Rasa takut kehilangan atau Fear of Missing Out (FOMO) terjadi saat Anda ingin melakukan hal menyenangkan yang dilakukan orang lain. Munculnya perasaan ini ditandai dengan rasa iri atau tidak percaya diri. Media sosial dapat menjadi salah satu penyebab perasaan ini; teman atau relatif mungkin menyebarkan gambar atau status aktivitas mereka di Facebok dan Instagram – aktivitas yang tidak bisa Anda lakukan karena sibuknya jadwal kerja Anda. Sebagai seorang dokter, mungkin Anda sering melewati acara sosial seperti pesta, berkumpul dan reuni. Anda mungkin sedang memeriksa atau melakukan operasi pasien ketika teman-teman Anda sedang bepergian keliling dunia.

Semua dokter pernah mengalami FOMO pada satu titik perjalanan karir mereka, maka bagaimana cara menghadapi perasaan ini?

Mengatasi rasa takut

Langkah penting untuk mengatasi kegelisahan ini adalah mengingatkan diri Anda bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna. Semua orang pasti kehilangan sesuatu untuk alasan berbeda-beda. Gunakanlah satu waktu untuk merefleksikan apa yang Anda lakukan: Anda berada di posisi dimana Anda dapat membantu orang yang membutuhkan. Ketika Anda menganggap pekerjaan Anda sebagai suatu kesempatan daripada kewajiban, ini akan membantu Anda merasa bersyukur. Bersyukur merupakan rasa menghargai apa yang Anda miliki sekarang daripada berfokus pada apa yang tidak (bisa) Anda miliki. Apa tidak Anda dapatkan hanya berupa beberapa jam atau beberapa hari kesenangan, tetapi kesenangan yang Anda rasakan dari membantu orang lain merupakan kesenangan yang luar biasa.

Temukan kesenangan di kegiatan profesi Anda

Menikmati pekerjaan dapat membantu Anda memperoleh sikap positif, merasa senang dalam pekerjaan Anda, tidak peduli seberapa kecil. Pikirkan senyum dan kepuasan pasien yang pernah Anda tolong. Pikirkan semua pengalaman besar yang Anda dapatkan saat bekerja sejauh ini, dan lebih banyak lagi pengalaman yang Anda dapatkan dalam karir medis di masa depan.

Darlene McLaughlin, M. D., asisten professor di Fakultas Kedokteran Pusat Sains Kesehatan A&M Texas mengatakan bahwa untuk melawan FOMO, Anda harus menyingkirkan pikiran negatif dengan pikiran yang lebih beralasan. Ia juga menyarankan untuk menggunakan pikiran dan perasaan Anda untuk mendorong dan memanfaatkan motivasi intrinstik untuk mencapai tujuan Anda.

Daripada membiarkan pikiran buruk memasuki diri Anda dan mengganggu kehidupan menyenangkan Anda, cobalah hargai waktu Anda di luar waktu kerja. Momen berkualitas demikian dapat Anda gunakan dengan keluarga dan teman daripada menghabiskannya dengan sia-sia.

Anda merupakan satu-satunya orang yang mengetahui apa itu kebahagiaan dan kepuasan Anda. Hanya karena orang lain melakukan hal yang terlihat menyenangkan bukan berarti hal tersebut akan memberi kepuasan yang sama untuk Anda. Anda telah memilih jalan sebagai seorang tenaga kesehatan, jadi belajarlah untuk menikmati apa yang Anda lakukan sekarang dan menikmati pilihan kehidupan Anda. MIMS

Sumber:
1. Texas A&M University. "FOMO: It's your life you're missing out on." ScienceDaily. ScienceDaily, 30 March 2016. www.sciencedaily.com/releases/2016/03/160330135623.htm