Inovasi dan penemuan baru sangat dibutuhkan dalam dunia pengobatan yang dengan demikian memicu kemunculan banyak terobosan dalam pengobatan, menghasilkan sistem dan metode yang digunakan sekarang ini. Dengan demikian, banyak tenaga kesehatan sekarang mulai mengaplikasikan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan.

Teknologi digital, khususnya, sangat penting untuk menjaga pelayanan kesehatan tetap efektif dan relevan, terutama untuk mempermudah tindakan serta prosedur medis – dimana teknologi dapat digunakan sebagai terapi sekaligus administrasi dan manajemen rumah sakit. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk mengikuti perkembangan teknologi digital termasuk obat-obatan, terapi dan jenis pengobatan lainnya.

Contoh terobosan penting dalam teknologi digital adalah penggunaan kecerdasan buatan (atau Artificial Intelligence/AI), komputasi kuantum, teknologi yang dapat dikenakan, komputasi generasi-selanjutnya, augmented reality, virtual reality, dan internet of things (IoT).

Augmented dan virtual reality sekarang banyak digunakan untuk terapi fisik dan mental manusia
Augmented dan virtual reality sekarang banyak digunakan untuk terapi fisik dan mental manusia

Chris Penrose, wakil presiden senior operator seluler AS, divisi AT&T Internet of Things, mengatakan bahwa dengan menghubungkan hal-hal yang belum pernah terhubung sebelumnya, perawat dan dokter dapat memantau pasien dengan lebih baik. Mereka juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan, baik di rumah maupun di fasilitas perawatan kesehatan.

Dengan memahami fungsinya secara mendalam, tidak ada hal yang tidak mungkin. Misalnya, teknologi yang dapat dipakai dapat memantau statistik pasien dan jumlah latihan yang dilakukan. Ini membantu dokter untuk memantau kemajuan pasien mereka melalui sebuah aplikasi.

Dengan kata lain, teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dapat digunakan untuk mengembangkan terapi fisik dan mental untuk membantu penyembuhan stroke maupun cedera lainnya.

Digitasi dan digitalisasi bukan sesuatu yang mudah

Proses digitalisasi dan modernisasi sistem pendekatan medis masih merupakan jalan yang panjang dan berliku. Meskipun sebuah laporan oleh Digital News Asia menyatakan bahwa 77% petugas kesehatan yang disurvei bersikap terbuka terhadap setiap penggunaan teknologi digital baru di setiap aspek pekerjaan mereka, permasalahan mengenai kurangnya sumber daya dan infrastruktur masih muncul.

Batasan utama yang dihadapi pebisnis dalam perjalanan transformasi digital mereka
Batasan utama yang dihadapi pebisnis dalam perjalanan transformasi digital mereka

Menurut Gabe Rijpma, direktur senior Health and Social Services, Asia, Microsoft, "76% pemimpin bisnis sepakat bahwa penelusuran data baru ini memungkinkan penyedia layanan kesehatan mendapatkan keuntungan dari pendapatan operasional yang lebih tinggi. Namun, penting untuk diketahui, di saat ada pengakuan luas tentang kebutuhan akan perubahan, mereka melakukannya secara bertahap."

Hambatan pertama dan paling mendesak yang dihadapi industri kesehatan digital, adalah kurangnya dukungan pemerintah, termasuk rendahnya infrastruktur dan kebijakan. Hal ini diikuti oleh keadaan ekonomi yang tidak pasti, kekhawatiran akan keamanan cyber, kurangnya pengetahuan kepemimpinan dan kebutuhan mendesak untuk menangkal pengganggu industri.

Jadilah pencetus perubahan digital

Menghadapi teknologi digital yang disediakan untuk tenaga kesehatan akan menjadi tugas yang berat, tetapi masih dapat dijalani. Kedepannya, petugas kesehatan diharapkan mulai menggunakan dan menerapkan teknologi ini mulai dari diri sendiri.

Salah satu teknologi yang dapat diadopsi oleh para dokter adalah telemedicine. Melalui layanan ini, dokter dapat mengatur jadwal konsultasi dengan pasien yang mungkin berhalangan datang atau mengalami immobilisasi.

Dengan kata lain, petugas rumah sakit wajib mempelajari tentang analisis data besar, untuk memudahkan mereka dalam memahami pola perilaku pasien serta mobilitas staf secara baik.

"Ada penyebaran teknologi – data besar, kecerdasan buatan (AI) – dan ini memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi pola kesehatan yang tidak tersedia bagi dokter yang intuitif," kata Robert Graboyes, peneliti senior di Mercatus Pusat di Universitas George Mason.

Seringkali tanpa disadari, sistem teknologi ini mudah dipahami dan dapat digunakan dari hari ke hari dalam melakukan tugas tanpa kesulitan dan membuang tenaga.

"Munculnya berbagai teknologi, khususnya, cloud, analisis dan kemampuan baru seperti AI dan IoT akan menunjang organisasi untuk bertransformasi. Tetapi transformasi sesungguhnya hanya terjadi saat masyarakat turut bergabung di dalamnya. Melengkapi karyawan dengan alat yang tepat sebagai bagian dari solusi agar lebih responsif, didorong data dan pemusatan pada pelanggan juga penting," imbuh Rijpma. MIMS

Bacaan lain:
6 alat yang mengubah dunia kesehatan
5 teknologi yang bisa digunakan di rumah sakit
Teknologi kesehatan: 3 inovasi yang bisa segera diresepkan

Sources: 
https://www.digitalnewsasia.com/digital-economy/77-healthcare-leaders-believe-they-need-go-digital-succeed-microsoft
http://fortune.com/2017/04/20/digital-health-revolution/
https://www.cnbc.com/2016/06/10/how-digital-technology-is-changing-the-landscape-of-health-care.html
https://www.whatech.com/medical-technology/blog/406215-virtual-and-augmented-reality-in-healthcare