“Resep hijau” adalah istilah yang dibuat oleh praktisi kesehatan di New Zealand, berupa saran tertulis oleh dokter agar pasiennya lebih banyak berolahraga.1

Keuntungannya

Sebuah penelitian yang dipublikasi oleh British Journal of General Practice menemukan bahwa aktivitas fisik merupakan intervensi yang sangat murah. Penelitian dilakukan melalui penelitian acak terkontrol dengan inertevensi peningkatan aktivitas fisik berdasarkan manajemen primer dalam komunitas. Peneliti menemukan bahwa resep yang berisi saran agar pasien sering berjalan, olahraga berkelompok dan olahraga ringan memiliki efektivitas biaya lebih tinggi daripada kelas gym atau mengikuti kelas jalan.2

Penelitian lain menunjukkan bahwa jenis resep ini efektif untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kualitas hidup dalam waktu lebih dari 12 bulan tanpa efek samping. Penelitian dilakukan pada pasien berusia 40 hingga 79 tahun yang melakukan pemeriksaan diri ke dokter umum selama periode perekrutan subjek uji. Dokter kemudian memberi saran oral dan tertulis untuk meningkatkan aktivitas fisiknya selama konsultasi. Kemudian didapatkan perubahan positif pada kualitas hidup pasien, hasil penelitian juga menunjukkan adanya tren penurunan tekanan darah.3 

Efektivitas resep hijau juga menyemangati negara lain untuk melakukan program serupa. Mudahnya, dokter umum di Kabupaten Devon dan Somerset, Inggris telah berhasil menyemangati pasien untuk mengunjungi taman nasional sebagai bagian dari terapi mereka atau alternatif pengobatan. Pasien operasi bedah juga memberi saran yang sama disebut sebagai Jalan untuk Kesehatan untuk mempromosikan kegiatan berjalan di luar ruangan.4

Tren per daerah

Daerah-daerah kecil juga memiliki potensi pertumbuhan tren resep hijau ini. Di Malaysia misalnya, Dr. Ahmad Taufik Jamik, konsultan kesehatan publik dan dokter olahraga di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengatakan bahwa ia akan mulai menulis resep olahraga di Cheras pada akhir tahun. Klinik akan dijalankan oleh UKM Medical Centre (UKMMC) dan akan meresepkan jenis olahraga dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kondisi pasien.5

Di Singapura, berdasarkan survey, dokter yang pernah mengikuti pelatihan resep olahraga oleh Exercise is Medicine Singapore (EIMS) sekarang lebih banyak meresepkan olahraga ke pasien. Pelatih mengajarkan dokter bagaimana cara meresepkan olahraga, dan juga kesehatan dan kebugaran untuk memberikan resep olahraga dengan aman.6 MIMS

Sumber:
1. “Green Prescriptions”. New Zealand Ministry of Health website. Web. 15 Nov 2016. http://www.health.govt.nz/our-work/preventative-health-wellness/physical-activity/green-prescriptions
2. Sue Garrett, C Raina Elley, Sally B Rose, Des O'Dea, Beverley A Lawton, Anthony C Dowell. “Are physical activity interventions in primary care and the community cost-effective? A systematic review of the evidence”. Br J Gen Pract Mar 2011, 61 (584) e125-e133. http://bjgp.org/content/61/584/e125.long
3. Elley C Raina, Kerse Ngaire, Arroll Bruce, Robinson Elizabeth. “Effectiveness of counselling patients on physical activity in general practice: cluster randomised controlled trial”. BMJ 2003; 326:793 http://www.bmj.com/content/326/7393/793
4. “Prescribing exercise outdoors could reduce obesity, say councils”. Local Government Association, UK. http://www.local.gov.uk/media-releases/-/journal_content/56/10180/7944615/NEWS 
5. Syida Lizta Amirul Ihsan. “Battle hypertension with exercise”. New Straits Times. http://www.nst.com.my/news/2016/10/179531/battle-hypertension-exercise
6. Joyce Teo, “Docs adding a dose of exercise to prescriptions”. The Straits Times. http://www.straitstimes.com/singapore/docs-adding-a-dose-of-exercise-to-prescriptions