Dalam hal menentukan rumah sakit untuk bekerja sama dengan program magang teknologi medis, pertimbangan utamanya adalah seberapa sibuk fasilitas kesehatan bagi mahasiswa untuk merasakan dunia kerja yang sebenarnya.

Menurut Ma. Cristina Mina Dagunan, dekan Departemen Teknologi Medis, ia lebih memilih rumah sakit pemerintah sebagai fasilitas pelatihan karena ia ingin mahasiswanya mengalami kehidupan ahli teknologi medis yang "sangat sibuk".

"Saya lebih menyukai rumah sakit pemerintah sehingga kemampuan yang didapat mahasiswa kami bisa bersaing, setidaknya sama, dengan mahasiswa lain dari fakultas lebih besar," ungkapnya pada MIMS dalam sebuah wawancara.

St Jude, yang baru mulai menawarkan pelatihan teknologi medis pada 2012, bekerjasama dengan Rumah Sakit San Lazaro, Pusat Medis Tondo dan Pusat Jantung Filipina, semuanya terkenal merupakan fasilitas kesehatan yang sangat ramai.

Menjadi instruktur klinis, Dekan Dagunan sangat memahami bagaimana rumah sakit publik beroperasi, dan mengetahui yang mana yang paling sibuk, dan kapan para mahasiswa magang bisa mendapatkan manfaat dari keahlian mereka.

Ahli teknologi medis paling berpengalaman menyebutkan alasan mengapa ia ingin mahasiswanya sibuk saat pelatihan yang akan membuat mereka menjadi kandidat terbaik untuk posisi profesional saat mereka wisuda dan mendapatkan izin mereka.

Tingkat kepercayaan diri

Berlatih di fasilitas dimana hanya ada sedikit waktu untuk mengembangkan tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa. Mungkin akan ada yang terkejut akan situasi dan kondisi dalam laboratorium saat mereka bekerja sebagai ahli teknologi medis terdaftar.

Paparan ke pengaturan pekerjaan yang sibuk juga melatih mahasiswa medtech untuk melakukan pekerjaan mereka secara bebas. "Dengan atau tanpa panduan, mereka bisa melakukan tanggung jawab mereka karena mereka sudah terbiasa dengan bagaimana pekerjaan ini berlangsung," ungkap dekan.

Rumah sakit yang sibuk akan membuat para mahasiswa mengumpulkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

Mahasiswa yang termotivasi

Dan mahasiswa yang percaya diri menjadi lebih termotivasi karena bukan hanya karena mereka mengetahui apa yang harus mereka lakukan, tetapi yang lebih penting, mereka mengetahui mereka bisa melakukan pekerjaan tersebut dan bisa melakukannya dengan baik.

Mahasiswa medtech yang dimotivasi dan bisa melakukan pekerjaan tidak selalu harus diawasi, atau bahkan lebih buruknya lagi, terus dipertanyakan, katanya.

"Terkadang, terlalu banyak bertanya merupakan indikasi bahwa Anda tidak cukup memahami bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan ini," sebut Dekan Dagunan. Tanya hanya saat Anda merasa ragu mengenai apa yang harus dilakukan, katanya, tetapi jika Anda mengetahui apa yang harus dilakukan, maka lakukan saja.

Mengembangkan hubungan kerja yang baik

Sama pentingnya dengan terus belajar, seorang tenaga kesehatan perlu mengetahui bagaimana cara berteman dengan semua jenis orang.

Tempat kerja merupakan tempat terjadinya berbagai aktivitas, yang berarti ahli teknologi medis akan lebih banyak berinteraksi dengan orang – pasien, karyawan laboratorium, rekan sejawat – dan akan belajar bagaimana cara berteman dengan hampir semua orang.

Selain belajar, mengembangkan hubungan interpersonal dengan teman sekerja merupakan kemampuan yang harus dipelajari seorang mahasiswa.

"Ini merupakan kemampuan yang penting karena Anda tidak bisa hanya melakukan apa yang diminta," katanya. "Anda harus mengetahui bagaimana cara berteman dengan berbagai macam orang."

Skills - professional and interpersonal - are extremely important for medical technologists. Photo credit: Dave Erwin Festin
Skills - professional and interpersonal - are extremely important for medical technologists. Photo credit: Dave Erwin Festin


Ia menyebutkan bahwa hampir semua pekerja sekarang lebih khawatir mengenai EQ individu daripada IQ nya, sehingga Dekan Dagunan ingin memastikan lulusannya adalah apa yang diinginkan para pencari karyawan.

Terlatih, bukan hanya pintar

"Anda tidak bekerja sendiri. Anda harus menghadapi berbagai jenis orang sehingga mengetahui bagaimana cara berteman merupakan hal terbaik. Karena kemanapun Anda pergi, Anda harus mengetahui bagaimana menghadapi orang lain, dan lingkungan kerja Anda akan terus menyenangkan."

Bukan hanya mahasiswa yang sangat pintar, apa yang diinginkan pelatih adalah orang-orang yang terlatih.

Sangat penting bagi ahli teknologi medis, atau tenaga kesehatan lain untuk masalah ini, untuk mengetahui bagaimana harus bersikap ketika ditempatkan dalam situasi berbeda. Bisa beradaptasi dengan cepat ke skenario yang ada juga membutuhkan pengetahuan mengenai bagaimana cara berteman dengan siapapun yang ada di sekitar Anda, katanya.

Nilai, catatnya, tidak bisa diajarkan di kursi kuliah atau bahkan dalam satu semester kuliah. Nilai harus diaplikasikan hingga tertanam dalam satu individu tertentu.

Selain kemampuan, pengetahuan dan ahli teknologi medis yang kompeten, Dekan Dagunan menggaris bawahi sikap profesional dan interpersonal untuk memastikan lulusannya akan banyak dicari setelah mereka menyelesaikan pelatihan.

"Mahasiswa dan para alumni adalah, refleksi akan diri saya, dan sekolah, sehingga kita harus memberikan yang terbaik." MIMS

Bacaan lain:

Peringkat baru Perguruan Tinggi di Indonesia tahun 2017 – Kampus kamu di peringkat berapa?
Mengajarkan mahasiswa kedokteran tanpa kuliah
10 situasi yang malas dihadapi dokter umum

Sumber:
St. Jude College in Manila is the partner school of the Department of Health-MIMAROPA for its scholarship programme for medical technologists and pharmacists.