Bibir besar. Kulit putih, terang bercahaya. Dan kaki yang panjang dan langsing. Ini merupakan 'gambaran bentuk sempurna' manusia. Tidak bisa dipungkiri lagi; evolusi sudah banyak membuat banyak perubahan dalam teknologi kecantikan – untuk memenuhi hasrat pada wanita (dan pria) – agar bisa dinyatakan cantik. Sejak dulu, teknologi kecantikan sudah ada: dimulai dari proses yang menakutkan dan menyakitkan hingga mesin yang lebih ringan, ramah lingkungan, dan tidak menyakitkan, diikuti juga dengan berbagai prosedur alami yang bisa dilakukan tanpa bantuan mesin.

Sekarang, kecantikan bukan hanya bisa diperoleh oleh mereka yang kaya – tetapi juga bisa dijangkau oleh semua orang. Berikut teknologi kecantikan selama beberapa waktu dalam sejarah – dibandingkan apa yang kita punya hari ini.

1. Alat pembesar payudara hingga implan payudara

Payudara sudah sejak lama menjadi pusat estetika wanita. Di tahun 1977, alat pembesar payudara masuk ke pasar dan sudah terjual lebih dari 4 juta, karena memberikan solusi, meskipun hanya sementara, untuk memperbaiki bentuk tubuh seseorang.

Tidak menarik dan menyakitkan, mangkuk dalam tiga ukuran ditempatkan di setiap sisi payudara. Pompa dilakukan dengan kaki untuk membesarkan payudara. Efek samping yang dihasilkan adalah sedikit pembesaran sementara, dan bahkan terkadang memar.

Prosedur perbesaran payudara sekarang tidak terlalu menyakitkan dan bahkan lebih menjanjikan. Dengan augmentasi payudara, para wanita sekarang bisa memilih untuk memindahkan lemak atau memasukkan implan payudara, yang memiliki beberapa jenis dan tekstur tertentu, untuk meningkatkan ukuran payudara mereka, dan bahkan untuk mengubah bentuknya.

2. Dari generator sinar violet hingga alat perawatan wajah berfrekuensi tinggi 



Salah satu mesin perawatan wajah paling awal diciptakan oleh Nikola Tesla – sekitar tahun 1900 – yang paling banyak digunakan untuk tujuan pengobatan.

Tahun 1970an ditandari sebagai tren penggunaan mesin estetika berfrekuensi tinggi di klinik pengobatan kosmetik Eropa, dimana para terapis menggunakan listrik dengan instensitas rendah pada frekuensi tinggi untuk pengobatan jerawat. Di akhir tahun 1980an, alat tersebut juga digunakan untuk pengobatan kulit di banyak klinik kecantikan Amerika.

Sekarang, mesin tersebut sudah banyak digunakan di seluruh dunia, dan manfaatnya meliputi penyusutan dan eliminasi pori yang membesar, jerawat, penghilangan keriput, memperbaiki pertumbuhan rambut, pengangkatan lesi kulit berbeda, dan peremajaan kulit secara keseluruhan. Hal ini merupakan prosedur yang aman dan pasien bisa melanjutkan aktivitas mereka segera setelah selesai terapi.

3. Anti-ageing: Dari McGregor Rejuvenator hingga terapi magnetik

Pada zaman dahulu, pasien akan berbaring di dalam rejuvenator dengan kepala di luar mesin, dengan harapan untuk mencegah penuaan. Bola lampu merah dan biru menghasilkan sinar, dan juga memanaskan wadah. Kemungkinan, dengan hanya berada di sana, kulit akan mengencang dan hasilnya? Wajah yang awet muda.

Rejuvenator merupakan asal mula terapi magnetik, yang sudah banyak disukai orang, setelah akupuntur, dan pengobatan asma dan insomnia. Banyak artis menggunakan metode ini, misalnya saja artis Shirley MacLaine, Bill Clinton dan Sir Anthony Hopkins.

Pendukung terapi magnetik di Inggris percaya teknik ini merupakan alternatif efektif dari obat penghilang nyeri dengan tanpa efek samping – yang bisa membantu mengatasi serangan migraine, eksim dan infeksi dada. Beberapa tenaga kesehatan menyatakan bahwa metode tersebut bisa menghasilkan peremajaan kulit. Konsep yang sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu kala, dan menjadi terkenal sejak Cleopatra menggunakan magnet di dahinya untuk menjaga kekencangan kulitnya. Suatu kali seorang terapis dari Cherie Blair, Lilias Curtin mengatakan berbaring pada bantal magnet benar-benar bisa mempromosikan tidak nyenyak – dan, kemudian, anti-ageing.

