Seorang pasien yang kembali memeriksakan diri ke satu dokter yang sama kemungkinan adalah penanda dokter memiliki sikap yang baik saat melakukan konsultasi langsung. Dokter mengemas keahlian medis dan menerapkannya dengan baik sehingga pasien merasa nyaman tiap kali berkunjung.

Tapi bagaimana kalau tidak terjadi tatap muka langsung? Saat cara pengobatan bergeser menuju era digital, konsultasi dilakukan dengan teknologi, menggunakan komputer atau telepon genggam. Saat ini telemedicine sedang menjadi tren, sehingga dokter harus melengkapi diri mereka dengan sikap berinternet yang baik untuk memberikan perawatan dan kenyamanan kepada pasien dalam mengembangkan komunikasi selama melakukan telemedicine.

Sikap berinternet sangat penting untuk keberhasilan telemedicine

Penerapan telemedicine bukan tanpa rintangan, apalagi masih dalam usia relatif muda. Pemula yang baru menerapkan telemedicine harus belajar melalui pengalaman dan membaginya, karena sikap atau etika berinternet belum ada dalam kurikulum kedokteran. Pelatihan formal mungkin tidak terlalu membantu, karena sebagian besar menggunakan naluri. Oleh sebab itu, memulai sebuah konsultasi virtual menggunakan internet yang beretika adalah kunci sukses penerapan telemedicine.

Teknis ber-telemedicine memainkan peran penting. Hal-hal kecil seperti resolusi webcam, kecepatan internet dan peralatan audio agar tidak terputus di tengah sesi perlu diperhatikan. Pencahayaan dan latar belakang ruang dokter juga penting. Duduk membelakangi cahaya mungkin akan membuat dokter terlihat gelap. Postur dan gestur dokter mudah terlihat di depan layar, sehingga pakaian yang tepat pun perlu untuk diperhatikan. Selain itu, menjaga kontak mata juga penting, sama seperti dalam konsultasi secara langsung.

Psikolog eksperimental Elizabeth Krupinski, ketua evaluasi program telemedicine di Universitas Arizona mengimbau mahasiswa yang melakukan telemedicine untuk menonaktifkan fitur picture-in-picture saat video chat. "Matikan dan lihat pasiennya," katanya, hal ini memang rumit dan membutuhkan latihan agar dokter dapat melihat langsung pada webcam daripada pasien di layar.

Walaupun dokter memiliki sikap yang baik saat konsultasi secara langsung, tidak berarti sikap berinternet juga baik. Dokter mungkin merasa terbebani dengan banyak hal terkait telemedicine yang menghalangi mereka memberikan pelayanan secara optimal. Masalah muncul jika dokter tidak terbiasa dengan kamera. "Ada beberapa orang ahli saat bertatap muka langsung namun saat dihadapan kamera, mereka terlihat kikuk," kata Krupinski.

Pelayanan telemedicine, agar dokter merasa nyaman

Telemedicine mudah diterapkan. Program telemedicine pediatrik di Universitas California di Davis memiliki klinik telemedicine khusus yang dibangun di rumah sakit untuk melayani pemeriksaan secara virtual. Klinik ini sengaja dibuat seperti kantor biasa, dengan buku dan komputer, namun dengan penerangan yang lebih baik. Seluruh ruangan juga dihubungkan dengan mikrofon sehingga dokter dapat berbicara dengan bebas tanpa menggunakan headset -  merupakan etika dokter saat melakukan telemedicine agar tidak menyiarkannya kepada orang lain.

"Kami berusaha sebaik mungkin untuk mengendalikan semua kondisi lingkungan, sehingga dokter merasa nyaman," kata Jim Marcin, ketua program telemedicine anak di Universitas California, Davis. Ia juga mengatakan bahwa 15 menit latihan etika video dasar sudah cukup bagi dokter agar terbiasa dengan telemedicine dan mengembangkan sikap berinternet.

Terdapat layanan online seperti Teladoc dan HealthTap yang memiliki sejumlah tenaga profesional medis yang siap memberikan saran dan melakukan konsultasi dari jarak jauh kepada pasien yang belum pernah ditemui sebelumnya. Di sisi lain, para ahli skeptis tentang kemampuan dokter dalam memberikan pelayanan kepada pasien secara virtual, mereka berpendapat bahwa konsultasi melalui internet memerlukan lebih banyak kerjasama (dan jenis kerjasama yang berbeda) daripada melalui tatap muka langsung. MIMS

Bacaan lain:
Dokter: Apakah kualitas konsultasi tergantung pada lamanya waktu?
Kata-kata yang tidak boleh keluar dari mulut seorang dokter
Tidak berbicara terlalu "seperti dokter" saat berkomunikasi dengan pasien

Sumber:
https://www.wired.com/story/telemedicine-is-forcing-doctors-to-learn-webside-manner/
http://www.modernhealthcare.com/article/20160827/MAGAZINE/308279981
http://fortune.com/2016/11/02/telemedicine-virtual-health/