Sebuah penelitian mengindikasikan bahwa orang-orang membuat lebih banyak kesalahan pada penggunaan obat di rumah dan di luar fasilitas kesehatan. Kesalahan ini berupa kesalahan dosis, dua kali dosis, tidak menunggu dengan cukup waktu sebelum menggunakan obat kembali dan menggunakan obat yang salah secara bersamaan.

Pasien banyak yang melakukan kesalahan demikian. Meskipun demikian, ada juga saat dimana apoteker meracik obat yang salah atau memberikan konsentrasi obat yang salah.

Kesalahan ini mungkin tampak tidak signifikan, tetapi sebenarnya bisa menyebabkan gangguan serius – dan terkadang, kematian. Kesalahan ini seharusnya bisa dicegah.

Jumlah kesalahan meningkat hingga dua kalinya dalam periode waktu 13 tahun

Penelitian menggarisbawahi bahwa setiap hari; sekitar 1,3 juta orang di Amerika Serikat membuat kesalahan yang berhubungan dengan obat. Data ini meliputi kesalahan yang terjadi di luar fasilitas kesehatan dan dikumpulkan oleh pusat kontrol racun di sekitar Amerika Serikat. Dan rata-rata satu kasus ditemukan setiap 21 detik.

Penelitian menemukan bahwa jumlah kesalahan meningkat hingga dua kalinya dari 3.065 kasus dalam tahun 2000 hingga 6.855 kasus di tahun 2012. Selama periode 13 tahun, lebih dari 67.000 kasus terjadi dengan 414 kasus di antaranya menyebabkan kematian.

Nichole Hodges, pemimpin penelitian dan ilmuwan di Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera di Rumah Sakit Anak Nasional di Columbus, Ohio, khawatir nilai ini mungkin tidak mewakili jumlah yang sebenarnya.

"Karena penelitian ini hanya meliputi kesalahan obat yang dicatat dalam pusat kontrol racun, maka jumlah kesalahan serius obat tidak semuanya dicatat dalam laporan tersebut," katanya.

"Sayangnya, kami tidak bisa mengetahui dari data yang ada mengenai apakah kesalahan obat serius muncul lebih serius, atau apakah dilaporkan secara berlebihan."

Kesalahan terjadi dengan obat jantung memiliki angka tertinggi, dengan lebih dari 20% kesalahan. Obat penghilang nyeri berada diperingkat kedua dengan sekitar 12% kesalahan, sedangkan obat terapi hormon seperti insulin ditemukan memiliki angka kesalahan 11%. Hodges menyatakan bahwa peningkatakn kesalahan ini merefleksikan peningkatan resep obat.

Kesalahan menurun pada anak-anak berusia di bawah 6 tahun

Dalam penelitian ini, kesalahan medis meningkat dalam semua kelompok usia, kecuali satu; kelompok anak-anak dengan usia di bawah 6 tahun. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya pelarangan sirup obat batuk dan flu anak yang dibuat oleh US Food and Drug Administration setelah tahun 2007.

Meskipun demikian, penelitian terpisah yang disebut Pictogram, Units and Dosing Tools, and Parent Medication Errors: A Randomised Study, mencatat bahwa 80% orangtua membuat setidaknya satu kesalahan dosis pada anak-anak mereka, dengan 12% dari mereka membuat kesalahan dengan dosis berlebih.

Penelitian membuktikan bahwa kesalahan ini bisa diselesaikan dengan instruksi menggunakan gambar dan menyediakan alat pengukur dosis yang sesuai dengan jumlah obat yang dibutuhkan. Saat orangtua diberikan gelas besar untuk dosis kecil, kesalahan dosis mungkin muncul.

Selain itu, memiliki satu alat pengukuran dosis juga bisa menurunkan angka kesalahan dibandingkan dengan alat ukur dosis untuk beberapa indikasi pengukuran, seperti mililiter dan sendok teh, tidak hanya mililiter.

Pencegahan merupakan kuncinya

Agar tetap aman, Hodges merekomendasikan kotak obat yang terkadang digunakan untuk anak-anak, yang mungkin mencampur obat. Jika seorang anak menggunakan obat, direkomendasikan agar orangtua memonitor mereka sehingga mereka tidak mengobati diri mereka sendiri dengan cara yang salah. Jadwal waktu dan dosis tertulis juga bisa digunakan untuk mencegah tercampurnya obat, khususnya jika lebih dari satu orang yang memberikan obat ke orang yang sama.

Selain itu, Hodges juga mencatat bahwa industri farmasi bisa membantu memperbaharui kemasan dan label obat. Menurutnya, instruksi dosis yang lebih sederhana harus digunakan khususnya untuk pengguna dengan keterbatasan membaca dan kemampuan matematika. MIMS

Bacaan lain:

Menghadapi krisis penggunaan obat
Apa itu tanggal kedaluwarsa obat?
Apakah obat biosimilar benar-benar lebih murah?

Sumber:
http://www.npr.org/sections/health-shots/2017/07/12/536519077/took-the-wrong-medicine-by-mistake-study-finds-such-errors-are-on-the-rise
http://www.cbsnews.com/news/medication-mistakes-causing-more-health-problems-overdoses/
https://japantoday.com/category/features/health/Proper-tools-may-help-prevent-medicine-errors-at-home
http://abcnews.go.com/Lifestyle/80-percent-parents-made-dosing-error-giving-medicine/story?id=48290923
https://vitals.lifehacker.com/medication-errors-are-on-the-rise-heres-how-to-be-safe-1796927310
https://www.consumeraffairs.com/news/study-finds-medication-errors-are-on-the-rise-071117.html