Tenaga kesehatan setiap hari menghadapi situasi sulit di tempat kerja. Meskipun demikian, seorang perawat di rumah sakit Utah perlu menghadapi kenyataan pahit. Hari itu, tampak seperti biasanya, Alex Wubbels bekerja di unit kebakaran rumah sakit Universitas Utah, dimana ia bekerja sebagai seorang perawat. Kemudian, polisi datang dengan seorang pria yang terbakar – dan minta agar perawat Wubbels mengambil darah pasien untuk diperiksa.

Wubbles kemudian menunjukkan para polisi catatan kebijakan rumah sakit, yang dengan jelas menyatakan bahwa sampel darah tidak boleh diambil dari pasien kecuali terdapat persetujuan. Ia kemudian menambahkan bahwa darah juga bisa diambil jika ada surat perintah elektronik, atau jika pria ini sedang ditangkap – tetapi tidak ada yang memenuhi peraturan tersebut.

Setelah berargumen, salah seorang polisi, Jeff Payne kehilangan kesabarannya dan berteriak "Sudah cukup! Sudah cukup!" sebelum akhirnya menerjang perawat yang tampak sebagai intimidasi pada tenaga kesehatan yang sedang bekerja. Ia menarik Wubbels ke koridor; kemudian mendorongnya ke dinding dan memborgolnya.


Perawat Wubbels dianggap sebagai pahlawan

Video yang viral, berasal dari camera badan polisi, memicu kekhawatiran ke seluruh komunitas medis – di Amerika dan di seluruh dunia. Reaksinya sangat kuat, terutama saat bagaimana perawat Wubbles ditarik sambil berteriak dan bagaimana ia meminta Payne untuk berhenti menyakitinya.

Sebelum kejadian ini, polisi menerima telepon dari publik mengenai ada sebuah mobil Chevrolet Silverado yang menyetir dalam sikap yang aneh, dan terjadi kejar-kejaran dengan mobil tersebut. Kemudian, sopir Chevrolet tiba-tiba berbelok, menabrak ke sebuah mobil semi-truk dan terjadi kebakaran. Sopir Chevrolet meninggal di tempat.

Dari mobil semi-truk, William Gray kesulitan untuk keluar, tertutup api dan cedera parah. Api segera dimatikan dan Gray langsung dibawa ke rumah sakit; tetapi, kemudian ia mengalami koma. Inilah saat Gray dibawa ke departemen perawat Wubbels di Rumah Sakit Universitas Utah.

Polisi Payne, yang menemani Gray ke rumah sakit, meminta dilakukan pemeriksaan darah. Ia menyatakan bahwa mereka perlu mengetahui apakah Gray berada dalam pengaruh substansi seperti obat atau alkohol. Payne menyatakan bahwa ini dilakukan untuk melindungi Gray; tetapi beberapa yang lain menyatakan bahwa ia dan polisi lain ingin menyalahkan kesalahan kepada Gray, dengan demikian mereka bisa melindungi diri mereka sendiri dari pelanggaran menyetir yang berbahaya.

Apapun alasannya, sikap perawat Wubbel dalam menolak pemeriksaan darah dari pasien tidak sadarkan diri menarik pujian baik dari rumah sakit dan petugas kepolisian lain. Rumah Sakit Universitas Utah juga mengeluarkan peringatan kepada polisi agar tidak mengintimidasi karyawan mereka, dan membentuk kebijakan yang melarang polisi ikut campur dalam ranah perawatan pasien dan melakukan kontak langsung dengan para perawat.

Asosiasi Perawat Amerika (ANA) sangat marah setelah mendengar kejadian ini – menyebut insiden ini "memalukan dan tidak bisa diterima". Asosiasi kemudian mengeluarkan pernyataan yang melindungi perawat Wubbles, dan meminta untuk dilakukan penelitikan oleh Departemen Kepolisian Kota Salt Lake.

Meskipun demikian, keseluruhan kasus, memicu banyak permasalahan, khususnya mengenai bagaimana polisi seringkali menggunakan kekerasan untuk mengatasi segala situasi yang ada. Selain itu, sebagai tenaga kesehatan, hingga sejauh apa kami perlu mempertahankan kebijakan dan rahasia pasien saat diancam oleh petugas hukum?

Hak pasien adalah yang utama

Jawaban dari pertanyaan itu cukup mudah. Segera setelah kejadian dalam video tersebut tersebar, polisi Payne dipecat dari pekerjaannya sebagai tim Paramedik dan diberikan cuti administratif (bersama dengan atasannya) oleh Departemen Kepolisian Kota Salt Lake.

Hukuman pada pemegang kebijakan dan dukungan pada perawat Wubbels merupakan indikasi jelas bahwa hak pasien selalu menjadi yang utama, khususnya dalam hal mengambil darah. Hasil tes darah biasa pada semua pasien bukan hanya menunjukkan penggunaan ilegal substansi obat, tetapi juga informasi personal seperti penyakit, genetik, begitu juga dengan kondisi kesehatannya sekarang.

Hukum Amerika sangat melarang pengeluaran informasi ini ke siapapun, kecuali ada beberapa kriteria tertentu yang dipenuhi. Seperti orang yang sedang dipenjara atau membutuhkan hasil tes darah. Satu-satunya cara untuk mendapat darah dari pasien adalah melalui persetujuan mereka.

Pentingnya persetujuan selalu diingatkan oleh perawat dan tenaga kesehatan lain di seluruh dunia, dan hal ini tidak boleh dianggap remeh. Perawat Wubbels, yang pernah menjadi atlet ski dan seorang pemenang Olimpiade ski memutuskan untuk tetap tegas mengikuti peraturan yang ada. Tidak perlu dipungkiri lagi, ia menjadi sebuah inspirasi bagi perawat di seluruh dunia. MIMS

Bacaan lain:
FDA menyetujui penjualan tes genetik untuk risiko penyakit tertentu
Darah komodo memiliki potensi menjadi antibiotik baru
Golongan darah non-O memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan

Sumber:
https://www.newyorker.com/news/daily-comment/what-the-utah-good-nurse-bad-cop-video-says-about-medical-privacy
https://www.washingtonpost.com/news/morning-mix/wp/2017/09/04/utah-hospital-bars-cops-from-contact-with-nurses-after-appalling-arrest/?utm_term=.b64eb1f71201
https://www.washingtonpost.com/news/morning-mix/wp/2017/09/03/a-utah-nurses-violent-arrest-puts-patient-consent-law-and-police-conduct-in-the-spotlight/?utm_term=.13201987a194
http://edition.cnn.com/2017/09/05/health/nurse-arrested-police-protocol/index.html
https://www.nbcnews.com/news/us-news/two-officers-placed-leave-following-utah-nurse-confrontation-n798316