Perawat sudah sejak lama menjadi bagian penting sistem kesehatan dan pengobata, karena bukan hanya terlibat dalam monitoring umum pasien – tetapi mereka juga memiliki peran dalam memberikan kenyamanan dan dukungan bagi pasien. Baru-baru ini, rumah sakit Gorakhpur di India, 30 anak-anak meninggal karena rendahnya kadar oksigen dan kurangnya jumlah staf berkualitas. Saat diteliti, akar penyebab tragedi ini adalah kurangnya jumlah staf – menyebabkan inkapasitas manajemen efektif sejumlah besar anak-anak yang sakit.

Hingga 40% kematian pasien terjadi di bangsal dengan kekurangan tenaga

Baru-baru ini, penelitian menemukan bahwa bangsal dengan jumlah tenaga lebih rendah. Sejumlah besar pasien yang ditangani oleh satu perawat cenderung akan mengalami kelalaian pelayanan medis, tidak mendapat perhatian penuh, dan tidak memiliki cukup pengetahuan mengenai kemampuan atau kemerosotan pasien. Menurut beberapa serikat kerja, sekitar "40.000 pekerjaan sebagai perawat" masih kosong, yang menunjukkan adanya kekurangan besar jumlah tenaga kesehatan berkualitas.

Di Inggris, rasio pasien dibandingkan perawat adalah sekitar delapan banding satu. Meskipun demikian, jika jumlah pasien naik bahkan meskipun hanya sedikit, risiko mortalitasnya akan meningkat dengan sangat tinggi. Hal ini sangat mengkhawatirkan khususnya dalam hal epidemik atau penyakit musiman, dimana rumah sakit cenderung bisa menanggung lebih banyak pasien – dan dengan demikian, ada kemungkinan tidak bisa melayani semua pasien secara optimal.

Janet Davies, kepala eksekutif Royal College of Nursing, mengomentari bagaimana rumah sakit bisa bertahan mengatasi kekurangan pegawai. "Karena semakin rendahnya jumlah perawat, rumah sakit mengisi kekosongan dengan asisten tenaga kesehatan tidak terdaftar, khususnya di malam hari. Menteri kesehatan tidak bisa mengabaikan bukti lain bahwa kurangnya perawat terdaftar bisa menyebabkan orang-orang merasa sakit dengan jangka waktu lama dan risiko lebih tinggi tidak akan sembuh sama sekali," ungkapnya.

Pengumpulan data dari 31 NHS trust

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Nursing Studies mengamati dengan seksama tingkat kesembuhan dari 420.000 pasien yang pernah mengalami operasi bedah rutin  seperti operasi pergantian sendi. Rasio optimum pasien dibandingkan perawat adalah lima banding satu, dan rumah sakit yang menunjukkan performa terburuk memiliki perbandingan hingga "11 pasien per satu perawat". Dr Jane Ball, kepala peneliti dari Universitas Southampton, mengomentari penemuan ini dengan menyatakan bahwa, "Hasilnya akan menunjukkan indikasi jelas bahwa mempekerjakan perawat terdaftar bukan hanya berhubungan dengan mortalitas pasien, tetapi bahwa hubungannya bisa jadi merupakan hubungan sebab-akibat."

Semakin rendahnya jumlah perawat terdaftar menunjukkan lebih rendahnya kualitas perawatan ke pasien; sekitar 10% pekerjaan penting tidak terselesaikan dan menyebabkan semakin meningkatnya risiko mortalitas sebesar 16% pada pasien paska operasi. Pekerjaan yang tidak terselesaikan ini merupakan konsekuensi dari lebih rendahnya jumlah waktu yang tersedia disebabkan jumlah pasien yang banyak.

Edukasi juga memainkan peran penting dalam memperhitungkan risiko mortalitas pasien karena rumah sakit dengan jumlah pasien terdaftar lebih banyak mencatat jumlah kematian yang lebih sedikit. Penting untuk memastikan bahwa perawat sudah menyelesaikan pendidikan karena kompetensi mereka sangat memengaruhi keamanan pasien. "Pemerintah harus melipatgandakan usaha mereka untuk melatih dan merekrut lebih banyak perawat dan berhenti membuat tenaga kesehatan terlatih merasa kelelahan dan tidak dihargai," komentar Davies.

The total number of EU nurse registrants in the UK has been declining tremendously, since Brexit vote. Source: Nursing and Midwifery Council/The Telegraph
The total number of EU nurse registrants in the UK has been declining tremendously, since Brexit vote. Source: Nursing and Midwifery Council/The Telegraph


Krisis kurangnya jumlah perawat di NHS

Semakin rendahnya jumlah perawat terdaftar akan memicu timbulnya skenario dimana pasien mungkin terpaksa untuk menerima perawatan yang tidak efisien, mahal, dan lebih rendah dari standar. Pasien mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh setelah operasi dan mungkin merasa tidak nyaman dalam jangka waktu lebih panjang akibat perawatan yang tidak optimal. Seorang pembicara dari Departemen Kesehatan menyatakan bahwa, "Kami berharap keseluruhan NHS akan memastikan mereka memiliki tenaga yang sesuai, tempat yang sesuai, di waktu yang sesuai demi menyediakan perawatan yang aman." Sekarang sudah dibentuk suatu ketetapan untuk melatih lebih banyak perawat untuk memastikan perawatan efektif tersedia untuk semua pasien. MIMS

Bacaan lain:
"Hanya seorang perawat": Catatan hati dunia keperawatan yang sering tidak dihargai
4 alternatif karir, pilihan untuk seorang perawat
Bagaimana perawat bisa menyeimbangkan antara merawat pasien dan mengurus anak

Sumber:
https://www.telegraphindia.com/1170819/jsp/nation/story_168013.jsp 
https://www.thesun.co.uk/living/4309442/nhs-study-hospital-understaff-deaths/ 
http://www.nationalhealthexecutive.com/Health-Care-News/lower-staff-levels-of-registered-nurses-driving-up-hospital-mortality-rates 
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/08/23/every-extra-patient-nurses-caseload-increases-death-risks/