Meskipun sudah memiliki izin praktek sebagai dokter atau perawat, ketika mereka mulai berpraktek, semua tenaga kesehatan kembali menjadi murid. Sebagai orang yang belajar, tenaga kesehatan harus rendah hati, memiliki rasa ingin tahu untuk belajar dan haus akan ilmu. Sayangnya, banyak anak muda sekarang kurang antusias untuk belajar. Mereka sering mengeluh dengan banyaknya jadwal operasi, masuknya pasien ke bangsal atau ketika ruang gawat darurat penuh pasien.

Apa yang gagal mereka pahami, adalah tanpa pasien, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk belajar dan berkembang, dan tujuan belajar menjadi sia-sia. Banyak juga yang takut membuat kesalahan - tetapi kesalahan adalah, salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Meskipun membuat kesalahan bukan hal yang bagus.

Harga dari sebuah kesalahan

Kesalahan medis dapat muncul dapat bentuk apapun. Seorang dokter dapat meresepkan obat yang tidak perlu, atau mengizinkan pulang orang yang seharusnya dirawat inap. Perawat bisa jadi mengambil catatan yang salah, atau apoteker meracik obat yang salah. Banyak kesalahan bisa dianggap sebagai kesalahan kecil tanpa konsekuensi, tetapi beberapa kesalahan lain juga bisa menghasilkan konsekuensi yang luar biasa besar, yang meliputi melanggar kode etik, emosi dan tantangan profesional bagi dokter yang sedang belajar. Akibat melakukan kesalahan, tenaga kesehatan bisa jadi merasa bersalah, meragukan diri sendiri, kecewa, dan bahkan takut.

Dalam kasus tertentu, semua tenaga kesehatan sebaiknya tidak hanya belajar dari kesalahannya, tetapi juga kesalahan orang lain. Mereka sebaiknya belajar menganalisis dan merefleksikan situasi, dan mencari solusi yang cocok untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan.

Kesalahan bisa terjadi, tetapi juga bisa dihindari

Banyak kesalahan timbul karena tidak peduli, yang biasanya dapat dicegah jika mereka memperhatikan detailnya. Namun, beberapa kesalahan dapat muncul akibat lalai.

Misalnya, dokter yang bekerja hampir 24 jam, mendengar keluhan pasien, menulis resep dan menginterpretasikan sejumlah diagnosis, dan juga rujukan.

Dokter, ketika merasa sangat lelah, bisa menulis resep tanpa memeriksa pasien dengan benar.

Hal ini dapat memicu bertambah buruknya kondisi pasien - selama pemeriksaan, dokter menyadari situasi ini bisa dihindari jika ia lebih berhati-hati saat pemeriksaan sebelumnya. Penyesalan bisa jadi muncul, tetapi skenario ini merupakan skenario yang sering terjadi.

Kesalahan bisa muncul karena dokter merasa lelah dan tidak bisa fokus, penting bagi dokter untuk memeriksa pasien secara keseluruhan dan mendetail. Dokter yang sedang berlatih, khususnya harus melakukan pemeriksaan rutin dengan berhati-hati, dan ketika ragu-ragu, mereka tidak perlu malu untuk mencari bantuan.

Pasien mempercayai tenaga kesehatan untuk merawatnya, dan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain harus melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk menghindari membuat kesalahan. Mencari kemungkinan kesalahan dan selesaikan sebelum terjadi. Cara paling baik adalah mengesampingkan rasa segan dan dengan rendah hati MEMINTA bantuan. MIMS

Bacaan lain:
Mengapa ada pasien yang berbohong?
Mengapa Anda perlu hidup teratur untuk menjadi seorang dokter?
Resep hijau: Dokter meresepkan perubahan gaya hidup
Rasa takut kehilangan pada dokter
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis


Sumber:
White, Gallagher, "After the Apology—Coping and Recovery After Errors”, Virtual Mentor. September 2011, Volume 13, Number 9: 593-600.
Kramer et.al., "Sleep Loss in Resident Physicians: The Cause of Medical Errors?”, Front Neurol. 2010; 1: 128.