Teknologi baru yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas perawatan di rumah (home care) bagi para lansia sekarang sedang dikembangkan di Singapura, dalam penelitian berjangka enam bulan hasil kolaborasi antara Adventist Home for the Elders and ConnectedLife, yang dimulai awal bulan ini.

"Sensor ini membebaskan lansia untuk melakukan apapun, tetapi juga pada waktu yang sama kita bisa mengetahui kapan mereka membutuhkan bantuan, kata Ibu Josephine Teo, Menteri Negara Senior di kantor Perdana Menteri.

"Kita perlu mencoba berbagai metode yang dapat membantu para lansia, tetapi tanpa mengganggu kehidupan mereka."

Teknologi menciptakan rumah yang lebih aman untuk lansia

Inovasi berupa sensor sebesar telapak tangan ini dapat dipasang di dinding rumah untuk mendeteksi gerakan, dan mendeteksi gerakan tertentu, yang mana gerakan tidak biasa seperti tidak ada pergerakan dalam waktu lama di kamar mandi akan memicu pengingat otomatis untuk mengingatkan keluarga atau perawat melalui telepon genggam.

Ada juga alat terpisah untuk mengikuti dan memonitor pola tidur lansia seperti pernapasan dan dengkuran, dan pengingat yang bisa dipasang ke kunci, sehingga perawat tahu jika lansia tersebut sedang tidak di rumah atau di luar, dan dengan memencet sebuah tombol akan memberi pengingat ke perawat bahwa mereka sedang mengalami masalah.

"Sebelumnya, saya khawatir saya akan pingsan dan tidak ada yang tahu... sekarang, dengan tombol gawat darurat ini, saya sangat senang," kata Ibu Ng Siew Eng, wanita berusia 78 tahun yang tinggal di apartemen berukuran studio di Toa Payoh Timur yang merupakan satu dari dua apartemen pertama yang menjadi bagian proyek skala pilot ini.

Alat ini sedang diuji, dan jika berhasil, ini dapat membantu para lansia hidup lebih bebas.

Sensor memberi pengingat pada waktu dibutuhkan

Mulai awal tahun depan, 10 unit tambahan di Golden Clover juga berpartisipasi dalam penelitian. Menurut pegawai bank Leong Chee Kong, yang tinggal bersama ibunya yang berusia 86 tahun, Ibu Han Tew Chin, sistem sensor dapat memberinya ketenangan, khususnya ketika ibunya sendirian ketika ia sedang bekerja.

"Kami punya beberapa kekhawatiran belakangan ini, misalnya ketika ia terjatuh di kamar mandi dan kakinya terluka, atau ketika ia merasa pusing."

"Waktu memberi respon yang tepat ke kebutuhan para lansia - inilah prioritas kami," kata Teo. MIMS

Bacaan lain:
Dokter: Apakah pasien Anda takut akan jarum suntik? Cobalah buat mereka batuk
Dokter: Bagaimana Anda dapat membicarakan mengenai kematian ke pasien
Ketika pasien meninggal: Apakah seorang tenaga kesehatan perlu datang ke prosesi pemakaman pasien?
Rasa takut kehilangan pada dokter
Resep hijau: Dokter meresepkan perubahan gaya hidup


Sumber:
http://www.channelnewsasia.com/news/singapore/wireless-sensor-technology-to-help-keep-an-eye-on-elderly/3322886.html
http://www.straitstimes.com/singapore/health/launched-pilot-for-wireless-motion-sensors-that-track-elderly-residents-movement-at
http://www.straitstimes.com/singapore/health/sensor-system-to-help-keep-seniors-safe-at-home