Meskipun banyak orang berpikir dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berusaha mendaki tangga karir, banyak juga orang yang lebih memilih untuk mengambil kuliah paskasarjana. Banyak apoteker ragu untuk mengambil kuliah paskasarjana karena dianggap mereka perlu mengorbankan waktu, pendapatan dan gaya hidup. Meskipun demikian, ada banyak keuntungan dari pengorbanan yang diberikan.

Keuntungan kuliah paskasarjana

Ada banyak keuntungan kuliah paskasarjana. Secara umum, apoteker kembali ke kursi fakultas untuk beberapa alasan. Pertama, ada banyak hal yang bisa dipelajari dengan berprofesi sebagai apoteker. Kembali ke kursi kuliah membuat apoteker menjadi lebih ahli dalam praktek kefarmasian.

Kedua, gelar paskasarjana bisa berguna untuk prospek pekerjaan. Memiliki spesialisasi di tingkat paskasarjana bisa meningkatkan kemampuan Anda dan membuat Anda menjadi calon pekerja yang lebih unggul. Selain itu, bagi apoteker yang mempertimbangkan perubahan karir, mengejar gelar paskasarjana merupakan tahap yang baik untuk perpindahan karir.

Apa pilihan jurusan paskasarjana yang tersedia bagi apoteker?

Sebagai seorang apoteker, ada banyak pilihan kuliah paskasarjana, baik di negara sendiri maupun di luar negeri. Namun, bagi Anda yang tertarik mencoba luar negeri, namun ragu untuk pergi terlalu jauh dari kampung halaman; berikut beberapa daftar pilihan kuliah paskasarjana di luar negeri:

a. PhD atau Msc di NUS Pharmacy

Setiap bulan Februari dan September, pendaftaran PhD atau MSc sudah terbuka bagi calon mahasiswa. Semua calon mahasiswa harus mengikuti PhD Qualifying Examination (QE). Tujuan dari QE adalah untuk memastikan calon mahasiswa memiliki pengetahuan cukup dalam hal metodologi penelitian, statistika dan disiplin ilmu mereka.

Ujian ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa para calon mahasiswa PhD bisa mendesain, menulis, dan secara oral menjelaskan proposal penelitian mereka. MSc akan diberikan ke calon mahasiswa jika mereka gagal ujian QE. Apoteker yang tertarik untuk program MSc atau PhD bisa mulai mengkaji penelitian yang dilakukan oleh profesor di halaman website mereka.

b. Pharm D di NUS Pharmacy Pharm D di NUS Pharmacy

menyambut pendaftaran mahasiswa setiap tahun di bulan Agustus. Tidak seperti phD atau MSc, program NUS Doctor of Pharmacy (Pharm.D.) ditujukan untuk mempersiapkan apoteker umum dan spesialis untuk memberikan perawatan kolaboratif dan holistik bagi pasien di segala tahap kehidupan - mulai dari diagnosis dan terapi saat pemeriksaan kembali.

Program ini sangat berfokus pada pasien dan cocok bagi calon mahasiswa yang sekarang sudah berpraktek di komunitas.

c. National Pharmacy Residency Programme di NUS

Tidak seperti Pharm D, program magang didesain bagi apoteker yang ingin mengumpulkan lebih banyak pengetahuan dan kemampuan untuk memperdalam praktek perawatan pasien. Untuk sekarang, ada dua jenis magang - Postgraduate Year 1 (PGY-1) dan PGY-2. PGY-1 memiliki materi yang lebih luas, dan merupakan program pelatihan untuk mempersiapkan apoteker menjadi seorang praktisi terlatih. PGY-2 ditujukan untuk melatih apoteker spesialis dalam spesialisasi medis onkologi, penyakit infeksi, psikiatri, kardiologi atau geriatri.

d. Gelar apoteker klinis di negara lain

Bagi apoteker yang tertarik dalam apoteker klinis, ada beberapa modul pelajaran yang tersedia secara online. Misalnya, University of Southern Australia menyajikan Master of Clinical Pharmacy untuk sarjana dari luar negeri. Setelah menyelesaikan kuliah, mahasiswa bisa menentukan apakah mereka akan melanjutkan kuliah mereka ke tingkah PhD.

Universitas di Inggris seperti The University of Manchester dan Queens University Belfast juga menawarkan gelar paskasarjana yang sama. Secara umum, dibutuhkan waktu 1,5 tahun untuk kuliah di negara sendiri dan ditambah 2 hingga 3 tahun untuk kuliah di negara lain hingga akhirnya mendapat gelar sarjana.

e. Gelar paskasarjana lokal dan di luar negeri yang tidak berhubungan dengan farmasi klinis

Apoteker yang lebih menyukai kuliah non-klinis bisa mempertimbangkan untuk mengambil Masters of Public Health, Masters of Health Administration atau bahkan Master of Business Administration. Apoteker yang mengambil kuliah ini seringkali bisa menjadi seorang ahli epidemiologi, statistik, advokat kesehatan publik, administrator kesehatan atau peneliti alam, tergantung ketertarikan mereka. Apoteker bisa mengambil kuliah jenis ini di negeri sendiri dan luar negeri, serta dalam jam kuliah paruh-waktu atau waktu-penuh.

2017 sudah dimulai. Apoteker perlu memutuskan ketertarikan diri mereka sendiri dan aspirasi karir mereka! MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
4 alasan menarik wanita datang ke apotek
5 indikator bahwa apotek anda perlu diubah
Kesalahan penggunaan kotak pil yang mungkin terjadi


Sumber:
http://pharmacy.nus.edu.sg/phd-msc/
http://pharmacy.nus.edu.sg/doctor-of-pharmacy-pharm-d/
http://pharmacy.nus.edu.sg/national-pharmacy-residency-programmes/
https://college.nhg.com.sg/our_institutes/C_Education/Pages/Master-of-Clinical-Pharmacy.aspx
http://www.manchester.ac.uk/study/masters/courses/list/09892/msc-clinical-pharmacy/
http://pharmacy.nus.edu.sg/msc-pharmaceutical-sciences-technology/