Semua orang tua pasti ingin melahirkan anak yang sehat, terutama saat kehamilannya tidak mengindikasikan adanya risiko apapun. Meskipun demikian, pada 2 Desember 2013, Marla Dixon, seorang ibu baru, mengalami kejadian yang paling menyedihkan dalam hidupnya.

Pada 90 menit proses melahirkan, dokter obstetrik tampak terganggu, dan meninggalkan ruangan operasi cukup lama serta menerima telepon selama delapan menit dari seorang makelar. Kelalaiannya ini menyebabkan bayi Earl Jr. kehilangan fungsi kognitifnya dan harus membayar denda malpraktek sejumlah USD33,8 juta.

"Dia tidak pernah meminta maaf," kata Dixon. "Dia tidak peduli. Ia terus berbohong. Ia terus menyalahkan saya."

Pasien menolak operasi bedah cesarean

Sang ibu sudah berada dalam kondisi hampir melahirkan di North Shore Medical Center di Miami, Florida dan dokter yang bertanggung jawab menanganinya adalah Ata Atogho. Ia kemudian memerintahkan perawat untuk memberikan obat untuk memperkuat kontraksi dan tidak ada indikasi diperlukan operasi cesarean.

Menurut Hakim Robert Scola, wajah bayi sudah membiru saat dilahirkan dan tubuhnya tampak lemas saat dialhirkan. Ayah sang bayi, Earl Reese-Thornton Sr., mengatakan meskipun tim medis berusaha mengembalikan bayi, Earl Jr. sudah dinyatakan mati otak.

Dixon menyatakan bahwa dokter, yang sudah berpraktek di Florida sejak 2009, menyalahkan ibunya karena tidak cukup kuat saat mendorong. Selain itu, perawat lain juga mengatakan dokter memalsukan catatan medis wanita ini, dengan menulis bahwa Dixon menolak operasi cesarean.

Perawat, yang tidak meninggalkan ruang operasi sama sekali, mengatakan bahwa Atogho tidak pernah menawarkan operasi cesarean meskipun pasien mengatakan untuk, "Bedah saya. Saya ingin dibedah. Saya tidak mau melakukan ini lagi."

Dokter mengabaikan gejala gangguan pada fetus

Menurut catatan pengadilan, ketika Dr Atogho sampai di kasur Dixon, bayinya mengalami kecepatan jantung hingga "kategori 3". Martin Gubernick, seorang dokter yang berpraktek di New Yrok Prebyterian Hospital Weill Cornell Medical, menjelaskan bahwa gangguan fetus mungkin terjadi karena dehidrasi, karena lamanya proses kelahiran atau karena perintah dokter untuk memaparkan obat untuk induksi kontraksi.

Atogho juga mencoba tiga kali untuk melahirkan bayi menggunakan alat vacuum yang disebut "Kiwi", namun tidak berhasil. Setelah 90 menit Dixon mendorong, bayi akhirnya berhasil keluar, menurut catatan pengadilan.

"Anda tidak bisa memperlakukan bayi selama waktu itu dan jangan harap Anda akan mendapat outcome yang baik," kata Gubernick. Ia percaya bahwa jika Atogho melakukan operasi cesarean, "kemungkinan, bayi tidak akan mengalami gangguan".

Dua bulan setelah kejadian, Earl Jr. pulang dengan tabung makan dipasang di perutnya. Dokter sudah melakukan tracheotomy untuk membantunya bernapas. Bayi ini sebelumnya dirawat selama 30 menit sejak kelahiran, kata pengacara Dixon, Richard 'Bo' Sharp.

Sekarang, Earl Jr. mengalami skoliosis dan cerebral palsy, dan tidak bisa berbicara atau duduk tanpa jatuh. Ia harus mengonsumsi obat setiap hari.

Izin dokter "jelas dan aktif"

Pengadilan sebelumnya menunjukkan bahwa di awal tahun 2013, Atogho melahirkan dua bayi yang mengalami kerusakan otak permanen, dan sepertiga bayi mengalami disabilitas seumur hidupnya. Ibu bayi ini mendapat perawatan di Jessie Trice, yang memberi bantuan untuk warga berpenghasilan rendah dan tidak memiliki asuransi.

Dalam satu kasus, Atogho juga dikatakan terburu-buru dalam menggunakan alat vacuum sehingga menyebabkan bayi mengalami perubahan bentuk fisik, kerusakan permanen di saraf pundak dan leher. Ibunya, saat itu berusia 17 tahun, setuju untuk menerima ganti rugi USD92.200, menurut catatan pengadiloan.

Annie Neasman, seorang presiden dan CEO Jessie Trice, mengatakan Atogho, yang bergabung dengan mereka di tahun 2012, tidak lagi bekerja disana. Ia mengatakan bahwa Jessie Trice mengecek dengan seksama semua dokter sebelum mempekerjakan mereka.

"Selama tahun tersebut kami sudah melahirkan puluhan ribu bayi," katanya. "Kebanyakan tidak mengalami masalah dengan kelahirannya dan kualitas pelayanan kami."

Meskipun ada bukti kelalaian, namun izin Dr Atogho dikatakan "jelas dan aktif", menurut Departemen Kesehatan Florida. Ia tidak hanya bertanggung jawab untuk keputusan USD33,8 juta.

Bagi Dixon, keputusan hakim akan membantu biaya yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kesehatan sang anak, tetapi karena kerusakannya tidak bisa disembuhkan, hal ini bukan hanya menyebabkan perceraiannya dengan ayah sang bayi tetapi juga sakit hati mendalam seumur hidup. MIMS

Bacaan lain:
Depresi menjadi penyebab disabilitas pertama di dunia
Pemeriksaan medis yang tidak diperlukan ancaman viabilitas dalam dunia kesehatan
Lebih dari 20% pasien penderita kondisi serius pernah mengalami salah diagnosis
Reaksi berlebihan ke alergi makanan pada anak bisa menyebabkan kesalahan diagnosis


Sumber:
http://www.thespec.com/news-story/7274440-doctor-s-call-to-broker-during-baby-s-delivery-leads-to-33-8m-judgment/
http://www.kidspot.com.au/parenting/real-life/in-the-news/family-awarded-45-million-after-newborn-was-left-with-severe-brain-damage
www.miamiherald.com/news/health-care/article147506019.html