'Standar kecantikan' modern menjadi semakin kaku – membuat banyak orang beralih kepada operasi plastik demi penampilan 'ideal'. Besarnya permintaan operasi plastik mendorong berdirinya berbagai salon kecantikan dan outlet bedah kosmetik mandiri yang menawarkan prosedur kosmetik invasif.

Dalam artikel ini akan dibahas pertumbuhan industri operasi plastik masa kini – tetapi, mekanisme pengaturan yang tidak tegas menyebabkan munculnya kekhawatiran publik dan komunitas kesehatan.

14 juta warga Cina diperkirakan menjalani operasi plastik di tahun 2017

International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) melaporkan bahwa lebih dari 21 juta prosedur operasi plastik dilakukan di seluruh dunia pada tahun 2015. Dari jumlah tersebut, Korea Selatan menyumbangkan lebih dari 1 juta prosedur, dan sepertiganya berasal dari Amerika Serikat (4 juta) dan Brasil (2 juta).

Korea Selatan identik dengan istilah 'operasi plastik'. Negara ini banyak dikunjungi turis yang mencari ingin melakukan prosedur pengangkatan wajah, operasi kelopak mata dan sejenisnya. Banyak yang mengklaim bahwa biaya operasi plastik di Korea Selatan lebih murah, dan dengan keahlian yang 'lebih baik'.

Warga Singapura yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, "Saya tidak pernah berpikir untuk melakukan operasi di Singapura mengingat harganya yang sangat mahal dan dokter bedah di sini tidak seahli dokter di Seoul."

Akan tetapi, melakukan operasi plastik di Korea Selatan, atau di rumah sakit besar mungkin akan membutuhkan biaya yang sangat mahal disertai dengan waktu tunggu yang lama. Banyak rumah sakit kecil yang menawarkan operasi plastik menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir – tetapi, banyak yang kecewa dengan hasil akhirnya.

Industri operasi plastik cenderung terlalu 'liar'

Salah satu contohnya adalah keganjilan dalam Undang-undang di New South Wales (NSW), Australia yang mengizinkan seorang dokter umum untuk melakukan operasi plastik tanpa spesialisasi di bidang operasi plastik. Sebuah layanan kesehatan di Sydney ditemukan melakukan beberapa praktek berbahaya seperti pemberian Botox oleh perawat tanpa pengawasan dokter dan penggunaan anestesi yang tidak sesuai kebutuhan.

Anehnya, seorang dokter umum yang bekerja pada pelayanan kesehatan nakal bernama Les Blackstock, secara terbuka menganjurkan pasien untuk melakukan prosedur yang tidak seharusnya. Blackstock mengaku bahwa undang-undang saat ini mengizinkan untuk melakukan prosedur implan payudara tanpa memerhatikan keselamatan pasien. Dia juga mengaku melakukan prosedur demikian demi menurunkan biaya pengeluaran.

Menteri Kesehatan NSW Brad Hazzard telah menyuarakan keprihatinannya mewakili masyarakat dan berusaha mengadili klinik yang telah melanggar peraturan.

Kematian warga Australia yang melakukan operasi plastik di sebuah klinik Malaysia pada tahun 2014 menyoroti bahaya operasi di praktek mandiri. Leigh Aiple, berusia 31 tahun, menjalani prosedur ekstensif—seperti pengambilan kulit berlebih di dada, menghilangkan lipatan perut, sedot lemak, angkat paha, mengisi bibir, menghilangkan lipatan dagu dan pengangkat mata bagian atas – hanya dalam dua sesi operasi di Beverly Wilshire Medical Center Kuala Lumpur.

Aiple diberi izin untuk pulang hanya lima hari setelah operasi. Ia dinyatakan meninggal kurang dari 24 jam setelah mendarat di Melbourne, Australia. Diketahui bahwa penyebab kematian adalah pembekuan darah dalam paru-paru.

According to a statement released by Seoul Metro (South Korea) on 28 Nov 28, the operator will impose a total ban on plastic surgery advertising when making contracts with advertising agencies from now on, while enforcing a stricter review of advertisements by launching a new review board. Photo credit: AFP/The Straits Times
According to a statement released by Seoul Metro (South Korea) on 28 Nov 28, the operator will impose a total ban on plastic surgery advertising when making contracts with advertising agencies from now on, while enforcing a stricter review of advertisements by launching a new review board. Photo credit: AFP/The Straits Times

Jangan mengambil jalan pintas dalam operasi plastik

Penanganan multidisipliner, yang merupakan bagian perawatan di rumah sakit, menciptakan pelayanan kesehatan yang baik dan membentuk 'pengaman' bagi pasien.Meskipun demikian, iming-iming prosedur murah terbukti sangat menarik bagi banyak orang. Industri operasi plastik terkenal di Hong Kong masih berdiri dan berjalan meski kasus satu kematian dan tiga cedera serius.

"Meskipun penuh dengan skandal, namun banyak wanita tetap berdatangan ke klinik kecantikan nakal," komentar Dr Feng Chi-shun, seorang komentator medis di Hong Kong. Meski sudah diusulkan untuk membentuk aturan yang lebih ketat, namun diperkirakan akan dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum mengimplementasikannya.

Memang sulit menghadapi keinginan manusia untuk mendapat 'tubuh sempurna'. Media disebut-sebut ikut memainkan peran dalam mendorong massa melakukan operasi plastik. Dengan demikian, Korea Selatan mengumumkan pelarangan iklan prosedur operasi plastik yang akan dimulai dari tahun 2022.

Operasi plastik merupakan prosedur berisiko tinggi yang seharusnya dilakukan pada lingkungan yang aman dan terkontrol. Ingatlah, prosedur kesehatan merupakan sesuatu yang berbahaya – dan bisa menyebabkan beberapa komplikasi. MIMS

Bacaan lain:
Fakta di balik 8 mitos operasi plastik
6 operasi plastik pertama di dunia
Iklan operasi plastik di sosial media bisa disalahartikan oleh para konsumen

Sumber:
1.https://www.isaps.org/Media/Default/global-statistics/2016%20ISAPS%20Results.pdf
2.http://www.herworldplus.com/beauty/cosmetic-surgery-precautions-korean-beauty-trends-singapore-bad-botched-surgery-overseas
3.https://www.dailytelegraph.com.au/news/nsw/cosmetic-surgery-rogue-operators-health-minister-calls-for-investigation/news-story/a5297252f77fd4936cfe358b7140c663
4.http://www.news.com.au/lifestyle/health/health-problems/coroners-warning-after-cosmetic-surgery-death/news-story/8c0dcc551cfc9afbe64f5169d36cceba
5.http://www.todayonline.com/world/despite-deaths-still-no-action-hong-kong-beauty-industry
6.http://www.scmp.com/news/asia/east-asia/article/2122116/south-korea-ban-plastic-surgery-ads-capitals-metro-2022