Kembali bekerja setelah cuti panjang terkadang terasa melelahkan. Untungnya, mekanisme adaptasi akan sangat membantu kita dalam menyesuaikan diri – jika diberi cukup waktu.

Di sisi lain, seorang dokter di Inggris menemukan solusi kreatif untuk mempermudah hal tersebut. Meskipun tampak tidak membahayakan pasien – dan diarahkan pada dirinya sendiri – namun semua orang khawatir akan keputusannya. Untungnya, tidak ada hukum mengatur hal demikian, sehingga ia tidak dikenai sanksi.

Dr Andew Thomson menciptakan pasien fiktif untuk mengisi jadwalnya yang kosong
Dr Andew Thomson menciptakan pasien fiktif untuk mengisi jadwalnya yang kosong

Mengadakan konsultasi dengan pasien fiktif 

Pada tahun 2014, terungkap bahwa dokter, Dr Andrew Thomson, menghapus beberapa janji periksa setelah ia kembali dari cuti panjang.

Penyelidikkan dilakukan saat dokter umum berusia 45 tahun ini bekerja sebagai mitra eksekutif di Academy Health Center di Forfar, Tayside. Dia membuat janji palsu dengan pasien selama lima tahun untuk mengganti jam yang dihapus meskipun ia sebenarnya sanggup melakukan konsultasi. Ia juga menciptakan pasien fiktif bernama "M Mouse".

Dr Thomson dikatakan melakukan 25 pelanggaran dari tahun 2009 hingga 2014. Ia menipu dengan mengatakan bahwa ia memeriksa atau berbicara kepada pasien dan terkadang, ia juga membuat janji dengan pasien yang sudah ia ketahui akan dirujuk ke rumah sakit lain.

Hakim mengatakan ini merupakan bentuk "mekanisme adaptasi dokter"

Dewan Medis Umum meminta agar Dr Thomson diberikan hukuman – dengan alasan demi "kepercayaan publik".

Namun, hakim mengatakan bahwa ini adalah cara dokter mengatasi beban kerja tambahan saat kembali praktek setelah cuti panjang.

Faktor mitigasi dan dukungan para saksi menunjukkan bahwa Dr Thomson merupakan "dokter umum yang sangat baik, berdedikasi dan teliti", sebut pengacara. Dukungan ini dinyatakan, meskipun mereka mengetahui bahwa sikap berprakteknya tidak sempurna.

Maka pengadilan "menyimpulkan bahwa kesalahan dokter cukup untuk mencapai tujuan praktek kedokteran dan mendeklarasikan dan memegang teguh standar praktek dan sikap kedokteran".

Testimoni persidangan terbukti positif secara konsisten. Pengadilan juga menyoroti bahwa "Juri mengakui bahwa Anda masih memiliki kecenderungan bekerja lembur."

Beban kerja berlebih bukan alasan untuk melakukan kesalahan medis
Beban kerja berlebih bukan alasan untuk melakukan kesalahan medis

"M Mouse" adalah pelatihan IT yang terinspirasi dari moniker

Pengadilan menerima penjelasan bahwa karakter “M Mouse” adalah pelatihan IT yang terinspirasi dari moniker. Selanjutnya, sangat jelas bahwa ia bukanlah pasien yang sesungguhnya.

Menurut Dr. Thomson, dia membuat janji untuk "M Mouse" untuk mengisi kekosongan dalam jadwalnya, yang dibuat beberapa waktu sebelumnya oleh staf administrasi.

Saat ini Dr. Thomson bekerja di pusat kesehatan lain.

Beban kerja berlebih bukanlah alasan untuk menciptakan pasien fiktif dan terdapat cara yang lebih baik untuk mengelolanya. Belajar mengatasi adalah suatu bentuk keterampilan yang penting, terlepas dari bidang mana Anda bekerja, untuk memenuhi tuntutan pekerjaan Anda. MIMS

Bacaan lain:
Apakah dokter Indonesia sudah merdeka?
Dokter bedah membesarkan anak "secara seksual"
Dokter tidak memperhitungkan biaya saat meresepkan obat atau tes kesehatan

Sumber:
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/09/07/gp-created-fake-patient-m-mouse-escapes-suspension/
https://www.thecourier.co.uk/fp/news/local/angus-mearns/504418/no-sanction-imposed-on-leading-angus-gp-after-tribunal-misconduct-ruling/
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4798830/Dishonest-GP-doctored-diary-lighten-workload.html
https://www.thescottishsun.co.uk/news/1521136/forfar-doctor-made-up-patient-names-ease-workload/