Dua minggu lalu, World Health Organization (WHO) mengumumkan daftar pertamanya mengenai "prioritas patogen" resisten antibiotik yang disebut-sebut oleh para ahli merupakan ancaman terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Superbug ini bisa menyebabkan jutaan kematian setiap tahunnya dan akan semakin meningkat jumlahnya jika tidak segera diatasi.

Banyak peneliti memburu antibiotik atau metode eksperimen baru untuk melawan masalah global ini. Sekarang, dua tim berbeda telah menemukan strategi satu-dua serangan obat untuk melawan bakteri yang kebal terhadap penicillin dan colistin.

Bakteri kebal-penicilin melepaskan enzim yang disebut beta-laktamase yang memecah antibiotik - menyebabkannya kebal terhadap antibiotik seperti amoxicilin dan ampicilin. Beberapa bakteri bahkan bisa mengalahkan penicillin yang baru dikembangkan dengan mengekskresikan metallo-beta laktamase (MBL), sehingga bakteri ini kebal terhadap carbapenem dan menyebabkan infeksi fatal.

Satu-dua serangan obat efektif untuk melawan CRE

Dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Robert A. Bonomo dari Fakultas Kedokteran Universitas Case Western Reserve di Cleaveland, Ohio, peneliti menemukan bahwa kombinasi dua antibiotik bisa mengeliminasi 81% spesimen eneterobakteriaceae resisten-carbapenem (CRE).

Antibiotik pertama, disebut ceftazidime/avibactam, merupakan antibiotik yang sensitif terhadap MBL, tetapi tidak sensitif terhadap enzim lain yang diekskresikan oleh superbug. Kedua, disebut aztreonam, merupakan antibiotik yang rentan terhadap enzim CRE tetapi efektif melawan MBL. Ketika digabungkan, antibiotik ini saling bekerja sama, memberikan satu-dua pukulan untuk mengalahkan infeksi CRE.

"Aztreonam mengelilingi MBL dan mengenai targetnya - protein pengikat penicillin," jelas Bonomo. Situasi ini akan membunuh bakteri, membuatnya tidak bisa membentuk dinding sel secara efektif, dan kemudian mati. Kombinasi obat bisa membantu dokter dan pasien mengatasi MBL penetralisir antibiotik.

Terapi bekerja dengan baik di laboratorium dan pada dua pasien yang tidak memberi respon terhadap standar terapi. Hasil laboratorium ditemukan berhasil dan kedua pasien berhasil selamat. Tim peneliti ini sekarang sedang berencana untuk melakukan pengujian klinis selanjutnya dan untuk meneliti sebelum metode ini dirilis untuk penggunaan di dunia medis.

"Jika kita mengerti mekanisme dasar mengenai bagaimana bakteri bisa menjadi kebal terhadap antibiotik, kita bisa menggunakan apa yang kita ketahui untuk membantu merencanakan terapi yang lebih baik," kata Bonomo.

Terapi obat melawan "prioritas patogen"

Secara terpisah, peneliti dari Universitas McMaster juga berhasil mengembangkan strategi satu-dua serangan, tetapi fokus pada bakteri Gram-negatif yang resisten ke semua antibiotik, termasuk obat lini akhir, seperti colistin.

"Kami mencari senyawa yang bisa mengalahkan bakteri, dan saya pikir kita sudah hampir menemukannya," kata Eric Brown, seorang penulis senior, seorang profesor biokimia dan biomedis sains di Fakultas Kedokteran McMaster's Michael G. DeGroote dan seorang peneliti dari Institut Penelitian Penyakit Infeksius Michael G. DeGroote. Tim ini menemukan bahwa obat antiprotozoa pentamidine, bisa merusak permukaan sel dari bakteri Gram-negatif dan sangat efektif ketika digunakan dengan antibiotik untuk melawan superbug.

Mereka ditemukan efektif melawan dua dari tiga patigen - Acinetobacter baumannii dan enterobacteriaceae - yang masuk ke dalam daftar WHO. Kombinasi obat ini juga bisa memengaruhi bakteri paling berbahaya ketiga, Pseudomonas aeruginosa.

Tim ini sedang menguji terapi dalam laboratorium dan pada tikus, tetapi setuju bahwa mereka masih perlu mencaritahu potensi efek samping, seperti tim Case Western Reserve.

"Satu hal yang ingin kita kejar adalah mengapa ini bisa bekerja dengan baik," ungkap Brown. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Sejarah panjang krisis resistensi antimikroba
Terlalu banyak resep antibiotik karena kesalahan interpretasi antara dokter dan pasien
Mengapa apoteker perlu berhenti memberikan gelas dan sendok ukur


Sumber:
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170306114251.htm
https://www.eurekalert.org/pub_releases/2017-03/cwru-nac030917.php
http://newatlas.com/antibiotic-tag-team/48345/