Diabetes merupakan masalah kesehatan utama dalam dunia modern sekarang ini. Bukan hanya karena banyak penderitanya, tetapi juga menyebabkan kematian, kebutaan, amputasi dan gagal ginjal. Beberapa orang bahkan menyatakan diabetes sebagai "penyakit abad ke-21".

Meskipun diabetes tipe I dan II sama-sama menyusahkan, namun diabetes tipe I dianggap sebagai penyakit yang lebih serius dan membutuhkan pendekatan terapi lebih radikal. Menurut laporan tahun 2010, penderita diabetes tipe I diestimasikan hidup 20 tahun lebih pendek dibandingkan masyarakat sehat.

Terapi gen berhasil menyembuhkan diabetes pada tikus Injeksi insulin teratur merupakan satu-satunya terapi efektif untuk penderita diabetes tipe I. Meskipun demikian, peneliti baru-baru ini berhasil melakukan percobaan pada tikus diabetes tipe I dan berhasil menyembuhkannya dengan terapi gen.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Bruno Doiron dan Ralph DeFronzo, menggunakan pendekatan inovatif untuk menyelesaikan masalah ketidak cukupan produksi insulin oleh sel beta pankreas. Mereka menamai pendekatan ini sebagai CNIP, atau "Cellular Networking, Integration and Processing”.

CNIP meliputi beberapa tingkatan pemrosesan dari fisiologu penting sel dalam pembentukan beta sel. Vektor virus digunakan untuk mentransfer gen tertentu ke pankreas untuk memicu pembentukan sel beta tikus secara in vivo, langsung dari sel somatik pankreatik lain.

"Pankreas memiliki banyak jenis sel lain selain sel beta, dan pendekatan kami dilakukan untuk mengubah sel ini sehingga mereka bisa mulai mensekresikan insulin, tetapi hanya saat mendapat respon terhadap glukosa," kata pemimpin penelitian, Ralph DeFronzo, profesor kedokteran dan kepala Divisi Diabetes di universitas.

Tikus diabetes dalam penelitian sembuh dari penyakit selama satu tahan tanpa efek samping.

Potensi pendekatan terapeutik pada manusia

Dengan berhasilnya penelitian, ada kemungkinan pasien bisa sembuh total dari diabetes, setidaknya untuk diabetes tipe I. Orang-orang tidak menunjukkan gejala diabetes hingga jumlah sel betanya sudah menurun setidaknya 80%, kata Doiron, yang merupakan asisten profesor di UT Health.

"Kami tidak perlu mereplikasi semua fungsi sel beta," katanya. "Hanya 20% perbaikan dibutuhkan untuk menyembuhkan diabetes tipe I."

Meskipun penyebab pasti penyakit masih tidak diketahui, namun ahli medis percaya bahwa pada pasien diabetes tipe I, sistem imun tubuh pasien menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Sisa populasi sel pankreas tidak dirusak oleh sistem imun dan dengan demikian bisa diubah secara genetik.

"Jika diabetes tipe I sudah hidup dengan sel ini selama 30, 40 atau 50 tahun, dan yang kita harapkan dari mereka adalah mensekresikan insukin, kita tentu saja berharap agar respon imun tidak menyerangnya," kata DeFronzo.

Peneliti juga menyatakan bahwa terapi mereka bisa meregulasi kadar glukosa darah dengan tepat, setidaknya dalam model tikus mereka, dengan demikian menghindari masalah hipoglikemia. Metode ini lebih unggul dibandingkan terapi lainnya, termasuk obat hipoglikemi oral dan insulin.

Peneliti berharap bisa melakukan penelitian klinis pada manusia dalam waktu tiga tahun

Penting untuk mencatat bahwa hasil penelitian pada hewan belum tentu benar-benar memberi manfaat pada dunia klinis. Tikus sangat berbeda dari manusia.

"Kami bisa menyembuhkan tikus selama satu tahun dengan tanpa efek samping apapun. Yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tetapi metode ini dilakukan dalam model tikus, sehingga tetap harus mewaspadai penggunaannya," kata Doiron. "Kami ingin melakukannya juga pada hewan lain yang lebih besar dan lebih mendekati fisiologi sistem endokrin manusia."

Tim peneliti berharap bisa melakukan penelitian klinis pada manusia dalam periode waktu tiga tahun. Meskipun demikian, perjalanan mendapatkan izin pemasaran bukan perkara mudah dan penuh tantangan.

Selain itu, metode ini harus mendapat lampu hijau terlebih dahulu dari pemegang kebijakan, dan kemudian bisa menurunkan masalah diabetes di seluruh dunia. MIMS

Bacaan lain:
Tikus tidak sama dengan manusia: Evaluasi penggunaan hewan uji dalam penelitian klinis
Meningkatkan harapan hidup pasien pengidap HIV
Obat penghilang nyeri bisa meningkatkan risiko serangan jantung


Sumber:
http://www.who.int/features/factfiles/diabetes/en/
https://www.dovepress.com/worldwide-increase-in-diabetes-implications-for-tuberculosis-control-peer-reviewed-fulltext-article-RRTM
https://www.diabetes.org.uk/documents/reports/diabetes_in_the_uk_2010.pdf
https://news.uthscsa.edu/ut-health-diabetes-breakthrough-increases-insulin-producing-cells/
https://clinical-and-molecular-endocrinology.imedpub.com/a-simply-way-to-generate-pancreatic-beta-cell-formation-in-vivo-through-cellular-networking-integration-and processing.pdf