Teknologi kesehatan yang ada sekarang mendukung pasien untuk bertanggung jawab pada kesehatan mereka sendiri dan mendukung dokter dalam pelayanannya.

Dimulai dari tato stetoskop, berikut ada beberapa teknologi yang bisa dikenakan, yang akan segera bisa diresepkan ke pasien.

1. Stetoskop untuk pasien penyakit jantung

Alat monitoring jantung yang pas dengan genggaman tangan, Smart StethosScope (S3) diciptakan oleh tiga mahasiswa dari Politeknik Nanyang di Singapura, yang diciptakan untuk membantu pasien penyakit jantung untuk memonitor jantung mereka untuk bunyi abnormal – di rumah.

Monitor jantung ini merupakan salah satu penemuan yang dipresentasikan dalam Imagine Cup World Final diadakan oleh Microsoft pada Juli silam.

"Apa yang diinginkan dokter adalah alat yang bisa mengumpulkan data bunyi jantung," jelas salah satu penemu, mahasiswa keamanan digital dan forensik, Sean Wong.

"Tetapi masalahnya adalah pasien emmbutuhkan bantuan teknis untuk menggunakannya – seperti mengetahui lokasi pasti untuk menempatkan alar, agar bisa mendeteksi bunyi abnormal."

Pasien hanya diminta untuk mengenakan alat ini selama sekitar lima menit dalam sehari untuk mencatat data jantung mereka. Penemu berharap alat ini bisa menangkap kondisi jantung yang mungkin tidak bisa dideteksi selama pertemuan medis.

Mereka sekarang sedang mencari pasar pertama S3 di fasilitas kesehatan medis sehingga dokter bisa segera meresepkan alat ini ke pasien dengan masalah jantung.

2. Alat di telinga untuk memeriksa fluktuasi suhu tubuh

The 3D Body temperature sensor can track core body temperature and health issues. Photo credit: American Chemical Society
The 3D Body temperature sensor can track core body temperature and health issues. Photo credit: American Chemical Society


Peneliti berhasil menemukan sensor hasil print 3D yang bisa mendeteksi suhu inti tubuh manusia, termasuk fluktuasinya. Teknologi yang bisa dikenakan ini bekerja dengan bantuan dari sirkuit pemrosesan data terintegrasi, modul nirkabel dan sensor inframerah untuk mengukur suhu tubuh.

Ada transmiter modul dari Bluetooth dalam alat ini yang bisa mengirim suhu tubuh dalam aplikasi telepon genggap. Ini merupakan salah satu dari beberapa alat yang bisa mendeteksi suhu tubuh manusia dan menyajikan data secara langsung.

Seperti termometer akurat lain, sensor ini bekerja melalui telinga manusia untuk mendeteksi fluktuasi suhu, yang kemudian akan mengindikasikan apakah orang tersebut menderita kondisi penyakit tertentu. Naik dan turunnya suhu tubuh bisa menjadi tanda insomnia, kelelahan, depresi dan gangguan fungsi metabolik.

3. Tato sementara yang mendeteksi tanda vital manusia

This light and thin wearable temporary tattoo sensor can monitor electrical muscle activity and body temperature. Photo credit: Takao Someya/University of Tokyo
This light and thin wearable temporary tattoo sensor can monitor electrical muscle activity and body temperature. Photo credit: Takao Someya/University of Tokyo


Peneliti di Jepang berhasil menemukan sensor yang bisa memonitor tanda vital manusia tanpa inflamasi dan mengiritasi kulit. Sensor ini diciptakan dengan sangat tipis, sangat ringan, dan berpori – yang tampak dan terasa seperti tato henna – dibuat dari jala berukuran nano sehingga udara bisa melalui jarak kecil di antaranya.

Dibandingkan alat lain yang bisa memonitor aktivitas otot elektrik dan suhu tubuh – teknologi ini tidak menyebabkan orang-orang berkeringat atau merasa gatal; dengan demikian, membuatnya cocok untuk penggunaan jangka panjang kecuali alat ini menjadi basah. Dalam hal presisi, bacannya lebih akurat karena alat ini tidak dibuat dari serat polyester atau karet.

Mengenai teknologi terbaru ini, Takao Someya, seorang peneliti yang terlibat dalam penemuan ini mencatat, "kami berhasil mengatasi rasa ketidaknyamanan saat mengenakan alat. Orang-orang bahkan tidak bisa merasakan keberadaan alat ini di kulit mereka."

Sensor tato sementara ini bisa mendeteksi sentuhan, suhu dan tekanan. Sensor ini juga bisa membaca aktivitas elektrik otot – seperti gel elektroda lainnya.

Peneliti berharap agar sensor ini bisa membantu orang-orang dari ranah berbeda, termasuk tenaga medis dan olahraga – karena alat ini bisa mendeteksi tanda fisiologi atlet tanpa mengganggu gerak mereka. MIMS

Bacaan lain:
6 alat yang mengubah dunia kesehatan
Teknologi baru pengubah DNA berhasil dikembangkan oleh peneliti di Singapura
Terapi gen pertama di dunia berhasil mengembalikan sel sabit pada seorang remaja

Sumber:
http://www.straitstimes.com/singapore/education/wear-this-device-to-monitor-the-heart
https://www.upi.com/Health_News/2017/07/19/Personalized-wearable-sensor-measures-body-temperature/2501500468487/
https://mobile.nytimes.com/2017/07/20/health/breathablewearable-sensor-temporary-tattoo.html