Penelitian baru yang dipublikasi di Inggris menemukan bahwa puluhan dari ribuan pasien didiagnosis kanker tahap akhir meskipun sudah beberapa kali memeriksakan diri ke dokter keluarga, yang gagal mendeteksi gejala.

Penelitian, yang menganalisis 4.637 catatan medis didiagnosis di unit gawat darurat, menemukan bahwa 71% pasien sudah memeriksakan diri dokter mereka.

Judith Brodie, sebagai kepala eksekutif Beating Bowel Cancer, mengatakan bahwa kesempatan pasien sembuh "menurun drastis jika mereka tidak didiagnosis saat tahap akhir".

Pasien kanker tidak diperiksa dengan serius

Secara keseluruhan, hampir seperempat pasien kanker didiagnosis di unit gawat darurat setelah melakukan konsultasi ke dokter umum setidaknya tiga kali. Pasien yang tidak melakukan konsultasi biasanya lebih tua, pria dan/atau dari latar belakang berpendidikan rendah.

31% pasien yang sudah konsultasi ke dokter umum selama tiga kali atau lebih didiagnosis kanker payudara sedangkan 41% pasien didiagnosis kanker usus.

"Banyak hal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa publik menyadari gejala dan mengetahui sepenting apa mereka bisa diperiksa secepat mungkin," kata Brodie. "Pengetahuan mengenai penyakit juga akan membuat mereka rajin memeriksakan diri ke dokter umum mereka jika mereka merasa gejala mereka tidak dianggap serius."

Meskipun demikian, banyak pasien merasa sulit dianggap serius oleh tenaga kesehatan, dan juga merasa kesulitan untuk melakukan konsultasi medis.

Samia al Qadhi, pemimpin eksekutif Breast Cancer Care, menyatakan bahwa banyak "wanita dan pria mengaku sangat stres saat keluhannya tidak dianggap serius." Menurutnya, hampir satu per tiga pasien kanker payudara sekunder yang tidak bisa sembuh merasa bahwa sebelum diagnosis, dokter tidak menganggap serius keluhan mereka."

Dokter umum harus meningkatkan kemampuan diagnosis untuk membantu mereka mengidentifikasi kanker

Data Cancer Research UK menunjukkan bahwa setiap tahun, 22% pasien kanker sudah memasuki kasus darurat. Jumlah ini mewakili sekitar 78.000 pasien, dengan lebih dari 23.000 pasien sudah memeriksakan diri ke dokter setidaknya tiga kali.

Peneliti menyimpulkan bahwa dokter umum cenderung gagal mendeteksi kanker yang lebih sulit didiagnosis, seperti multiple myeloma, lymphoma, dan kanker paru. Namun, tumor yang sering muncul juga sering tidak terdeteksi, seperti kanker prostat, payudara dan usus, khususnya saat pasien berusia lebih muda dari ekspektasi akan mengidap kanker.

Dengan sistem kesehatan Inggris yang berada di bawah tekanan finansial, NHS dipaksa untuk mengubah sumber daya mereka untuk menjaga sistem. Bulan lalu, NHS Inggris mengakui bahwa waktu tunggu untuk pasien yang membutuhkan operasi panggul, lutut dan operasi non-darurat lain akan semakin panjang demi meningkatkan pelayanan untuk pasien kanker.

Namun tetap saja, Profesor Helen Stokes-Lampard, pemimpin Royal College of General Practitioners (RCGP) menggaris bawahi bahwa di antara jumlah kasus baru kanker, diagnosis darurat sudah menurun sebesar 5% dalam lima tahun terakhir, mengartikan bahwa lebih banyak pasien sudah berhasil didiagnosis pada tahap awal.

"Dokter keluarga akan sangat membantu dengan meningkatkan akses ke alat diagnosis yang baru dan lebih baik untuk membantu mereka mengidentifikasi kanker yang lebih sulit dideteksi," kata Stokes-Lampard. MIMS

Bacaan lain:

Tikus tidak sama dengan manusia: Evaluasi penggunaan hewan uji dalam penelitian klinis
Penelitian menunjukkan angka kejadian kanker pada anak-anak semakin meningkat
Tempat wisata medis terbaik di seluruh dunia
Faktor yang menyebabkan bervariasinya rasa nyeri


Sumber:
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/04/24/cancer-patients-diagnosed-ae-repeatedly-rejected-gps-research/
http://www.medscape.com/viewarticle/879139#vp_2
https://www.thesun.co.uk/living/3405787/thousands-of-brits-have-cancer-symptoms-missed-three-or-more-times-before-diagnosis/