M.E. Montrude, Jr., maker of the 1932 device, the “McGregor Rejuvenator”, claimed that by using magnetism, radio waves and ultraviolet rays, the rejuvenator could reverse the ageing process. Photo credit: Science Museum of Minnesota/NPR
M.E. Montrude, Jr., maker of the 1932 device, the “McGregor Rejuvenator”, claimed that by using magnetism, radio waves and ultraviolet rays, the rejuvenator could reverse the ageing process. Photo credit: Science Museum of Minnesota/NPR


4. Mengatasi mata tegang: Dari penormal mata hingga pemijat mata

Seiring dengan bertambahnya usia dan kelelahan, mata merupakan tanda pertama mata tegang. Di masa lalu, pemijat mata digunakan untuk mengembalikan penglihatan mata dan menyembuhkan mata rabun dekat dan jauh.

Penormal mata yang paling banyak ditemukan adalah kotak krom yang bisa digenggam tangan dengan dua batang metal, yang bisa disesuaikan dengan ukuran mata. Ada juga mangkuk karet, atau gasket, yang menempel ke setiap tongkat. Dengan menempatkan mata yang tertutup dalam mangkuk, konsumen kemudian memutar kenop di sisi kotak untuk memutar mangkuk, tujuannya adalah untuk memijat kelopak mata.

Sekarang, konsep pemijatan mata masih ada, apalagi di dunia digital sekarang ini dimana mata mungkin merasa lelah akibat terlalu lama memandang layar. Aurai – pemijat mata berisi air dari Taiwan yang tampak seperti headset VR – ditujukan untuk mengatasi semua masalah mata, termasuk pembengkakan, gatal pada mata, dan mata berair, dengan memutar air panas atau dingin ke sekitar kompres silikon lembut.


5. Dari Relax-A-Cizor hingga Penstimulasi Otot Elektronik (EMS)

Di tahun 1950an dan 1960an, orang-orang akan pergi jauh agar bisa menempelkan bantalan berkabel di perut, paha, bokong, panggul, lengan atas, dan bahkan wajah, dan menghubungkannya ke aliran listrik melalui tubuh selama 10 menit hingga satu jam – untuk menurunkan berat badan. Alat ini, Relax-A-Cizor, menggunakan listrik untuk "melatih" otot, sehingga bisa mengecilkan tubuh tanpa perlu berolahraga.

Meskipun demikian, banyak yang melaporkan kasus keguguran dan paralisis, sehingga FDA melarang penjualannya di tahun 1970an.

The Relax-A-cizor claimed to help women drop dress sizes while reading, eating dinner, or sleeping – using electrical pulses – which the FDA found to be harmful some people. Photo credit: FDA/NPR
The Relax-A-cizor claimed to help women drop dress sizes while reading, eating dinner, or sleeping – using electrical pulses – which the FDA found to be harmful some people. Photo credit: FDA/NPR


Penstimulasi otot elektrik (EMS) sedang naik daun sekarang ini dan menjanjikan pengerasan, pengencangan, dan penguatan otot abdominal, sehingga mengarahkan kepada olahraga efektif dalam jangka waktu pendek. Ini merupakan pelatihan semua anggota tubuh dengan stimulasi elektrik dan merupakan salah satu olahraga pasif paling efektif yang bisa mengarahkan kepada penurunan berat badan secara keseluruhan. MIMS

Bacaan lain:
Racikan obat dalam lensa kontak secara efektif bisa meredakan tekanan mata pada penderita glaukoma
Stigmata - Mitos atau Fakta Medis?
Mata seorang anak berusia 4 tahun tidak sengaja dilem oleh dokter

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/10/03/beauty-gadgets-medical-history/
http://www.nhs.uk/Conditions/cosmetic-treatments-guide/Pages/breast-enlargement.Aspx
https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/breast-augmentation/implants
http://www.sharplightech.com/153502
https://londonlaser.co.uk/acne-control/acne-treatments/high-frequency-facial/
http://www.electro-magnetic-therapy.com/wellness/anti-aging.html
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1369276/
http://www.dailymail.co.uk/health/article-71381/How-magnets-ward-disease-ageing-bay.html
http://www.express.co.uk/life-style/style/860379/beauty-gadgets-Neutrogena-Magnitone
https://www.theverge.com/circuitbreaker/2016/5/10/11648694/aurai-water-eye-massager-kickstarter
https://www.fda.gov/MedicalDevices/ProductsandMedicalProcedures/HomeHealthandConsumer/ConsumerProducts/ucm142478.htm 
https://www.t-nation.com/training/truth-about-ems