Meningkatnya permintaan terhadap makanan dari hewan ternak menyebabkan peningkatan jumlah penggunaan antibiotik untuk pertumbuhan hewan dan pencegahan penyakit. Terlepas dari keinginan industri makanan dan pertanian untuk memenuhi permintaan pasar, penggunaan antibiotik yang tidak terbatas dapat menyebabkan peningkatan penyebaran superbug resisten obat. Untuk mengurangi konsekuensi penggunaan antimikroba pada hewan penghasil makanan, World Health Organization (WHO) baru-baru ini mengeluarkan serangkaian panduan untuk mengendalikan penggunaan antimikroba.

Resistensi antimikroba – ancaman seluruh dunia 

Seperti yang dinyatakan dalam laporan tahun 2016 yang berjudul Review on Antimicrobial Resistance, secara global lebih dari satu juta nyawa hilang setiap tahun karena terinfeksi strain bakteri resisten. Penelitian sebelumnya oleh Review juga mengindikasikan bahwa kegagalan membatasi resistensi ini dapat membunuh lebih dari 10 juta orang setiap tahunnya pada tahun 2050. Tidak diragukan lagi, penyebaran bakteri karena terlalu sering menggunakan antibiotik pada hewan ternak hanya akan memperburuk keadaan, karena bakteri dapat ditularkan ke manusia melalui makanan dan rute penularan lain.

Rekomendasi terbaru dalam panduan oleh WHO diharapkan dapat membantu mempertahankan efektivitas antibiotik untuk pengobatan manusia dengan mengurangi penggunaan berlebih pada hewan. Bagian dari rekomendasi tersebut adalah membatasi penggunaan "semua kelas antimikroba penting pada hewan penghasil makanan untuk promosi pertumbuhan" dan juga digunakan "untuk pencegahan penyakit menular yang belum didiagnosis secara klinis."

"Kurangnya antibiotik yang efektif sama seriusnya dengan ancaman keamanan dari wabah penyakit yang mendadak dan mematikan," kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. Beliau menambahkan, "Sangat penting untuk segera mengambil langkah bermanfaat dan berkelanjutan di semua sektor jika kita ingin mengembalikan peningkatan resistansi antimikroba dan menjaga dunia tetap aman."

Usaha melawan resistensi antibiotik

Beberapa negara dan organisasi telah mengambil inisiatif untuk mengatasi tantangan di “era pasca-antibiotik”. Beberapa saat lalu, badan kesehatan sosial yang berbasis di Inggris, Wellcome Trust, meluncurkan proyek global untuk membantu melacak dan mendokumentasikan penyakit yang terkait dengan resistensi antibiotik. Proyek Global Burden of Disease AMR akan mengumpulkan data untuk membuat peta penyakit dan kematian akibat infeksi bakteri yang resisten terhadap obat di seluruh dunia. Analisis terbaru yang dilakukan oleh Wellcome Trust dan UN Foundation berdasarkan kuesioner yang disebar di 151 negara menemukan bahwa 85% negara yang merespon telah mengembangkan atau sedang mengembangkan rencana aksi nasional untuk mengatasi masalah resistensi antimikroba. Namun, kurang dari setengahnya memiliki rencana aktual untuk menangani resistensi antimikroba di sektor manusia, hewan dan lingkungan.

Sementara itu, US Centres for Disease Control (CDC) telah menerapkan National Antimicrobial Resistance Monitoring System for Enteric Bacteria (NARMS). Sistem ini bisa dimanfaatkan oleh peneliti untuk melacak dan mempelajari perubahan resistensi antibiotik di antara beberapa bakteri yang biasanya ditularkan melalui makanan. Data yang diperoleh melalui penelitian ini akan membantu meningkatkan pemahaman terhadap tren resistensi dan kombinasi resistensi baru atau yang baru muncul. Mereka juga akan membantu mengidentifikasi bakteri yang membuat orang sakit dan kelompok yang berisiko.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemahaman tentang resistensi antimikroba, WHO menyelenggarakan World Antibiotic Awareness Week  (WAAW) 2017 dari tanggal 13 sampai 19 November 2017. Fokus tahun ini adalah mendorong masyarakat untuk meminta saran dari tenaga kesehatan profesional sebelum minum antibiotik.

Kemungkinan dampak pembatasan penggunaan antibiotik pada makanan dari hewan

Resistensi antimikroba sudah sejak lama disebut sebagai ancaman bagi umat manusia
Resistensi antimikroba sudah sejak lama disebut sebagai ancaman bagi umat manusia

Meskipun terdapat kekhawatiran terhadap penggunaan antibiotik yang berlebihan pada hewan ternak, kekhawatiran juga meningkat pada kemungkinan terjadinya konsekuensi jika negara-negara tertentu mulai menerapkan pembatasan atau sepenuhnya melarang penggunaan antibiotik di sektor pertanian.

Menurut sebuah studi kasus setelah larangan penggunaan antibiotik di Denmark, yang wajib pada tahun 2000, larangan tersebut menghasilkan penggunaan antibiotik dalam jumlah besar untuk mengobati penyakit pada hewan. Jumlah antibiotik yang digunakan untuk tujuan terapeutik meningkat hingga 223%. Selain itu, ditemukan bahwa resistensi terhadap beberapa antibiotik telah menurun pada hewan, sedangkan resistensi terhadap antibiotik lain telah meningkat.

Dalam sebuah konferensi pers di acara Hari Veteriner tingkat nasional pada tahun 2016, Direktur Jenderal Pelayanan Dokter Hewan Malaysia Datuk Dr. Kamarudin Md Isa mengatakan bahwa penggunaan antibiotik pada ternak masih diperlukan, serupa dengan manusia, hewan ternak juga menderita penyakit seperti demam, flu dan batuk. Dia juga mengatakan bahwa beberapa negara maju telah berhenti menggunakan antibiotik pada ternak dan mempraktekkan pemeliharaan hewan organik. "Tapi, konsumen harus membayar harga daging lebih tinggi. Apakah kita siap mengeluarkan uang ekstra untuk menikmati daging organik?" tanya Jenderal direktur mengenai alternatif tersebut. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Semakin memburuknya kasus resistensi antibiotik di Indonesia
Menghabiskan antibiotik tidak mencegah resistensi antimikroba, sebut penelitian baru

Sumber:
https://amr-review.org/
http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2017/antibiotics-animals-effectiveness/en/
http://www.who.int/foodsafety/areas_work/antimicrobial-resistance/cia_guidelines/en/
http://www.who.int/campaigns/world-antibiotic-awareness-week/en/
http://www.pharmaceutical-journal.com/news-and-analysis/news-in-brief/wellcome-trust-launches-global-project-to-map-antibiotic-resistance/20203748.article
https://www.cdc.gov/narms/index.html
http://www.ahi.org/issues-advocacy/animal-antibiotics/the-antibiotic-ban-in-denmark-a-case-study-on-politically-driven-bans/
https://www.thestar.com.my/news/nation/2016/05/16/antibioticfree-meat-more-expensive-says-vet-dept/