Dr Ted Stanley, seorang profesor anestesiologi di Universitas Utah, mempopulerkan Fentanil untuk penggunaan medis dalam bentuk lolipop. Diciptakan oleh Dr Stanley dan Brian I. Hague di tahun 1983, lolipop Fentanil sudah banyak membantu jutaan pasien kanker dalam menurunkan rasa nyeri berat.

Dr Stanley baru-baru ini menutup usia di Kota Salt Lake, saat berusia 77 tahun. Menurut Universitas Utah, penyebabnya adalah komplikasi kanker prostat.

The man behind the Fentanyl lollipop, Dr Theodore Stanley. Photo credit: The University of Utah, Department of Anaesthesiology
The man behind the Fentanyl lollipop, Dr Theodore Stanley. Photo credit: The University of Utah, Department of Anaesthesiology

Permen fentanil: Gagasan Ted Stanley

Dilahirkan oleh Theodore Henry Stanley pada 4 Februari 1940 silam, di Manhattan, Dr Stanley mendapat gelar sarjana di bidang zoologi, kimia dan musik dari Universitas Columbia, tahun 1961.

Meskipun bisa memainkan sembilan alat musik dan sangat tertarik dengan olahraga baseball, namun Dr Stanley kemudian mengejar karir medis. Ia mendapatkan gelar medisnya dari Fakultas Kedokteran dan Dokter Bedah Universitas Columbia.

Mendapat beasiswa di Universitas Utah, ia berencana menjadi seorang dokter bedah jantung – mengambil jurusan anestesiologi. Di tahun 1972, ia bergabung dengan Universitas Utah, dimana ia akhirnya menjadi seorang profesor penelitian bedah dan direktur penelitian di Fakultas Kedokterannya.

Menurut Talmage Egan, kepala departemen anestesiologi Universitas Utah, Dr Stanley mengubah penggunaan opioid untuk anestesi. Egan kemudian menjelaskan bahwa di pertengahan tahun 1970an, dokter anestesi biasanya menggunakan gas atau morfin. Namun gas biasanya tidak memberikan efek pereda nyeri yang signifikan, dan morfin menyebabkan tekanan darah rendah atau masalah jantung lainnya.

Sekarang, hampir semua dokter anestesi menggunakan gas dan opioid secara bersamaan.

Bukan lolipop biasa

Dr Stanley kemudian melakukan penelitian dengan koleganya di Sacramento, California. Mereka mempelajari immobilisasi hewan besar, seperti rusa, menggunakan anak panah yang mengandung opioid.

Saat mereka melakukan intervensi dengan subjek uji (sekelompok monyet) mereka, koleganya menyarankan agar Carfentanil – variasi Fentanil – diinjeksikan ke dalam gula dadu untuk mempermudah intervensi.

Maka dimulailah pengujian menggunakan gula dadu, dan ditemukan berhasil.

Dr Stanley menjelaskan di stasiun radio Kota Salt Lake KUER di tahun 2010 bahwa "monyet menyukai gula dadu, dan para monyet sangat menikmatinya."

Kemudian Dr Stanley bertanya-tanya apakah penemuan mereka bisa digunakan pada pasien manusia – khususnya anak-anak yang seringkali merasa stres dan gelisah sebelum operasi.

Pola pikirnya ini kemudian menjadi asal mula diciptakannya lolipop Fentanil. Seperti permen biasa, lolipop ini terdiri dari beberapa rasa buah dan terdapat pegangan plastik di tengahnya. Namun, permen ini mengandung bahan tambahan – Fentanil.

Fentanil disintesis oleh Paul Jansen di tahun 1960. Obat sintetik ini merupakan obat nyeri opioid kuat. Biasanya 100 kali lebih kuat daripada morfin atau oxycodone, dan 50 kali lebih kuat daripada heroin.

Lolipop Fentanil diresepkan untuk meringankan rasa nyeri pada pasien kanker. Dan sudah banyak digunakan pada penderita migrain dan nyeri kepala, nyeri punggung dan tulang parah, arthritis dan penyakit kronik lainnya.

Karena pasien mungkin menolak injeksi dan menelan pil, permen Fentanil merupakan suatu alternatif yang brilian. Metode yang tidak invasif dan tidak memerlukan suntikan, merupakan sesuatu yang banyak disukai pasien.

