Peneliti dari Imperial College London dan World Health Organization menganalisis usia penduduk dari 35 negara industri, dari campuran beberapa daerah berpendapatan tertinggi, dan diketahui rata-rata harapan hidup manusia di dunia adalah 71,4 tahun pada 2015, dan terus meningkat hingga 2030.

Wanita Korea Selatan berada di posisi teratas, dengan prediksi rata-rata harapan hidup mencapai 90,8 tahun, sedangkan pria Korea Selatan rata-rata berusia 84,1 tahun.

"Hasil terbesarnya adalah bahwa ... setidaknya satu kelompok berhasil memecahkan batas usia 90 tahun," kata Majid Ezzati, profesor kesehatan lingkungan dunia di Imperial College London yang memimpin penelitian.

"Kita harus mulai merencanakan kehidupan"

Ini merupakan hasil yang menggemparkan karena sudah lama manusia percaya bahwa rata-rata harapan hidup manusia tidak akan pernah melebihi usia 90 tahun.

"Ini menunjukkan bahwa meskipun ada pembatas hidup panjang," katanya. "Kita harus mulai merencanakan hidup kita ke depannya."

Peningkatan harapan hidup merupakan hasil dari penurunan mortalitas akibat infeksi pada anak-anak dan dewasa, meskipun demikian, "kebanyakan karena semakin panjangnya hidup pasien penderita penyakit kronis," menurut penulis penelitian.

Mengikuti Korea Selatan, harapan hidup wanita Perancis dan Switzerland sekarang mencapai 88,6 dan 84 tahun secara berurutan. Wanita disebut-sebut memiliki harapan hidup lebih panjang daripada pria. Kondisi ini muncul akibat gaya hidup tidak sehat.

"Pria pada umumnya memiliki gaya hidup yang lebih tidak sehat, dan dengan demikian harapan hidup mereka juga menjadi lebih pendek," jelas Ezzati. "Mereka lebih banyak merokok dan minum, dan lebih banyak pria yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan melakukan usaha bunuh diri, meskipun demikian, jika gaya hidup pria dan wanita serupa, maka harapan hidup keduanya pun juga akan sama.

Makanan Barat banyak memengaruhi generasi muda di Asia

Di sisi lain, banyak negara memiliki rata-rata usia hidup yang panjang, seperti Jepang, diprediksi hanya akan mengalami sedikit penambahan harapan hidup. Pada umumnya, makanan sehat dan gaya hidup aktif orang Jepang membuat para wanita Jepang menjadi pemegang harapan hidup tertinggi di dunia.

"Cerita Jepang tidak akan pernah berakhir," menurut Ezzati. Di saat orang Jepang "masih memiliki angka obesitas yang rendah dan tekanan darah rendah", namun kebudayaan Barat sedang "berusaha" memengaruhi gaya hidup demikian. Fenomena ini tidak unik di Jepang.

"... di banyak bagian di Asia, banyak ditemukan anak muda yang mengonsumsi makanan Barat. ... Makanan yang (sebelumnya) sehat mungkin tidak disukai oleh anak-anak muda tersebut," ungkap Sarah Harper, seorang profesor dari gerontologi di Universitas Oxford.

"Korea Selatan sudah berhasil mengejar Jepang karena standar kehidupannya sudah semakin meningkat," tambahnya. Harapan hidup pria di Jepang juga menurun dari peringkat empat tertinggi menjadi peringkat ke-11 di antara negara yang diteliti.

Akses fasilitas kesehatan merupakan faktor utama

Harapan hidup terendah muncul pada wanita di Makedonia dan pria di Serbia, dimana mereka memiliki risiko mortalitas yang relatif tinggi di usia 40an atau 50an tahun. Banyak penyebabnya, termasuk tingginya angka obesitas dan risiko kesehatan lain, kekerasan dan kecelakaan, dan juga tidak meratanya akses ke fasilitas kesehatan.

AS diprediksi memiliki harapan hidup terendah di antara negara berpenghasilan tinggi lain - 83,3 tahun untuk wanita dan 79,5 tahun untuk pria - sama dengan Meksiko dan Kroasia.

"AS menghabiskan lebih banyak uang untuk masalah kesehatan dibandingkan negara lain di dunia. Beberapa orang menyebut situasi ini bisa terjadi karena tidak samanya fasilitas kesehatan," kata Harper.

Penemuan ini memberikan implikasi besar bagi para pengambil keputusan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan mempersiapkan perubahan demografi dalam populasi negara mereka. Menurut Ezzati, Korea Selatan bisa mencapai kesuksesan karena mudahnya akses ke fasilitas kesehatan, nutrisi anak, edukasi, teknologi dan gaya hidup, yang kemudian menurunkan angka merokok dan tekanan darah rendah.

"Negara yang berhasil adalah negara yang mau melakukan investasi untuk sistem kesehatan mereka dan memastikan biaya tersebut bisa mencapai semua orang," simpul Ezzati. MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Menghadapi krisis penggunaan obat
Peran seni untuk membantu pasien agar cepat sembuh
Koleksi unik perpustakaan medis yang wajib dikunjungi


Sumber:
http://edition.cnn.com/2017/02/21/health/life-expectancy-increase-globally-by-2030/
http://www.medscape.com/viewarticle/876114#vp_1
http://www.bbc.com/news/health-39040146