari bantuan medis mengenai terapi mana yang paling efektif

Sekarang ada lima terapi topikal berbeda untuk skabies, dan alternatif oral. Misalnya:
1) Permethrin 5% lotion
2) Benzyl benzoate 10-25% lotion
3) Precipitated sulphur 6-10%
4) Crotamiton 10% ointment
5) Lindane 1% (also known as gamma benzene hexachloride, GBB)

Obat oral Ivermectin baru-baru ini tersedia untuk digunakan pada pasien yang cenderung tidak patuh terhadap terapi topikal. Panduan yang ada sekarang menyebutkan permethrin 5% lotion atau krim sebagai terapi skabies lini pertama.

Terapi topikal berbeda memiliki efek samping dan kontraindikasinya sendiri-sendiri. Misalnya, penggunaan lindane 1% lotion memberikan risiko neurotoksisitas signifikan dan sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil, anak-anak di bawah usia 10 tahun atau mereka yang menderita kejang. Penting bagi pasien dan perawat untuk memberikan saran medis pada terapi skabies, dan tidak mencoba mengobati diri sendiri. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Kesalahan penggunaan kotak pil yang mungkin terjadi
Konsensus antibiotik: Menerima dan merespon ketidak yakinan dalam dunia kesehatan

Sumber:
Ministry of Health Malaysia (2015) Guideline for management of scabies in adults and children.
Muhammad Zayyid M, Saidatul Saadah R, Adil AR, Rohela M, Jamaiah I (2010) Prevalence of scabies and head lice among children in a welfare home in Pulau Pinang, Malaysia. Trop Biomed 27: 442–446.
Centers for Disease Control and Prevention (2010) Scabies Frequently Asked Questions (FAQs). Available: http://www.cdc.gov/parasites/scabies/gen_info/faqs.html. Accessed 27 March 2016.