Fentanil sitrat bekerja lebih cepat daripada pil, dan onsetnya bisa jadi secepat injeksi – dengan kecepatan absorpsi (dalam aliran darah) dalam waktu 20 menit.

Ketenaran lolipop Fentanil

Fakultas bisnis Universitas Utah mendorong Dr Stanley untuk mendirikan perusahaan untuk menjual ciptaannya. Dengan tidak adanya pengalaman bisnis, Dr Stanley akhirnya mendirikan Anesta, bersama seorang pebisnis Bill Moeller. Ini merupakan perusahaan farmasetik pertama dari beberapa perusahaan lain yang didirikan oleh Dr Stanley.

Produk pertama perusahaan ini, Oralet, diproduksi dengan target anak-anak. Meskipun tidak cukup berhasil.

Kemudian Dr Stanley menemukan pasar untuk produk barunya, Actiq. Obat ini ditujukan untuk pasien kanker dewasa yang mengalami "nyeri tak tartahankan" – rasa sakit yang tidak bisa ditahan oleh banyak opioid.

Seiring berjalannya waktu, Dr Stanley dan kolega mematenkan lolipop Fentanil di tahun 1985. Di tahun 1998, US Food and Drug Administration (FDA) menyetujui Actiq. Untuk membedakannya dari permen biasa, Actiq dijual dalam kemasan tebal.

Di tahun 2015, sejumlah total 6,5 juta resep Fentanil diracik di Amerika. Obat ini dipaparkan melalui spray, tablet, patch, injeksi dan permen lolipop Dr Stanley.

A prototype and packaging of Actiq, the brand name for Dr Stanley’s synthetic analgesic lollipop, in 1997. Photo credit: Associated Press/New York Times
A prototype and packaging of Actiq, the brand name for Dr Stanley’s synthetic analgesic lollipop, in 1997. Photo credit: Associated Press/New York Times


Penggunaan terlarang lolipop

Fentanil Seperti penemuan medis lain, opioid kuat ini rentan disalahgunakan. Jika dikonsumsi secara tidak seharusnya, bahkan hanya sedikit miligram Fentanil bisa menyebabkan kematian akibat overdosis. Pengguna opioid seringkali mendapatkan Fentanil opioid melalui resep palsu, dokter yang mengeluarkan resep berlebih, distribusi ilegal atau mencuri dari apotek.

Di Amerika, Fentanil dicampur dengan narkotika lain seperti heroin dan pil oxycodone. Pengguna menyebut permen ini sebagai ‘perc-a-pop’ – karena ada obat penghilang nyeri yang bernama Percocet.

Untuk menghentikan penyalahgunaan, Dr Stanley sudah memperingati pemerintah New jersey bahwa konsumsi Fentanil yang tidak seharusnya "bisa menyebabkan dua atau tiga dari enam kemungkinan (kematian)." MIMS

Bacaan lain:
Malpraktek oleh apoteker: Kekeliruan, kelalaian dan penyalahgunaan
Apakah 'obat pintar' benar-benar memiliki kecerdasan tanpa menimbulkan efek samping?
Dr Wikipedia: Meningkatnya penggunaan website sebagai sumber informasi untuk dokter

Sumber:
https://www.nytimes.com/2017/08/04/us/ted-stanley-dead-fentanyl-lollipop-inventor.html?rref=collection%2Fsectioncollection%2Fhealth&action=click&contentCollection=health&region=stream&module=stream_unit&version=latest&contentPlacement=2&pgtype=sectionfront
https://www.washingtonpost.com/local/obituaries/ted-stanley-whose-fentanyl-lollipop-alleviates-cancer-patients-pain-dies-at-77/2017/08/07/f7a4495a-7b79-11e7-83c7-5bd5460f0d7e_story.html?utm_term=.f712d262bfb0
http://newsinfo.inquirer.net/921518/fentanyl-lollipop-creator-dies-at-77 
http://healthsciences.utah.edu/notes/postings/2017/08/celebrating-ted-stanley.php#.WY8Y9yN95O0 
https://www.youtube.com/watch?v=VO4YOCndeoA