Seorang dokter umum di Hastings harus menerima hukuman akibat membius dan melecehkan empat pasien pria, yang berasal dari Maori dan Pulau Pasifik di tahun 2014.

Lim "bertanggung jawab" kepada empat pria yang ia tangani karena keluhan ringan dengan memberikan obat sedatif, seperti Midazolam, untuk menginduksi mereka ke kondisi setengah sadar.

"Tujuannya bukan untuk penanganan medis; tetapi, supaya ia bisa memanfaatkan efek sedasi ke pasien," kata Jaksa Steve Manning.

"Tidak ada pembenaran medis"

Dokter berusia 41 tahun, David Kang Huat Lim, dituduh memberikan obat sedatif midazolam dan menyentuh alat kelamin mereka saat sendirian di bilik kamar mandi, bilik terapi, dan ruang operasi yang gelap.

Di pengadilan, Manning mengatakan keempat pria tersebut - berusia 18 dan 30 tahun - tidak mengenal satu sama lain, dan mengunjungi klinik untuk keluhan ringan, seperti dislokasi jari atau abses. Korban termuda adalah seorang siswa kelas 13, yang pertama melaporkan kasus ini ke kantor polisi.

Ia menambahkan bahwa pria tersebut bukan pengguna bahasa Inggris, dan membuat mereka menjadi "rentan terhadap tujuan Dr Lim terhadap mereka."

Saat pasien diberikan midazolam, mereka sadar selama prosedur medis tetapi tidak mengetahui apa yang terjadi.

"Sentuhan ini tidak bisa dibenarkan," kata Manning. "Tidak ada pria yang diperbolehkan menyentuh daerah kelamin mereka."

Ia mengatakan Lim memberikan obat sehingga ia bisa menyentuh mereka, "aman, pikirnya, karena pasien tidak akan mengingatnya."

Sedatif tidak diperlukan untuk keempat pasien

Menurut Manning, panduan klinik untuk penggunaan midazolam - ditulis sebagian oleh Lim - menyatakan bahwa obat ini hanya boleh diberikan pada anak-anak, orang-orang yang mengalami kejang, atau orang-orang yang mengeluhkan nyeri parah.

"Obat tersebut tidak dibutuhkan dan ada alternatif yang bisa ia gunakan, tetapi tidak diberikan," kata Manning.

Ia berpendapat ada "pelanggaran signifikan" lain berdasarkan peraturan klinik, saat Lim "memerintahkan" tenaga kesehatan lain untuk keluar sehingga ia bisa berduaan dengan pasien pria.

Dokter menolak tuduhan, pengacara mengatakan obat bisa menyebabkan halusinasi

Di Pengadilan Napier, dokter menolak 13 tuduhan, yang termasuk lima pelanggaran pembiusan dan 8 tuduhan penyerangan. Pengacara Lim, Harry Waalkens QC mengatakan Lim "menolak" tuduhan tersebut.

Waalkens menggaris bawahi bahwa penggunaan dan efek midazolam bisa menyebabkan efek samping berupa halusinasi. Ia mengatakan ada "kasus dalam literatur medis" yang menggaris bawahi situasi dimana pasien melaporkan adanya sentuhan seksual meskipun hal tersebut "tidak pernah terjadi".

Meskipun demikian, Manning mengatakan Lim telah melakukan pelanggaran terhadap protokol klinis dengan memberikan setiap pasien obat sedatif yang sebenarnya tidak diperlukan.

"Dan saat perawat mengajukan diri untuk membantu, atau, ibunya yang bisa membantu dan melihat putranya - mereka diminta untuk keluar," tambahnya.

Asosiasi Dokter menunjukkan kekhawatiran bahwa hukum yang ada sekarang membuat dokter boleh melakukan kontak dengan pasien. Andrew Connolly, Kepala Asosiasi Dokter, mengatakan "membiarkan dokter terus berpraktek dan mengorbankan pasien merupakan hal yang sangat dikhawatirkan."

Pengadilan akan terus berlanjut, dan Crown dikatakan akan memanggil 23 saksi yang berhubungan. MIMS

Bacaan lain:

5 fakta menarik operasi bedah sebelum anestesi mulai digunakan
Dokter menggunakan YouTube saat prosedur gawat darurat dan gagal menyelamatkan pasiennya
Dokter didakwa atas kematian pasien karena menjual opioid untuk menghilangkan nyeri

Sumber:
http://www.stuff.co.nz/national/crime/92827201/doctor-used-drug-to-stupefy-patients-so-he-could-sexually-assault-them-says-crown
http://www.nzherald.co.nz/nz/news/article.cfm?c_id=1&objectid=11860772
http://www.newstalkzb.co.nz/news/national/doctor-denies-touching-patients-after-drugging-them-with-sedative/
https://ozbushtelegraph.online/doctor-used-drug-to-stupefy-patients-so-he-could-sexually-assault-them-says-crown/