Selebaran informasi obat selalu tersedia dalam kemasan obat, dan kertas ini seringkali tidak terbaca atau hanya dilipat oleh konsumen di seluruh dunia. Survery terbaru berhasil memunculkan masalah ini dan menggali pola pikir dan komentar pasien, diikuti dengan rekomendasi untuk selebaran obat.

Rekomendasi untuk memperbaharui selebaran informasi obat

Akademi Ilmu Kedokteran baru-baru ini melakukan pemungutan suara online yang meliputi 2.041 orang dewasa Inggris dan 1.013 dokter umum untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi pasien dan tenaga kesehatan dari penelitian medis untuk menimbang keuntungan dan kerugian obat. Hasil laporan ini menyerukan pengkajian ulang dan implementasi pendekatan yang lebih seimbang.

Akademi mencatat bahwa dalam selebaran hanya terdapat "daftar cucian" efek samping obat dan tidak banyak yang menjelaskan kegunaannya. Hal inilah yang kemungkinan menjadi penyebab kurang dari 50% konsumen yang lanjut mengonsumsi obat mereka. Kemungkinan efek samping yang muncul jarang dijelaskan dan risiko ini disebut dengan istilah "kemungkinan" atau "serius".

Prof Sir John Tooke, kepala Akademi Ilmu Kedokteran menyatakan, "Kita semua membutuhkan obat di satu titik kehidupan kita; namun, keputusan kapan harus menggunakan obat bisa jadi membingungkan. Selebaran dibuat berdasarkan perspektif peneliti, dengan tujuan untuk menyajikan potensi kerugian dan keuntungan obat, baik obat yang baru dan lama, sehingga pasien bisa mendapat keuntungan dari kemajuan ilmu pengetahuan."

"Satu potongan informasi yang bisa diterima pasien – selebaran informasi pasien – tidak memberikan keseimbangan informasi mengenai manfaat dan efek samping obat dan disebut dalam dialog publik kami sebagai informasi yang 'tidak berguna' dan 'tidak terbaca'," tambahnya.

Berisi informasi membingungkan

Juga, informasi seringkali mendeskripsikan mengenai bagaimana obat bekerja dalam istilah biologis yang menyulitkan dan disebutkan "Tidak ditulis dari perspektif konsumen," kata Prof Tooke. Misalnya, selebaran dalam kotak paracetamol menyebutkan pankreatitis atau hepatitis merupakan efek samping yang mungkin muncul jika mengonsumsi obat ini. Meskipun demikian, tidak ada penjelasan kondisi dan risiko apa yang menyebabkannya.

Seorang pasien, Silvia Krik ikut serta dalam percobaan publik untuk laporan ini. Ia berkomentar, "Saya sering mendapat resep dokter namun tidak mengerti mengapa saya membutuhkan obat, bagaimana obat ini bisa membuat saya merasa lebih baik, dan tepatnya kapan saya seharusnya mengonsumsinya. Hal ini membuat saya bingung mengenai mengapai obat itu penting untuk kehidupan saya dan siapkah saya dengan efek samping yang mungkin muncul."

Ia melanjutkan, "Sangat sulit untuk memikirkan pertanyaan yang seharusnya ditanyakan selama periksa, khususnya jika Anda biasanya mengunjungi dokter saat Anda merasa tidak sehat."

Untuk mengatasinya, Akademi sudah mengeluarkan sejumlah pertanyaan yang bisa publik gunakan untuk bertanya ke dokter untuk membantu pasien membuat keputusan mengenai obat.

Timbulnya masalah lain

Laporan juga merekomendasikan konsultasi dokter agar menjadi lebih efisien seperti memperpanjang waktu konsultasi untuk pasien dengan beberapa kondisi penyakit. Professor Helen Stokes-Lampard menyatakan bahwa pemerintah perlu mengimplementasikan ikrar kedokteran dengan cepat, termasuk di antaranya meningkatkan pembiayaan dan merekrut lebih banyak dokter umum dan tenaga kesehatan lain – untuk memastikan pasien memiliki cukup waktu dengan dokter keluarga, dan menerika perawatan yang cukup.

Selain itu, Akademi juga melaporkan bahwa 82% dokter umum dan publik tidak percaya akan obat percobaan yang dibiayai oleh industri farmasi karena mereka percaya mereka ditipu.

Dalam hal konsumsi obat, satu per tiga publik memercayai bukti penelitian klinis sedangkan dua per tiga lainnya lebih memercayai pengalaman keluarga dan teman. Ahli merasa kesulitan dalam mengatasi hal ini saat berkomunikasi dengan pasien. Prof Tooke menyebutkan website NHS Choices sebagai "bukti medis yang bisa dipercaya dan mudah dipahami".

Penemuan survey: Apa yang ilmuwan katakan?

Peneliti banyak menyambut rekomendasi ini – tetapi menyadari beberapa ketidak jelasan dalam penelitian saintifik.

Dr Louise Brown, ahli statistik senior di Unit Penelitian Klinis MRC di Universitas London, menyatakan bahwa ada tantangan lain yang berhubungan dengan media sosial dan internet. "Kita semua dibombardir dengan arus informasi baru yang sangat banyak dan sulit untuk diproses. Dan tentu saja, hal ini memunculkan perasaan skeptisme dan ketidakpercayaan," katanya.

Peter Openshaw, professor di Imperial College London, mengatakan memberikan informasi yang mudah diakses dan akurat mengenai terapi baru sangat penting. "Hanya dengan bekerja sama dengan pasien, dengan jelas dan jujur menjelaskan bukti saintifik, kita bisa menyadari potensi penuh ilmu pengetahuan medis di abad ke-21 ini," jelasnya. MIMS

Bacaan lain:
Dokter tidak memperhitungkan biaya saat meresepkan obat atau tes kesehatan
Tenaga kesehatan perlu meningkatkan keamanan digital dan meningkatkan kesadaran komunitas
Signifikansi catatan pasien yang baik

Sumber:
http://offlinehbpl.hbpl.co.uk/NewsAttachments/PGH/EnhancingUseofScientificEvidenceReport.pdf
http://www.bbc.com/news/health-40329418
https://www.theguardian.com/society/shortcuts/2017/jun/20/may-cause-drowsiness-how-to-make-sense-of-drug-instructions
http://www.gponline.com/gps-need-time-patients-explain-medication/article/1436997
http://www.webmd.boots.com/nhs/news/20170620/medicine-leaflets-unreadable
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4621170/Medicine-information-leaflets-improved.html