Tepat. Cepat. Aman. Inilah yang ditawarkan teknologi kanker terbaru dan ukuran alat ini hanya sebesar pensil.

Peneliti dan insinyer dari Universitas Texas di Austin mengembangkan MassSpec Pen, yang bisa mendeteksi sel kanker dalam jaringan dalam hitungan detik sehingga bisa digunakan untuk mengarahkan dokter bedah saat memeriksa dan mengeliminasi semua jenis kanker saat operasi.

Sekarang, hanya dibutuhkan waktu beberapa hari untuk mengetahui apakah semua sel sudah berhasil diangkat saat operasi. Meninggalkan sel kanker bisa menyebabkan kekambuhan penyakit, atau setidaknya, perlu melakukan operasi lagi untuk membersihkan daerah tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Science Translational Medicine, menemukan bahwa pen ini bisa mengidentifikasi jaringan berkanker hanya dalam waktu 10 detik saat operasi.

Dua ratus lima puluh enam (256) pasien kanker diikutsertakan dalam penelitian untuk menguji MassSpec Pen, dan ditunjukkan bahwa alat ini memiliki akurasi hingga 96%.

Selain membantu dokter bedah membersihkan sel kanker hingga mereka bisa memastikan hampir semuanya sudah terangkat, alat ini juga berguna untuk pengambilan keputusan jaringan mana yang bisa dibiarkan dalam tubuh pasien.

Analisis cepat

Spektrometer massa mini ini memiliki bentuk stylus dan saat pen menyentuh jaringan berkanker, maka akan terbentuk molekul yang dianalisis. Alat ini bisa mengidentifikasi sel kanker melalui molekul berbeda yang disebut metabolit, yang bisa dikatakan unik untuk setiap jenis kanker, dan bersamaan dengan biomarker lain yang berguna sebagai karakteristik kanker.

MassSpec Pen bisa dengan tepat mendeteksi residu sel kanker dalam hitungan detik dan sebuah menitor akan menunjukkan hasil terntentu, yang terdiri dari "normal" atau "cancer".

James Saliburk, kepala dokter bedah endokrin di Fakultas Kedokteran Baylor, yang berkolaborasi dalam proyek ini, mengatakan alat baru ini berguna untuk proses operasi yang lebih tepat, cepat dan aman. Teknologi baru ini membuat dokter bisa lebih tepat menentukan jaringan mana yang harus diangkat dan apa yang harus dibiarkan.

Di sisi lain, Filipina juga tidak mau kalah dalam seni teknologi terapi kanker. Linear Accelerator (LINAC) merupakan mesin terapi radiasi yang berfokus pada radiasi untuk membunuh sel kanker.

Meminimalisir kerusakan

Hanya tiga rumah sakit yang memiliki alat ini, dan yang terakhir ditawarkan adalah ManilaMed melalui Cancer Care Center.

Yang membuat alat LINAC unik adalah kemampuannya untuk membidik tumor dan meminimalisir kerusakan ke sel sehat di sekitarnya.

Raquel Santecera, kepala dokter medis, mengatakan, "Dengan LINAC, akurasi saat menargetkan tumor bisa dilakukan dalam rentang ukuran milimeter."

Dr Vicente Hizon, kepala dokter onkologi radiasi, mengatakan fitur terbaru LINAC – teknologi kanker terbaru – adalah Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT).

Ia menjelaskan bahwa pada LINAC sebelumnya, mereka harus menggeser LINAC dari sudut ke sudut dan pemaparan radiasi dihentikan sehingga paparan sinar bisa disesuaikan dengan bentuk dua dimensi tumor berdasarkan perspektif terbaru, model di rumah sakit mereka bisa digunakan untuk menyesuaikan sudut paparan sinar sambil terus memaparkan radiasi.

"Akurasi posisi dan akurasi dosis bisa semakin ditingkatkan. Karena alat ini, kehidupan, kontrol tumor lokal dan efek samping yang dihasilkan dari terapi radiasi menjadi lebih baik," ungkap dokter onkologi radiasi.

Di samping operasi merupakan modalitas yang diterima dalam terapi kanker, namun terapi radiasi juga merupakan pilihan yang tidak terlalu drastis dan invasif.

Tidak peduli bagaimana kondisinya, Cancer Care Center di rumah sakit mungkin menawarkan jenis modalitas berbeda dan pasien serta keluarga dipandu secara hati-hati untuk memutuskan keputusan apa yang sebaiknya diambil melalui diskusi bersama satu tim dokter spesialis perawatan kanker. MIMS

Bacaan lain:
Terapi kanker capecitabine ternyata dapat menghapus sidik jari
Apakah kanker muncul karena "nasib buruk"?
Fototerapi bisa menginduksi sel kanker untuk "bunuh diri" hanya dalam waktu 2 jam

Sumber:
http://lifestyle.mb.com.ph/2017/09/07/pen-like-tool-helps-surgeons-spot-cancer-cells/