Fungi mematikan bernama Candida auris sudah mulai menunjukkan kepalanya di Inggris, menginfeksi lebih dari 200 pasien di rumah sakit berbeda di negara tersebut sejak Juli 2017. Tiga puluh lima rumah sakit lain diketahui sudah pernah menangani pasien dengan infeksi C. auris.

Sejauh ini, belum ada kematian yang terjadi. Namun, staf rumah sakit menyadari bahwa wabah sebelumnya "terbukti sulit dikontrol, meskipun program pencegahan dan kontrol infeksi sudah dilakukan," lapor Public Health England (PHE).

PHE sejak saat itu sudah memunculkan tanda bahaya yang disebabkan oleh C. auris.

Hanya 25% pasien positif C. auris yang menunjukkan infeksi klinis

Meskipun ada banyak sekali jumlah kasusnya, namun hampir semua pasien terinfeksi merupakan pembawa yang tidak menunjukkan gejala. "Hampir semua kasus terdeteksi tidak menunjukkan gejala tertentu atau menunjukkan infeksi," lapor Dr Colin Brown, seorang ahli mikrobiologi di pelayanan infeksi nasional PHE.

"Mereka yang terinfeksi normalnya sistem imunnya sudah tidak bekerja optimal," kata Professor Hugh Pennington, seorang professor bakteriologi ahli di Universitas Aberdeen. Ia menambahkan bahwa infeksi C. auris merupakan 'mimpi buruk' khususnya bagi unit perawatan intensif.

Dilaporkan bahwa dari 25% pasien terinfeksi C. auris, hanya 27 dari mereka yang menunjukkan infeksi dalam aliran darahnya. Infeksi C. auris terbukti tersebar melalui spora di seluruh Inggris sejak tahun 2013. Wabah ini pertama kali terjadi tahun lalu di Rumah Sakit Royal Brompton dengan hampir 50 pasien terinfeksi. Hasilnya, rumah sakit dipaksa untuk menutup unit perawatan intensifnya selama dua minggu karena mereka berusaha mengontrol penyebaran infeksi ini.

C. auris ketahui resisten terhadap tiga antifungi golongan pertama 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat sangat khawatir dengan penyebaran C. auris karena fungi ini terbukti resisten obat. Selain itu, metode diagnosis yang ada sekarang seringkali gagal untuk secara akurat mendeteksi C. auris. Teknologi analisis molekular yang lebih akurat sangat dibutuhkan, tetapi tidak banyak tersedia di dunia.

C. auris juga berbeda dari infeksi jamur patogen lain karena bisa menyebar dalam lingkungan rumah sakit. Penelitian juga menyatakan bahwa koloni C. auris ini persisten di kulit dan daerah tubuh lain selama beberapa minggu hingga bulan sejak infeksi pertama, kemungkinan menyebabkan kontaminasi lingkungan kesehatan.

Semua isolat C. auris di Inggris terbukti resisten terhadap flucanozole, dengan tingkat kerentanan berbeda terhadap agen anti-fungi lain. Pengujian berlanjut merupakan sesuatu yang penting.

Fungi pertama kali diidentifikasi di Jepang, pada tahun 2009

Sejak pertama kali dideteksi di tahun 2009, fungi C. auris sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Amerika Serikat, Afrika Selatan, Kuwait, India, Pakistan, Venezuela, Colombia dan Korea Selatan. Di tahun 2016, Amerika melaporkan 13 kasus pertama C. auris. Jumlah kasus yang ada sekarang berjumlah 98, dengan hampir semua kasus terjadi di New York dan New Jersey.

Menariknya, analisis molekular dari strain C. auris internasional terbukti berbeda antar negara. Perbedaannya kemungkinan karena C. auris sudah berkembang sendiri di daerah tersebut pada waktu yang bersamaan. CDC mencatat bahwa berwisata ke negara ini tidak meningkatkan kemungkinan infeksi, karena C. auris sendiri menyerang mereka yang sudah ada di rumah sakit.

Infeksi invasif C. auris bisa menyebabkan candidaemia, infeksi luka dan infeksi telinga. Meskipun sudah banyak diisolasi dari saluran urogenital dan pernapsan, belum jelas apakah jamur ini menyebabkan infeksi paru-paru dan kandung kemih. C. auris juga bisa menginfeksi pasien dari semua kelompok umur. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Darah komodo memiliki potensi menjadi antibiotik baru
Hubungan antibiotik dengan perubahan tingkah laku

Sumber:
https://www.gov.uk/government/publications/health-protection-report-volume-11-2017/hpr-volume-11-issue-28-news-11-august#candida-auris-in-the-united-kingdom-updated-guidance-published
https://www.gov.uk/government/publications/candida-auris-emergence-in-england/candida-auris-identified-in-england
https://uk.reuters.com/article/uk-health-britain-fungus-idUKKCN1AV18H
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4790926/Drug-resistant-Japanese-fungus-spreading-British-hospitals.html 
http://www.telegraph.co.uk/news/2016/07/08/intensive-care-unit-closed-as-three-people-die-from-new-superbug/
https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/candida-auris-qanda.html
http://journals.plos.org/plospathogens/article?id=10.1371/journal.ppat.1006290