Apakah kematian sama dengan berhentinya aktivitas otak?

Jahi McMath, 17 tahun, dinyatakan mati otak di tahun 2013 setelah terjadi kesalahan dalam operasi tonsil.

Tiga tahun kemudian, ia dikatakan hidup kembali, dengan video yang menunjukkan adanya kedutan dan gerakan – dan keluarganya mulai meminta pengadilan untuk membatalkan sertifikat kematiannya. Pengadilan akan menentukan dalam dua bulan selanjutnya untuk memutuskan apakah pengajuan ini perlu diproses.

Di usia 13 tahun, seorang remaja California didiagnosis apnea tidur dan dirujuk ke Rumah Sakit Anak Benioff UCSF untuk tonsillectomy. Ia kembali sadar setelah operasi. Namun, kemudian, ia mengalami serangan jantung yang membuatnya mengalami kerusakan otak parah. Dokter menyebutkan ia mati secara efektif karena tidak adanya tanda-tanda kehidupan jika ventilator dilepaskan.

Meskipun demikian, keluarga bersikeras untuk mempertahankan penggunaan pendukung kehidupannya dan memindahkan sang anak ke sebuah fasilitas kesehatan di New Jersey, dimana hukum mencegah dokter melepaskan pasien mati otak dari ventilator jika keluarga menolak keputusan tersebut.

Menariknya, di tahun 2014, anggota keluarganya menemukan beberapa gerakan yang menjadi sinyal kehidupan, meskipun pendapat medis menyatakan hal sebaliknya. Dikatakan ia bahkan bisa menggerakkan kakinya jika diperintahkan.

Pemulihan luar biasa dari pasien mati otak – sebut pengacara keluarga Chris Dolan – yang mungkin menjadi kasus pertama dalam dunia medis dan Dolan menyatakan bahwa Jahi sudah tidak lagi mati otak, karena scan di otaknya menunjukkan terdapat aktivitas elektrik. Ia menambahkan bahwa pasien merespon ke perintah verbal dari ibunya.

Anak yang 'sudah mati' diberikan nutrisi untuk mempertahankan kehidupan otak

Berakar dari kepercayaan Kristiani, ibu Jahi, Nailah Winkfield mengatakan ia akan berjuang untuk mempertahankan kehidupan anaknya. Keluarga ini terus menggunakan metodenya sendiri untuk menjaga "kehidupan" Jahi dengan memberikannya 'nutrisi' melalui tabung makanan, ayng dipercaya akan mempertahankan otaknya berada dalam kondisi optimal.

Tetapi pembicara Rumah Sakit Anak Oakland, Sam Singer, menyatakan pendekatan ini merupakan hal yang "salah dan tidak beretika", menyatakan bahwa Dolan mungkin akan menyebabkan banyak keluarga percaya bahwa ada harapan atau makanan tertentu yang mungkin bisa menghidupkan anak ini.

"Ia merupakan wanita muda yang sudah meninggal," katanya. "Tidak ada makanan, obat, mesin medis, waktu atau harapan yang bisa menghidupkannya kembali."

Dokter neurologi percaya gerakan anak ini benar-benar ada

Mendukung keluarga bahwa Jahi hidup kembali, Dr Alan Shewmon, seorang profesor emeritus pediatrik dan neurologi di UCLA dan seorang kritikus ikut mengomentari hal ini, menyatakan bahwa video yang direkam oleh keluarga Jahi di tahun 2014 hingga 2016 menunjukkan bahwa anak ini masih hidup. Video menunjukkan bagaimana jari sang anak berkedut yang menunjukkan masih adanya fungsi otak yang tersisa.

Penemuan baru Shewmon setelah mempelajari 49 video membuktikan bahwa Jahi masih hidup dan kondisinya semakin membaik seiring dengan berjalannya waktu.

Ia menyatakan bahwa meskipun ia sendiri tidak menyaksikan gerakan yang ada, namun video ini juga dikaji oleh para ahli forensik yang menemukan bahwa tidak ada pengaruh intervensi paska-rekaman. Ini, harapannya, bisa membantu mendukung keluarga dalam mencoba membatalkan sertifikat kematian pasien dan mendeklarasikan bahwa ia masih hidup.

Happy family: Jahi (right) pictured here with her mother Nailah, stepfather Marvin and younger sister at their wedding before her cardiac arrest. Photo credit: Susana Bates/Daily Mail
Happy family: Jahi (right) pictured here with her mother Nailah, stepfather Marvin and younger sister at their wedding before her cardiac arrest. Photo credit: Susana Bates/Daily Mail


"Rekaman video, tidak diubah dan tidak sistematis," tulisnya, "menunjukkan bahwa ini merupakan satu-satunya cara untuk menunjukkan apakah Jahi akan mengalami koma permanen atau berada dalam kondisi dengan kesadaran minimal dengan sedikit responsivitas."

