Pedro Pio (bernama asli Francesco Forgione) lahir di Pietrelcina, Italia, pada 25 Mei 1887. Kematiannya, 23 September 1968, dianggap sebagai momen yang religius. Hingga sekarang, tempat kelahirannya banyak dikunjungi pada penganut Katolik demi meminta "bantuan". Diikuti dengan rasa saleh dan iman, ia merupakan salah satu orang pemilik stigmata yang paling terkenal.

Pesona stigmata

Pada tahun 1916, ketika sedang berlangsung perang di Eropa, Pedro Pio melaporkan ada lesi di kaki dan tangannya, seperti kondisi Yesus saat disalib. Dari ceritanya, lesi ini berbentuk bulat sempurna dan berbau harum mawar. Dokter pada masa itu tidak berhasil menemukan penyebabnya. Namun, ternyata dalam sejarah, Pedro bukan orang pertama yang memiliki stigma, dan stigma ini kemungkinan hanya muncul sementara. Meskipun pesonanya bisa memengaruhi banyak orang, namun ada fakta mencengangkan di baliknya.

Promosi diri atau menyakiti diri?

Komunitas medis telah berusaha menjelaskan latar belakang penyebab kondisi ini. Namun, peneliti tidak mengikutsertakan orang yang mengaku ada luka berdarah yang muncul secara ajaib di tangan dan kaki. Kebanyakan komunitas medis bahkan menolak klaim stigmata, dan beberapa yang lain percaya ada alasan tidak masuk akal di balik luka ini.

Dalam catatan riwayat hidup Pedro Pio, sejak masa kanak-kanak, ia merupakan anak yang sakit-sakitan, ia pernah menderita kanker dan terus mengonsumsi obat. Ia juga menderita artritis hingga akhir hayatnya. Ia pernah disebut sebagai penipu oleh dua Paus sebelum Paus Yohanes Paulus II yang kemudian mengkanonasinya. Dr Agostino Gemelo, seorang dokter, psikolog, dan pendiri Catholic University of the Sacred Heart di Milan mengatakan bahwa Pedro Pio merupakan "psikopat yang memutilasi diri sendiri". Ungkapan ini bisa jadi benar.

Kasus gangguan mental

Rasa percaya dan obsesi berlebihan terhadap korban tebusan Yesus bisa mengarahkan stigmata sebagai suatu kondisi psikosomatik. Psychology Today melaporkan bahwa dalam sebuah penelitian berisi 1.000 partisipan, 16 persen partisipan menderita masalah psikologis.

Dan beberapa individu lain memiliki sifat tidak peduli pada dirinya sendiri, atau suka melukai diri. Beberapa percaya bahwa prinsip "dosa daging" membuat mereka menyiksa diri mereka sendiri, mengikuti pada pengorbanan Yesus. Dalam beberapa kasus, dinyatakan bahwa luka ini muncul karena mereka melukai diri sendiri, yang menyimpulkan ada histeria, stress post-traumatik, dan gangguan kepribadian.

Penjelasan medis lain

Bintik kemerahan atau keunguan bisa jadi merupakan pembuluh darah, atau darah di bawah kulit, seperti yang ditunjukkan pada penderita purpura. Typhus, meningitis, dan rubella juga bisa bermanifestasi di kulit dan mungkin berbentuk seperti stigmata. Dan penjelasan lain adalah ulkus diabetik yang bisa menghasilkan luka di beberapa bagian tubuh, terutama kaki. Lalu, ada lagi sindrom Gardner-Diamond, yang sering terjadi pada wanita kaukasia. Kondisi ini bermanifestasi di tangan, kaki, dan wajah pasien. MIMS

Bacaan lain:
Membunuh yang satu demi menyelamatkan yang lain: Tantangan etika dan medis pada kembar siam
Bayi dengan 'tiga orangtua' membuktikan kontroversi ilmu pengetahuan dapat melawan infertilitas
Pasien anoreksia diizinkan mati kelaparan di Amerika
Terkabulnya harapan seorang anak perempuan 14 tahun untuk diawetkan dengan cryonic


Sumber:
http://weekinweird.com/2009/09/14/stigmata-medical-mystery-or-miracle/
http://www.catholic.org/saints/saint.php?saint_id=311
https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6481/gardner-diamond-syndrome
https://www.psychologytoday.com/blog/happiness-in-world/201003/psychosomatic-symptoms
http://www.livescience.com/42822-stigmata.html
http://www.smithsonianmag.com/history/the-mystery-of-the-five-wounds-361799/?no-ist