Dokter anak dan psikiatrik yang berusaha menyelamatkan anak-anak Amerika Serikat dari racun timbal baru-baru ini meninggal di usia 89 tahun.

Kedatangan seorang anak laki-laki – awal mula perjalanan

Di tahun 1970an, Dr Herbert Leroy Needleman, seorang dokter anak dan psikiatrik dari Universitas Pittsburgh menarik kesimpulan menarik mengenai keracunan timbal pada anak-anak dan tumbuh-kembang mereka. Melalui penelitian yang dilakukan ini, ia menemukan bahwa anak-anak yang keracunan timbal, bahkan dalam kadar rendah sekalipun, mengalami penurunan kepintaran dan sikap.

Dr Herbert Needleman found a relationship between lead poisoning in children and their development. Photo credit: Jim Harrison/Heinz Awards
Dr Herbert Needleman found a relationship between lead poisoning in children and their development. Photo credit: Jim Harrison/Heinz Awards


Awal mula ia mulai melawan keracunan timbal pada anak-anak terjadi saat seorang anak laki-laki datang ke klinik tempat ia bekerja sebagai psikiatrik komunitas. Anak ini merupakan anak yang ceria dan terbuka tetapi mengalami kesulitan berbicara, kondisi yang mirip dengan orang-orang yang mengalami keracunan timbal.

Pada saat itu, keracunan timbal kadar tinggi diketahui bisa menyebabkan gangguan mental tetapi tidak diketahui efeknya pada kadar rendah, seperti mereka yang terpapar saat bermain di taman, menghirup tinta timbal dari rumah-rumah atau saat hidup di daerah industri.

Penelitian mengenai keracunan timbal terbatas pada data rambut, darah, kuku dan tulang pasien. Untuk mendukung hipotesisnya, Dr Needleman harus mendapatkan data dari anak-anak, tetapi metode akuisisi ini terlalu invasif dan tidak bisa dilakukan karena yang ia miliki hanyalah hipotesis. Untungnya, alternatifnya ada dari mulut korban.

Menjadi "Peri Gigi"

Berdasarkan fakta bahwa gigi merupakan bagian dari tulang manusia, bisa menyerap timbal dan anak-anak juga bisa mengalaminya, Dr Bernard Goldstein, mantan dekan paskasarjana fakultas kesehatan masyarakat Universitas Pittsburgh mengatakan, "Masukan inilah yang menjadi sumber pengubahnya. Tanaman herbal menjadi Peri Gigi."

Untuk setiap gigi yang lepas dari anak-anak berusia enam dan tujuh tahun di daerah Boston, mereka akan diberikan hadiah. Dari menganalisis gigi, Dr Needleman meringkas di tahun 1979 bahwa mereka yang tinggal di daerah kumuh memiliki kadar timbal lima kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tinggal di daerah lebih maju. Hasil ini juga mengarahkan ke pernyataan bahwa anak-anak dengan kadar timbal tinggi memiliki IQ lebih rendah empat angka dibandingkan anak-anak dengan kadar timbal lebih rendah.

Para guru juga melaporkan bahwa anak-anak dengan kadar timbal tinggi memiliki kesulitan mengikuti perintah, dan juga memiliki sikap yang impulsif dan hiperaktif. Di tahun 1990 saat survey pemeriksaan kembali dilakukan, anak-anak yang sama ditemukan memiliki keterlambatan kemampuan membaca dan menyelesaikan sekolah. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara keracunan timbal dan perkembangan mental dan sikap anak-anak.

Sasaran empuk industri timbal

Saat itu, timbal banyak ditambahkan ke cat yang digunakan di rumah dan sekolah, sebagai pelapis mainan, pada pipa-pipa, dan juga sebagai bahan bakar untuk kendaraan. Tanpa perlu dikatakan lagi, Dr Needleman menjadi sasaran empuk industri timbal. Penelitiannya diserang di tahun 1990an oleh industri besar. Ia disebut tidak memiliki data yang komprehensif dengan populasi, tetapi pemerintah menyatakan bahwa kesimpulannya tetap tidak bisa diubah.

Sekarang ini, banyak penghargaan sudah diberikan ke penelitian Dr Needleman untuk eliminasi timbal dalam bahan bakar bensin. Dr Needleman baru-baru ini meninggal di usia 89 tahun, meninggalkan berbagai warisan untuk kesehatan masyarakat, dengan melarang pipa dan cat bertimbal. Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit, "Tidak ada nilai kadar aman timbal pada anak-anak yang bisa diidentifikasi."

Di samping mengumumkan bahaya racun timbal, Dr Needleman juga mengepalai kelompok yang disebut Committee of Responsibility to Save War-Burned and War-Injured Vietnamese Children, yang menolong anak-anak cedera selama Perang Vietnam ke Amerika Serikat untuk perawatan medis. Ia melayani menjadi tentara dengan pangkai Kapten setelah menerima gelar medisnya di tahun 1950an. Ia meninggal karena gagal napas yang disebabkan edema. MIMS

Bacaan lain:
Rokok sehat, mungkinkah?
Sejarah warfarin: Dari pembunuh ternak hingga racun tikus hingga obat paling dibutuhkan oleh manusia
Racun saraf VX: Pembunuhan kakak tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong Nam

Sumber:
https://www.nytimes.com/2017/07/27/science/herbert-needleman-dead-lead-poisoning-in-children.html
https://www.washingtonpost.com/local/obituaries/herbert-l-needleman-pediatrician-who-exposed-dangers-of-lead-poisoning-dies-at-89/2017/07/20/3bc644ba-6d53-11e7-b9e2-2056e768a7e5_story.html?utm_term=.2ff9e4be69cd
http://scienceblogs.com/thepumphandle/2017/07/26/he-couldnt-tolerate-injustice-remembering-dr-herbert-needleman/