Peneliti telah menunjukkan bahwa jumlah pasien yang berhasil berhenti merokok ditemukan dua kali lipat ketika perawat bersama tenaga kesehatan lain dilatih untuk membina pasien cara menghentikan kecanduan mereka, dan secara aktif menjelaskan efek buruk rokok ke pasien. Tentu saja, komunikasi efektif oleh perawat bisa menghasilkan hasil positif jika dilakukan dengan benar - jadi bagaimana cara mencapainya?

1. Fokuskan perhatian ketika berbicara

Perawat harus berfokus ke pasien saat berbicara. Jika permintaan pasien tidak tercapai akibat salah interpretasi atau kurang konsentrasi, tidak perlu diragukan lagi pasien akan menjasi frustasi dan/atau marah karena perawat tidak memperhatikan, dan menyebabkan gagal mencapai tujuan komunikasi antara perawat-pasien.

Kurang fokus ketika berbicara dengan pasien bisa membuat pasien merasa tidak penting atau dihiraukan - tanda komunikasi yang sangat tidak efektif. Pasien cenderung merasa sedih dan marah jika tidak dihiraukan, khususnya ketika mereka sudah merasa tidak enak. Bahasa tubuh juga merupakan sesuatu yang penting. Menjaga kontak mata dan sedikit menganggukan kepala mungkin terdengar sederhana, tetapi ini merupakan hal penting untuk membuat pasien merasa nyaman dan yakin.

2. Berhati-hati saat berkomunikasi

Pasien biasanya berada dalam situasi kesakitan atau gelisah akibat penyakit atau cedera, dengan demikian penting untuk berbicara dengan jelas, perlahan dan menghindari istilah medis yang menyulitkan pasien. Bahasa tubuh dan nada bicara harus juga dipertimbangkan - misalnya, perawat sebaiknya meletakkan tangan di sisi tubuh mereka, daripada menyilangkannya di depan dada ketika berbicara, karena sikap tubuh demikian bisa mengindikasikan masalah atau sulit didekati, dan bisa membuat pasien merasa tertekan.

3. Terus memeriksa tingkat stres

Terus sadar dan mengontrol emosi juga sangat penting untuk komunikasi efektif. Misalnya, jika pasien merasa gelisah atau marah dan melampiaskannya ke perawat, perawat harus memberi respon yang sesuai demi mencegah bertambah buruknya situasi - Ini artinya perawat harus terus memeriksa emosi mereka dan berusaha menenangkan pasien yang sedang marah tersebut.

Kemampuan komunikasi yang buruk bisa menghancurkan hubungan antara pasien dan perawat - dan kesalahan komunikasi atau interpretasi bisa menimbulkan masalah lain. Karena itu adalah tanggung jawab perawat untuk memastikan komunikasi tetap tersampaikan dan jelas. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
6 tanda Anda cocok berkarir di dunia kesehatan
Peran pilihan kata saat berkomunikasi dengan pasien
Bagaimana kritikan bisa meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan dalam dunia medis?