Dalam kasus malpraktek medis yang mengejutkan, seorang wanita Irlandia yang pergi ke rumah sakit untuk prosedur rutin malah kehilangan delapan liter darahnya. Sepertinya ia akan hidup diselimuti bayang-bayang sakit kronik sepanjang hidupnya.

Kesalahan prosedur rutin

Pada 4 Juni 2002, Gina Van Amersfoorth mengunjungi rumah sakit yang dulu bernama Rumah Sakit Umum Portlaoise (sekarang Rumah Sakit Pusat Midland) untuk prosedur diagnosis untuk mengetahui mengapa ia tidak bisa hamil.

Konsultan obstetrik, Dr John Corristine memasukkan alat operasi - trocar - ke abdomennya untuk pemeriksaan teleskopik saat wanita berusia 50 tahun ini berada di bawah pengaruh anestesi. Namun, dalam kondisi yang mengejutkan, trocar yang masuk merobek arteri mayor dan melubangi vena di pelvis Van Amesfoorth, menyebabkan perdarahan besar yang menyebabkan ia kehilangan setidaknya delapan liter darah. Ahli operasi vaskular segera dipanggil untuk mengatasi kerusakan.

Dengan demikian, wanita ini harus mendapat bantuan ventilasi dan alat pendukung kehidupan selama dua hari. Ia dirawat selama total enam hari.

Pengadilan mencatat bahwa rumah sakit gagal mengambil langkah yang seharusnya

Van Amersfoorth dari Grenville, Portlaoise, Co Laois, kemudian menggugat Dr Corristine karena kerusakan yang terjadi. Ia juga mendapat tuntutan dari Eksekutif Pelayanan Kesehatan (HSE), yang kemudian dikenal sebagai Badan Kesehatan Midland.

Hakim menyatakan bahwa personel medis telah lalai mengambil langkah yang sesuai untuk keamanan Van Amersfoorth dan untuk memastikan bahwa semua alat yang digunakan selama laparoscopy berada dalam kondisi sangat baik.

Kemudian dikatakan bahwa trocar diposisikan jauh dari garis tengah, dan terlalu dalam ke pelvis Van Amersfoorth, sehingga trocar ini memengaruhi sisi dinding pelvis posterior setidaknya dua kali, menyebabkan kerusakan ke arteri dan venanya.

Kerusakan signifikan pada kehidupan pasien harus dikompensasi dengan baik

Terdakwa menyatakan bertanggung jawab untuk gangguan selama operasi, luka, dan rasa sakit serta penderitaan yang dialami Van Amersfoorth. Meskipun demikian, mereka membantah pernyataan yang menyatakan bahwa konsekuensi lain, seperti sakit abdominal kronik yang dialami Van Amersfoorth, berhubungan dengan kejadian tersebut.

Hakim ketua, Hakim Kevin Cross mengindikasikan ia menerima keterangan ahli bahwa penderitaan Van Amersfoorth disebabkan prosedur ceroboh, cenderung menetap selama hidupnya, dan kemungkinan, bahkan lebih buruk. Ia menyimpulkan sebesar €855,793 (Rp 12.738.758.349,78) harus dibayarkan ke Van Amersfoorth karena gangguan signifikan dalam hidupnya akibat operasi yang bermasalah.

Meskipun banyak penggugat lain juga mengalami lebih banyak kerusakan daripada Van Amersfoorth, namun ini merupakan cara yang sangat tidak baik untuk meminimalisir apa yang ia derita, katanya. MIMS

Bacaan lain:
Tulisan jelek dokter menempatkan posisi pasien ke ujung tanduk
Pasien menggugat rumah sakit karena salah membuang ginjal sehat bukan ginjal bertumor
Seorang pasien di Kanada bangun saat operasi dan mengerang kesakitan saat pisau bedah dokter menyobek tubuhnya

Sumber:
http://www.irishtimes.com/news/crime-and-law/courts/high-court/855-000-for-woman-who-lost-eight-pints-of-blood-in-routine-operation-1.3104239
http://www.independent.ie/irish-news/courts/woman-who-lost-eight-pints-of-blood-during-routine-hospital-procedure-awarded-855k-35779411.html
http://www.leinsterexpress.ie/news/home/253080/botched-surgery-results-in-large-compensation-for-portlaoise-women.html