Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi memengaruhi pasien pria dan wanita secara berbeda. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemungkinan ada hubungan antara kesehatan otak dan tekanan darah tinggi.

Peneliti dari Kaiser Permanente di Oakland, CA sekarang mengatakan bahwa wanita, yang didiagnosis hipertensi di usia 40 tahunan, cenderung mengalami demensia.

Risiko demensia lebih tinggi pada pasien wanita berusia 40 tahunan

Dipublikasikan dalam jurnal Neurologi, penelitian ini menunjukkan ada pengaruh berbeda dari tekanan darah tinggi pada pasien pria dan wanita berusia 40 tahunan. Pasien wanita memiliki risiko lebih tinggi menderita demensia, sedangkan pasien pria ditemukan tidak memiliki tingkat risiko yang sama.

Di Amerika sendiri, ada sekitar 75 juta orang dewasa, yang menderita tekanan darah tinggi. Semua orang sudah tahu bahwa pasien penderita hipertensi memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit jantung dan stroke.

Selain masalah kesehatan ini, pasien wanita berusia 40 tahunan juga menunjukkan gejala demensia seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung antara hipertensi dan demensia pada pasien dengan jenis kelamin dan usia berbeda.

Di samping pria tidak memiliki risiko yang sama, peneliti juga menemukan bahwa kemungkinan hal ini disebabkan mereka tidak cukup tua untuk menderita demensia, mengingat pria cenderung mengalami kematian sebelum mereka mencapai tahap tersebut dalam kehidupan mereka.

Pria dan wanita keduanya diuji untuk risiko demensia

Untuk tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan data dari 7.238 orang dewasa, yang didaftarkan dalam sistem kesehatan Kaiser Permanente Northern California. Sejumlah total 532 orang dewasa terdaftar diuji untuk demensia.

Diketahui bahwa wanita berusia 30 tahunan menunjukkan risiko lebih rendah mengalami demensia, sedangkan para wanita di usia 40 tahunan memiliki peningkatan risiko demensia 65%-nya. Para wanita berusia 30 tahunan ini memiliki tekanan darah normal, sedangkan mereka yang berusia 40 tahunan memiliki tekanan darah tinggi.

Dibandingkan dengan para wanita, peneliti tidak menemukan bukti peningkatan risiko demensia pada pria berusia 30an dan 40an tahun yang juga menderita tekanan darah tinggi. Bahkan para peneliti juga memeriksa status indeks massa tubuh (IMT), diabetes, dan merokok dari para partisipan pria ini.

Hubungan antara kesehatan otak dan manajemen hipertensi

Hingga sekarang, peneliti hanya bisa menyatakan bahwa tekanan darah tinggi bisa menjadi faktor risiko demensia pada wanita berusia 40 tahunan, namun risiko yang sama tidak ditemukan pada para pria. Ini mungkin mengindikasikan adanya hubungan antara kesehatan otak dan manajemen hipertensi.

Menurut Keith Fargo, direktur program saintifik dan pendekatan pada Asosiasi Alzheimer, sistem sirkulasi kesehatan sangat penting untuk mendapatkan otak yang sehat karena otak merupakan organ yang aktif secara metabolik pada tubuh seseorang.

Ia mengatakan, "Dibutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi lain. Karena itu, ada sistem penghantaran darah yang sangat, sangat kaya. Apapun yang terjadi bisa mengganggu keseluruhan kesehatan dan fungsi otak."

Peneliti dari penelitian ini mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengetahui lebih banyak bukti, dan hal ini meliputi apakah peningkatan tekanan darah benar-benar mengganggu kerja otak. MIMS

Bacaan lain:
Mengapa harus memeriksa tekanan darah
Ternyata otak masih bekerja meskipun tubuh sudah tak bernyawa
3 cara tenaga kesehatan mencegah onset demensia digital

Sumber:
https://www.medicalnewstoday.com/articles/319637.php 
https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/news/20171004/high-blood-pressure-tied-to-womens-dementia-risk#1 
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4950046/Dementia-risk-women-40s-high-blood-pressure.html 
http://www.medscape.com/viewarticle/886380