Banyak hadiah kecil sering diberikan sebagai ucapan terimakasih, tetapi ada beberapa hadiah yang bisa dikategorikan sebagai hadiah mahal.

Dr. Christopher Calapai pernah mendapat hadiah berupa gelang Cartier dan gelas Champagne, pen Montblanc, dan hadiah sertifikat untuk makan malam di Per Se sebagai beberapa hadiah yang baru diterimanya dari pasien, sedangkan Jane Scher, seorang perawat, dihujani syal Hermès, coklat Godiva, dan kartu Starbucks berisi saldo $100 dari pasien.

Mengapa pasien memberi hadiah?

Pelayanan ke pasien merupakan bagian dari pekerjaan dokter, karena untuk itulah mereka dibayar. Meskipun demikian, pasien terkadang merasa harus menunjukkan rasa apresiasi mereka dalam bentuk hadiah. "Mereka berterimakasih karena mereka senang," kata Calapai, seorang dokter osteopati dengan spesialisasi terapi sel punca di New York. Ia mengungkapkan bahwa memberi hadiah juga merupakan hal penting dalam sebagian budaya.

Di sisi lain, pasien bisa menggunakan hadiah untuk mendapat perhatian dokter, atau untuk memanipulasi dokter mereka demi mendapat pelayanan atau terapi berbeda. General Medical Council mengatakan dokter tidak boleh menerima hadiah jika ada risiko akan mengubah keputusan profesional mereka.

Di tahun 2011, Peter Rowan, seorang psikiatrik dihentikan izin prakteknya setelah diketahui ia menerima warisan £1.2 juta dan cek senilai £150,000 dari seorang pasien lansia. Dalam kasus ini, hadiah dikatakan bisa mengubah hubungan dokter pasien.

Menurut saksi ahli, janji hadiah di masa depan membuat Rowan "menyadari ia harus melakukan apapun yang diminta demi hadiah".

Hadiah dan masalah etika

"Hadiah kecil bisa dianggap cukup, tetapi hadiah yang terlalu megah bisa menjadi suatu masalah. Apakah itu bentuk apresiasi, atau apakah seseorang berharap ada hubungan lain?" kata John Connolly, seorang partner di Kastil Connolly.

Dokter spesialis dermatologi, Dr. Paul Jarrod Frank pernah menerima hadiah botol "Imperial" dari anggur Opus Wine yang dijual dengan harga lebih dari $5.000.

Dokter yang menerima hadiah mahal tanpa disadari bisa mengubah terapi yang mereka berikan ke pasien. Mereka juga bisa mengambil untung dari pasien atau memberikan terapi sesuai yang diinginkan pasien.

Meskipun demikian, bentuk kecil rasa terimakasih, jika ditolak akan menciptakan rasa malu dan mengganggu hubungan antara dokter dan pasien.

Menentukan hadiah apa yang bisa diterima, dan yang mana yang tidak

Menurut Konsil Kedokteran Umum, "Jika Anda menerima hadiah dari pasien atau kerabatnya, Anda juga harus mempertimbangkan potensi rusaknya kepercayaan pasien dan publik dalam profesi Anda."

Ketika menerima hadiah, dokter harus menjelaskan ke pasien bahwa standar pelayanannya akan tetap sama dengan atau tanpa hadiah, dan bahwa hadiah tidak membuat pasien mendapat terapi atau pelayanan khusus.

Mengidentifikasi motif yang melatar belakangi hadiah penting ketika mengambil keputusan. Alasan untuk memberi hadiah mungkin sudah bisa ditebak, termasuk sebagai bagian proses belasungkawa saat ada anggota keluarga yang meninggal atau untuk mengobati rasa bersalah, dan sebaiknya tidak untuk manipulasi.

Selain itu, harga hadiah harus diperkirakan sesuai dengan maksud pasien.

Waktu pemberian hadiah juga penting. Hadiah yang diberikan saat Natal, dan yang diberikan untuk ucapan terimakasih atas intervensi medis relatif bisa diterima. "Waspadalah terhadap hadiah yang 'berharga', karena dokter tidak memiliki hak untuk menerimanya," kata seorang psikiatrik Sean Spence.

Tes yang berguna, disarankan oleh Asosiasi Kedokteran Amerika, menyarankan agar dokter mempertimbangkan apakah mereka akan merasa nyaman jika mereka menerima hadiah di depan rekan sejawat lain atau publik.

Hal serupa, ada risiko tertentu jika dokter menawarkan sesuatu ke pada pasien. Pastikan yang Anda berikan tidak akan mengubah hubungan Anda dengan pasien. MIMS

Bacaan lain:
15 Fakultas kedokteran terbaik di Indonesia
6 tanda Anda cocok berkarir di dunia kesehatan
Peran pilihan kata saat berkomunikasi dengan pasien
Bagaimana kritikan bisa meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan dalam dunia medis?