Penggunaan spiral KB atau intrauterine device (IUD) sebagai metode kontrasepsi meliputi proses memasukkan alat kontrasepsi ke dalam rahim. IUD merupakan prosedur yang relatif sederhana, hanya membutuhkan beberapa menit, namun sangat efektif dalam mencegah kehamilan – dibuktikan dengan hanya satu dari 100 wanita yang hamil per tahun setelah menggunakan metode ini. Namun, tindakan memasukkan alat ke dalam rahim seringkali mengkhawatirkan para wanita dan pada beberapa kasus, dokter bahkan menolak untuk memberikan IUD.

Bencana Dalkon Shield – memori yang masih membekas

Kesalahpahaman mengenai IUD dimulai pada tahun 1984 ketika sebuah alat bernama Dalkon Shield  ditarik dari peredaran karena mengakibatkan masalah medis serius, seperti perforasi dan infeksi. Masalah semakin besar karena produsen dan dokter tidak mengetahui bahwa IUD harus dikeluarkan jika wanita pengguna IUD hamil. Akibatnya banyak wanita meninggal setelah keguguran, dengan Dalkon Shield masih menempel dalam tubuh pasien.

Dalkon Shield, an old version of IUD that caused complication amongst women in the 1980s. Photo credit: Laura Erickson/Motherboard
Dalkon Shield, an old version of IUD that caused complication amongst women in the 1980s. Photo credit: Laura Erickson/Motherboard

Perbaikan alat; meningkatkan kewaspadaan melalui edukasi

Seiring berjalannya waktu, produsen mengembangkan alat yang lebih aman dan sekarang IUD merupakan alat kontrasepsi yang paling aman dan efektif. Komplikasi terparah yang mungkin muncul adalah perforasi uterus, tetapi hal tersebut hanya terjadi pada satu dari 1.000 wanita yang mendapat IUD. 

“Ketika IUD menyebabkan perforasi uterus, alat tersebut dapat bergerak secara bebas, tidak hanya di daerah pelvis, tetapi juga di abdomen,” tulis laporan yang dipublikasi dalam jurnal Medicine

Laporan tersebut berisi tentang kasus wanita Cina berusia 26 tahun dengan alat IUD yang ditemukan berada dalam kandung kemihnya. Wanita tersebut menjalani prosedur pemasangan IUD pada tahun 2011, namun kemudian ia hamil pada tahun 2012. 

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya perforasi uterus oleh IUD, seperti tipe alat yang dimasukkan, kapan alat tersebut dimasukkan dan cara dokter melakukan prosedur pemasangan IUD. 

Untuk menghindari terjadinya perubahan posisi IUD, Lauren Streicher, MD, seorang profesor ginekologi di Northwestern University’s Feinberg School of Medicine dan penulis Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever, mengatakan bahwa wanita cukup mengikuti metode yang sederhana.

“Saya merekomendasikan para wanita untuk memeriksa posisi IUD setiap bulan dengan cara memasukkan jari ke dalam vagina dan merasakan benang yang menggantung dari IUD,” ujar Streicher. “Jika ia tidak dapat merasakan benang tersebut, maka perlu dilakukan konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.”

Dokter juga harus memeriksa keadaan pasien sebelum memasukkan alat. Kehamilan saat pemasangan, risiko signifikan dari anestesi untuk ligasi tuba, atau abnormalitas tuba dapat menyebabkan pemasangan IUD menjadi berbahaya, walaupun demikian tindakan pemasangan tersebut biasanya singkat dan aman. 

Doctors in China found an IUD Device in a woman’s bladder after giving birth. Photo credit: Medicine
Doctors in China found an IUD Device in a woman’s bladder after giving birth. Photo credit: Medicine

Semua kontrasepsi memiliki risiko 

Alyssa Dweck, seorang ahli obstetri-ginekologi di Mt. Kisco, New York, dan penulis dari V Is for Vagina juga mendukung pernyataan tersebut. Menurut Dr Dweck, semua metode kontrasepsi memiliki risiko kesehatan. Walau demikian, selama pasien tidak memiliki penyakit infeksi menular seksual atau infeksi lainnya saat IUD dimasukkan dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. 

Mirip dengan pil KB, IUD dapat menimbulkan bercak dan kram selama satu tahun pertama penggunaan dan mungkin juga mengalami perubahan hormonal dan mual jika IUD yang digunakan bukan terbuat dari tembaga. Namun, keuntungan yang didapat melebihi risiko tersebut.

IUD ditemukan efektif pada lebih dari 99% kasus, dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat, dan digunakan selama menyusui. Selain itu, tidak seperti pil yang harus dihentikan selama beberapa minggu sebelum mencoba hamil, IUD dapat dikeluarkan kapan saja. 

“Data kami menunjukkan bahwa pengguna IUD memiliki masalah dan komplikasi paling sedikit, serta angka kelanjutan penggunaan paling tinggi dibandingkan metode kontrasepsi lainnya,” ujar Dr Laura MacIsaac, direktur divisi keluarga berencana di Mount Sinai Health System di New York.

Dr MacIsaac menyatakan bahwa kebanyakan rasa takut merupakan akibat tragedi Dalkon Shield, namun hal tersebut sebenarnya ketakutan demikian sudah seharusnya ditinggalkan. Dalkon Shield memiliki desain lemah sehingga wanita mengalami perdarahan dan nyeri. 

Walau demikian, Dweck meyakinkan bahwa pemasangan IUD tidak akan menimbulkan rasa nyeri.

“Banyak wanita yang tidak merasa apapun saat proses pemasangan, sementara beberapa wanita lainnya mengalami sedikit rasa nyeri, seperti yang dirasakan saat Pap test,” ujar Dweck. Ia juga menambahkan bahwa dengan mengkonsumsi obat penahan rasa sakit dan membuat perjanjian ke dokter saat hari terakhir periode menstruasi dimana serviks lebih  terbuka secara alamiah dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. MIMS

Bacaan lain:

"Perempuan Transgender" membekukan sperma demi membangun satu keluarga bahagia
Langkah hukum atas produk implan jala vagina ke NHS dan produsen
Obat gangguan mental dan kehamilan: Pilihan dokter

Sumber:
http://www.chicagotribune.com/lifestyles/health/ct-iuds-health-risks20171023-story.html
http://deathrattlesports.com/doctors-find-26-year-old-womans-iud-in-her-bladder/121940
https://www.self.com/story/are-doctors-underestimating-the-pain-of-iud-insertion
https://www.womenshealthmag.com/health/great-news-about-iuds
http://www.huffingtonpost.com.au/entry/iud-facts-women_n_4555975#gallery/332333/1
https://greatist.com/grow/guide-to-pick-best-IUD
http://time.com/the-best-form-of-birth-control-is-the-one-no-one-is-using/ 
https://motherboard.vice.com/en_us/article/z4m54e/the-iuds-long-path-to-redemption
http://journals.lww.com/md-journal/fulltext/2017/10060/Vesical_transmigration_of_an_intrauterine.32.aspx