Terapi lintah, atau dikenal juga sebagai hirudoterapi, sudah banyak digunakan sejak zaman kuno untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Tidak termakan zaman, lintah masih menjadi salah satu pilihan alternatif dalam dunia medis sekarang ini.

Pengobatan alternatif masih menjadi pilihan terapi untuk pasien, dan bisa mendukung terapi medis mereka atau berperan sebagai satu-satunya sumber terapi.

Lintah merupakan hewan seperti cacing, yang terdiri dari 600 jenis spesies berbeda di seluruh dunia. Namun, hanya ada 15 lintah yang bisa disebut sebagai obat lintah. Air liur mereka, yang mengandung lebih dari 100 substansi bioaktif, merupakan komponen 'poten' yang berguna bagi manusia. Dengan demikian, lintah berpotensi memiliki efek medis lebih dari yang manusia bayangkan.

Carilah praktisi hirudoterapi tersertifikasi

Mencari bantuan terapi dari profesional tersertifikasi merupakan hal penting yang harus diingat pasien, demi menghindari outcome negatif.

Salah satu pusat yang mengembangbiakkan lintah medis dalam kondisi buatan dan mengekspornya adalah International Medical Leech Centre di Moscow. Institusi ini juga menawarkan program hirudoterapi untuk tenaga kesehatan. Lebih dari 2.000 dokter telah menerima sertifikasi, sejak didirikan pada tahun 1937.

Di Amerika Serikat, Asosiasi Hirudoterapi Amerika membawa praktisi hirudoterapi dan memberikan dukungan melalui pendidikan berkelanjutan dan perkembangan profesional. Di Inggris, Asosiasi Hirudoterapi Inggris juga memberikan pelatihan untuk tenaga kesehatan dan sekarang memberikan pendidikan tambahan secara online yang memperkenalkan dasar hirudopraktek.

Bagaimana lintah bekerja

Lintah menempel ke daerah target dan menghisap darah. Dalam prosesnya, lintah akan melepaskan protein dan peptida yang mengencerkan darah. Senyawa ini akan mencegah penggumpalan, meningkatkan sirkulasi dan mencegah kematian jaringan, dan menyisakan luka kecil yang akan sembuh sendiri tanpa bekas.

Lintah biasanya menempel di situs "kongesti" selama 20-45 menit. Setiap lintah menarik sekitar 15 mililiter darah. Seperti jarum, lintah hanya bisa digunakan satu kali.

Lintah kemudian dimasukkan ke wadah dengan larutan disinfeksi khusus dan kemudian dibunuh dengan pemanasan.

Penggunaan hirudoterapi

Sejak awal abad ke-20, lintah banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit kardiovaskular seperti hipertensi arterial, angina pektoris, infark miokardial dan arteriosklerosis post-infark. Enzim hirudin dalam air liur lintah memiliki efek sistemik dan antikoagulasi dan juga menstimulasi mekanisme reflek.

Lintah juga bisa digunakan untuk meredakan kongesti vena dan dalam operasi, khususnya saat transplantasi. Lintah juga bisa digunakan pada pasien yang menderita trombosis vena dalam dan pasien yang sedang mengikuti terapi untuk gangguan inflamasi.

Kondisi wanita seperti endometriosis, kista dan periode menstruasi tidak teratur bisa juga diterapi dengan lintah. Faktanya, masih banyak manfaat lain dari terapi lintah, seperti untuk terapi alopecia, artritis, gangguan pendengaran, penyakit mata, jerawat dan bahkan menurunkan berat badan. Pasien yang berisiko amputasi anggota tubuh karena diabetes juga bisa mendapat manfaat dari terapi lintah, begitu juga dengan pasien yang mencari terapi setelah operasi rekonstruksi wajah.

Sederhana, murah, alami

Hirudoterapi merupakan pilihan yang sederhana dan murah, dan bisa menjadi terapi alternatif, khususnya untuk pasien yang memilih metode 'alami'. Beberapa pasien bisa jadi menolak menggunakan obat kimia atau lebih menyukai metode non-invasif dan non-operasi.

Namun, terapi lintah bukan untuk pasien yang penakut - karena faktanya lintah merupakan salah satu jenis cacing yang menempel ke bagian tubuh dan menyedot darah untuk menciptakan sebuah 'keajaiban'.

Selain itu, penggunaan terapi ini merupakan pilihan personal pasien. Pasien disarankan untuk melakukan penelitian sebelum menggunakan terapi ini.

Yang lebih penting lagi, pasien anemia, kondisi penggumpalan darah atau gangguan arteri tidak boleh menggunakan terapi lintah. Anak-anak di bawah usia 18 tahun dan wanita hamil biasanya disarankan untuk tidak menggunakannya. MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Hubungan antibiotik dengan perubahan tingkah laku
Menekan isu rasisme dalam dunia kesehatan


Sumber:
http://www.americanhirudotherapyassociation.org/
http://www.healthline.com/health/what-is-leech-therapy#overview1
http://www.leech.ru/en/
http://www.bah.today/leech-therapy-and-hirudopractice
http://www.safealternativemedicine.co.uk/does-leech-therapy-really-work.html
http://www.leechestherapy.com/about-leeches/benefits
http://www.amazingleeches.com/