Jantung asli Stan Larkin dikeluarkan dari tubuhnya pada November 2014, dan ia masih bisa bertahan hidup selama 555 hari tanpa jantung, sambil menunggu waktu transplantasi jantungnya.

Warga Michigan ini menderita penyakit jantung genetik atau biasa disebut dengan cardiomiopati familial, yang ditandai dengan perbesaran satu atau lebih bilik jantung. Kondisi ini membuat organ tidak dapat memompa darah secara efisien, lapor CNN.

Meskipun kondisi yang ia hadapi serius, ada teknologi yang bisa membantu penderitanya hidup, kata Dr. Jonathan Haft, dokter bedah jantung di Universitas Michigan.

Jantung Larkin diganti dengan alat selagi menunggu transplantasi dari donor, yang akan tersedia bulan Mei tahun ini. Dengan demikian, pria ini selalu menggendong tas abu-abu yang berisi sumber energi pompa jantung buatan di dadanya.

Alat ini, yang disebut SynCardia jantung buatan sementara, di dada Larkin terdiri dari bilik dan empat katup. Alat ini dihubungkan dengan alat lain seberat 6 kg yang disebut Freedom Driver, di tas punggung dan pompa penekan udara ke ventrikel jantung sehingga darah bisa dialirkan ke seluruh tubuh.

“Stan sangat aktif dan bisa merawat dirinya dan alat yang membuatnya tetap hidup,” kata Haft ke CNN.

Larkin sekarang sudah membaik setelah prosedur transplantasi jantung di University of Michigan Frankel Cardiovascular Center, dan ia akan diizinkan pulang minggu ini.

Ia mengatakan ke CNN bahwa kebanyakan orang takut menggunakan jantung buatan selama periode waktu tertentu. “Tetapi saya ingin mereka mengatasi rasa takutnya,” katanya, menambahkan dan menunjukkan bahwa alat ini sangat membantu hidupnya.

Ia percaya proses penyembuhannya yang cepat sedikit-banyak karena jantung buatan ini, yang membantunya tetap sehat selama menunggu prosedur transplantasi.

Menurut US Organ Procurement and Transplantation Network, sekitar 4.000 pasien di negara ini berada di daftar tunggu transplantasi jantung manusia.

Membutuhkan waktu beberapa bulan atau bahkan tahun untuk mendapatkan jantung dari donor yang sesuai, menurut Dr. Billy Cohn, dokter bedah jantung dan direktur Pusat untuk Teknologi dan Inovasi di Institut Jantung Texas yang tidak terlibat dalam terapi Larkin.

“Banyak pasien bisa meninggal tanpa dukungan alat, [misalnya jantung buatan],” katanya. MIMS

Bacaan lain:
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Transplantasi rahim sekarang bisa dilakukan pada manusia
Teknologi baru pengubah DNA berhasil dikembangkan oleh peneliti di Singapura
Terkabulnya harapan seorang anak perempuan 14 tahun untuk diawetkan dengan cryonic
Sensor gerakan untuk meningkatkan kualitas home care pada lansia Singapura dalam penelitian skala pilot