Polisi berhasil menangkap dua individu – seorang wanita berusia 38 tahun, dikenal sebagai Bonda, dan seorang dokter klinik swasta berusia 54 tahun – yang diduga terlibat dalam jual-beli bayi.

Berhubungan dengan "Ops Baby", sebuah operasi dilakukan disebabkan munculnya laporan penyelidikan oleh Al Jazeera minggu lalu yang menunjukkan situasi sebenarnya dari jual-beli bayi di Malaysia. Sejak saat itu, polisi sudah berhasil menggerebek beberapa klinik di Selangor dan Negeri Sembilan – termasuk klinik kehamilan dan klinik umum di Klang.

"Tim yang berisi 32 personel dari (D7C) Anti-Perdagangan Anak dan Penyelundupan Orang unit dengan bantuan D10 dan D11, dipimpin oleh Supt Cha Hoong Fong, melakukan beberapa kali penggerebekan di jalan Klang," ungkap direktur Federal CID Comm Datuk Seri Mohmad Salleh.

"Mereka menggerebek tiga klinik dan empat tempat di Klang, Puchong, Seremban, Sepan dan Tanjung Sepat," tambahnya.

Penangkapan diklasifikasikan sebagai perdagangan anak-anak yang diatur di bawah pasal 14 mengenai Anti-Perdagangan Anak dan Penyelundupan Orang.

"Operasi akan dilakukan dengan mengikuti beberapa orang yang bersangkutan," katanya.

Malaysia UNICEF memperingati untuk tidak membiarkan kegiatan jual-beli bayi

Sementara itu, United Nations Children's Emergency Fund (UNICEF) Malaysia memperingati polisi dan agen penegak hukum lain untuk tidak membiarkan kegiatan jual-beli bayi.

Perwakilan UNICEF Malaysia Marianne Clark-Hattingsh mengatakan bahwa perdagangan anak merupakan sebuah tindak kriminal. Dan Malaysia wajib memastikan semua anak dilindungi dari semua bentuk kekejaman dan eksploitasi.

"Penjualan anak, yang dianggap sebagai tindak kriminalitas di dunia, harus dihentikan dan pelakunya harus diberikan sanksi tegas tanpa pandang bulu. Semua jenis pelanggaran harus dianggap serius. UNICEF menyemangati Polisi Malaysia dan agen penegak hukum lain untuk mengadakan investigasi lebih lanjut dan membawa para pelanggar hukum duduk di pengadilan sesegera mungkin," katanya dalam sebuah pernyataan.

Organisasi non-pemerintahan juga meminta dilakukannya pengkajian aopsi hukum yang ada sekarang dan proses yang sekarang mengarahkan ke permintaan penjualan anak. MIMS

Bacaan lain:

Dokter mengaku mendapat jutaan keuntungan dari penjualan obat resep ke para pencandu
Dokter spesialis radiologi mengulangi kesalahan yang sama, dan tidak mendapat hukuman apapun
Seorang dokter spesialis anak penderita pedofilia dijatuhi hukuman penjara 22 tahun

Sumber:
http://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2016/11/30/unicef-wants-every-baby-sale-probed-culprits-punished/
http://www.themalaymailonline.com/malaysia/article/take-baby-selling-allegation-seriously-unicef-malaysia-tells-authorities-vi
http://www.malaysiakini.com/news/364654
http://www.themalaymailonline.com/malaysia/article/cops-raid-five-clinics-over-probe-into-alleged-sale-of-babies?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
http://www.thestar.com.my/news/nation/2016/12/01/two-arrested-in-baby-selling-probe/
http://www.nst.com.my/news/2016/11/193243/bukit-aman-storm-maternity-centre-klang-linked-al-jazeeras-baby-sale-report