Dokumen ini menyatakan bahwa McMath tampaknya bisa menggerakan tubuhnya jika diberikan perintah tertentu. Ia percaya bahwa anak ini tidak mati otak, tetapi tidak bisa bergerak dan mengalami disabilitas neurologis parah setelah operasi.

Menurut Dr Shewmon, beberapa gerakannya berlangsung selama 10 detik, khususnya saat detak jantungnya di atas 80. "Ada hubungan kuat antara anggota tubuh yang diperintah," jelaskan, "dan anggota tubuh yang bergerak. Dengan demikian, hal ini tidak bisa dianggap sebagai ketidaksengajaan."

Mungkinkah gerakan ini muncul karena manipulasi?

Kritikan mengenai cara kematian semakin banyak. Bukan hanya itu, hal ini juga mengarah kepada masalah etika dan filosofis mengenai pelepasan alat pendukung kehidupan. Selain laporan Dr Shewmon, banyak tenaga kesehatan menganggap mati otak sebagai sesuatu yang tidak bisa dibantah. Beberapa dokter, termasuk dua orang yang dipanggil oleh hakim, menyatakan bahwa pasien mati otak masih bisa melakukan kedutan dan gerakan.

Pengacara mewakili rumah sakit dan para dokter menolak pernyataan bahwa Jahi sudah dideklarasikan mati dan menjelaskan posisi keluarga yang "tidak didukung oleh hukum, logika atau pengobata."

Pengacara rumah sakit, Jennifer Still, meskipun demikian menyatakan bahwa "gerakan tubuh bisa dimanipulasi dengan mudah." "Mungkin dengan hanya merekam bagian tertentu, seperti ke kaki atau tangan," tulis Still.

Still mengatakan keluarga belum meminta McMath untuk menguji sesuai dengan kriteria American Medical Association (AMA) untuk menentukan apakah seseorang mengalami mati otak.

"Masalah intinya adalah apakah pasien benar-benar mengalami mati otak dan memenuhi standar definisi mati otak," ungkap David Magnus, seorang profesor medis dan direktur Pusat Etika Biomedis Stanford.

Tetapi jika Jahi benar-benar melakukan hal yang ditunjukkan dalam video, "ini mungkin akan menjadi tantangan besar, dalam ilmu medis dan saintifik," ungkapnya. "Ini berarti apa yang diketahui orang-orang mengenai mati otak, berasal dari pengalaman dan bukti penelitian akan terbukti salah." "... Akan sangat aneh untuk berpikir Anda bisa melakukan pemeriksaan berdasarkan video."

Masalah fundamental yang perlu diselesaikan

"Kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Lawrence Nelson, seorang pengacara, profesor bioetika dan asosiasi pada filosofi Universitas Santa Clara.

"Apakah Anda hidup atau tidak. Jika Anda hidup, tetapi otak Anda sangat rusak, Anda masih merupakan manusia dan memiliki hak moral dan legal. Jika Anda tidak hidup, maka Anda tidak memiliki hak apapun. Apakah Jahi hidup atau mati merupakan sebuah masalah besar dan fundamental."

Belum pernah ada kasus pasien yang mati otak mengalami pemulihan kemampuan kognitif, ungkap Thaddeus Pope, seorang profesor dan direktur Institut Hukum Kesehatan di Fakultas Hukum Mitchell Hamline.

"Semua orang, bahkan penggugat, setuju bahwa Jahi sudah mati (otak) pada Desember 2013," ungkap Pope. "Apa yang dikatakan keluarga adalah sekarang ia sudah mati sekarang. Ini merupakan sesuatu yang signifikan karena sepanjang kehidupan manusia, tidak ada orang yang berhasil pulih sejak disebutkan sudah mati."

Marjorie Shultz, seorang mantan profesor di UC Berkeley di bagian hukum kesehatan dan etika medis, mengatakan harus ada lebih banyak masukan dari anggota keluarga saat mendiskusikan mengenai takdir pasien mati otak. "Kami perlu bergerak ke arah tersebut dan mengulanginya kembali, secara legal dan keseluruhan. Kami akan terus belajar mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi pada otak pasien dengan kesadaran minimal, atau ada sebuah zona tertentu yang membedakan antara tidak diragukan lagi mati dan tidak diragukan lagi hidup." MIMS

Bacaan lain:
Apa yang akan terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal?
Mengapa menerima organ dari orang yang sudah meninggal bisa menimbulkan kanker
Dokter: Bagaimana Anda dapat membicarakan mengenai kematian ke pasien

Sumber:
http://abcnews.go.com/amp/Health/wireStory/family-brain-dead-california-girl-fights-reverse-death-48823445
http://www.mercurynews.com/2017/07/24/expert-videos-show-jahi-mcmath-is-alive-getting-better/
http://www.sfchronicle.com/bayarea/article/Jahi-McMath-s-family-wins-backing-for-argument-11319544.php
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4726350/Family-brain-dead-California-girl-fights-reverse-death.html