Alergi makanan merupakan sesuatu yang berbahaya, dan alergi bisa menyebabkan terbatasnya makanan anak dan mimpi buruk yang tiada habisnya bagi orangtua.

"Alergi makanan bisa mengisolasi anak," kata ahli alergi pediatri John Lee, direktur Program Alergi Makanan di Rumah Sakit Anak Boston.

"Seorang orangtua mengatakan bahwa anaknya dipaksa untuk duduk sendiri selama jam makan siang. Dan sang anak terkadang sebal karena orangtua merasa tidak bisa wisata keluarga atau bahkan makan malam di restoran," tambahnya.

Meskipun alergi makanan memang banyak terjadi, namun kebanyakan alergi muncul bukan karena sistem imun anak, tetapi dari tes yang digunakan untuk diagnosis.

Tes yang tidak akurat bisa menyebabkan malnutrisi

Penelitian menunjukkan bahwa banyak dokter mengadakan tes yang salah untuk diagnosis alergi makanan pada anak.

Menurut laporan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), terlalu bergantung pada tes bisa mengarahkan ke hasil yang salah dan diagnosis alergi makanan yang salah pula.

Kesalahan diagnosis juga bisa memperburuk efek kesehatan, termasuk gangguan tumbuh-kembang dan malnutrisi disebabkan batasan makanan, kata David Stukus dari Rumah Sakit Anak di Kolumbus.

Kondisi ini malah bisa menyebabkan anak benar-benar mengalami alergi di kemudian hari.

"Inilah penyebabnya," tambahnya.

"Ini benar-benar merupakan konsekuensi jangka panjang dari apa yang kita khawatirkan di masa tumbuh-kembang anak," tambah Andrew Bird, direktur Pusat Alergi Makanan di Kesehatan Anak Dallas dan Asosiasi profesor di Pusat Medis Baratdaya UT.

Menurut David Fleischer, seorang asisten profesor di Kesehatan Nasional Yahudi, tes darah bisa memberikan ide bahwa Anda menderita alergi makanan, tetapi "bukan berarti Anda sebenarnya alergi."

"Satu-satunya tes yang benar adalah apakah Anda bisa makan makanan tersebut," jelasnya.

Dokter spesialis imunologi klinis, alergi dan pediatrik Dr Amir Hamzah Abdul Latiff percaya bahwa hal yang lebih penting adalah mengumpulkan informasi detail mengenai apa yang dimakan, disentuh, dan kemana sang anak pergi.

Namun, kebanyakan dokter spesialis alergi merekomendasikan kombinasi tes darah, tes kulit, makanan dan riwayat demi mencapai diagnosis yang sebenarnya.

Paparan awal ke alergen bisa menurunkan risiko alergi

Nicholas Christakis, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Harvard, percaya bahwa "reaksi berlebihan" ke alergi bisa menyebabkan hasil positif palsu. "Anda harus bisa membedakan antara epidemik diagnosis dan epidemik alergi," ungkapnya.

"Ada beberapa anak menderita alergi parah, dan harus ditangani dengan serius," tambahnya, "tetapi respon yang salah adalah memberi makan epidemik."

Banyak dokter anak dan dokter umum tidak menyadari pola tes ini, dan direktur Sean N. Parker Center untuk Penelitian Alergi di Universitas Stanford, Kari Nadeau, dan peneliti lain sedang mencari cara metode yang lebih baik dan lebih mudah digunakan.

"Dalam hal diagnosis, kami telah berada di tempat yang sama selama sekitar 20 tahun," kata Nadeau.

Penelitian yang disebut Learning Early About Peanut Allergy (LEAP) mengungkapkan bahwa memaparkan anak kecil ke sejumlah kecil kacang-kacangan bisa sangat menurunkan angka kejadian alergi.

Untuk inisiasi desensitisasi awal, Scott H. Sicherer, profesor ahli pediatrik, alergi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Icahn, Gunung Sinari, menyatakan bahwa dokter harus menyarankan orangtua untuk memperkenalkan berbagai jenis makanan dari usia muda dan "bermain kotor-kotoran."

Mengedukasi orangtua mengenai hipotesis higienis dan mendukung paparan awal ke alergen berbeda bisa menjadi perlindungan alergi terbaik bagi anak. MIMS

Bacaan lain:
Harga komentar negatif pasien
Facebook dan pemahaman publik
Ketika pasien tidak memahami maksud dokter


Sumber:
http://www.reuters.com/article/us-health-kids-allergies-idUSKBN13Q5NU
http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=101944263
http://www.cbsnews.com/news/kids-food-allergies-often-misdiagnosed/
http://www.foxnews.com/health/2016/12/02/many-doctors-use-wrong-test-to-diagnose-kids-food-allergies.html
http://non-toxickids.net/2011/01/food-allergies-in-children-misdiagnosis.html
https://www.bostonglobe.com/lifestyle/health-wellness/2012/09/02/when-comes-allergies-newer-blood-tests-show-that-many-children-are-misdiagnosed/Jgb5SeTqtI2JmBxnL1udAM/story.html
https://www.scientificamerican.com/article/an-overreaction-to-food-allergies/ 
http://www.allergymsai.org/article.php?aid=121
http://content.time.com/time/health/article/0,8599,1869095,00.html